Review : The Sun Is Also A Star

Tag

, , , ,


geasun

“Bagaimana kalau aku memberi tahumu bahwa aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku secara ilmiah?”

“Aku akan mengejekmu,” kataku. “Habis-habisan.” (Natasha ~ h-94)

Blurb

Natasha : Aku seorang gadis yang hanya percaya pada sains dan fakta. Peduli setan dengan takdir, atau cita-cita yang tak akan pernah jadi nyata. Aku jelas-jelas bukan jenis gadis yang bisa jatuh cinta pada seorang pemuda yang kutemui secara acak di jalanan kota New York. Belum lagi keluargaku akan dideportasi kembali ke Jamaika dalam hitungan dua belas jam. Jatuh cinta, tidak akan pernah menjadi bagian dalam kisahku.

Daniel : Aku selalu menjadi anak yang baik, siswa yang baik, menjalani ekspektasi oran tuaku yang tinggi. Tidak pernah menjadi pemimpi, apalagi penulis puisi. Tapi saat aku melihat gadis itu, aku melupakan semuanya. Sesuatu tentang Natasha membuatku berpikir bahwa takdir memiliki sesuatu yang luar biasa… bagi kami berdua.

Keterangan Buku

the sunPenulis                   : Nicola Yoon

Penerjemah          :  Airien Kusumawardani

Editor                     :  Selsa Chintya

Proofreader           : Titisk A. K

ISBN                       : 9786026044365

Penerbit                : Penerbit Spring

Tahun terbit           : April, 2017

Format                   : 384 halaman Paperback

 

My Opinion

Apa kalian percaya cinta pada pandangan pertama? Jujur aku sih tidak percaya, karena cinta itu kumpulan emosi yang sangat kompleks, perlu proses untuk membentuknya. Proses tumbuhnya cinta itu bervariasi, bisa makan waktu bertahun-tahun, tapi ada juga yang cuma butuh beberapa jam.

Ada pepatah Jepang yang kusukai : Koi no yokan. Pepatah itu bukan berarti cinta pada pandangan pertama, tapi lebih mirip cinta pada pandangan kedua. Itu adalah sesuatu yang kau rasakan ketika kau bertemu dengan seseorang yang akan membuatmu jatuh cinta pada mereka, (Daniel ~hal 90)

Daniel adalah putra kedua pasangan imigran Korea yang cukup sukses di Amerika. Walau selalu dibanding-bandingkan dengan Oppa-nya yang sempurna, Daniel tidak pernah mengecewakan ekspektasi orang tuanya yang kelewat tinggi itu. Hari itu, Daniel akan melakukan wawancara di Yale University. Ia tak pernah menyangka, insiden yang terjadi di kereta api yang ditumpanginya menjadi “penyebab” pertemuannya dengan Natasha.

“Cewek itu jodoh saya,” jawabku (Daniel, hal 322)

Di hari yang sama, Natasha sedang dalam perjalanan menemui pengacara yang diharapkan bisa membantu menggagalkan deportasi keluarganya. Di sebuah toko piringan hitam, ia bertemu dengan mantan pacar dan kekasih barunya. Tapi di saat yang sama dia juga bertemu dengan Daniel, pemuda Asia yang membantunya “mengerjai” sang mantan.

Dari pertemuan tak disengaja itu, mereka menjadi dekat. Daniel bahkan berhasil menyelamatkan nyawanya. Dan dia bisa melihat ekspresi di wajah Daniel yang gampang terbaca ~ pemuda itu tergila-gila padanya. Natasha sendiri pun mengakui bahwa Daniel cukup keren, tapi ia sudah lama tidak percaya pada cinta. Apalagi kurang dari dua puluh empat jam dari sekarang ia akan meninggalkan Amerika.

Tapi seperti kuilang di wal barusan, proses tumbuhya cinta itu tidak bisa diprediksi gaes. Bisa butuh waktu bertahun-tahun atau satu jam saja. Dan Daniel adalah tipe cowok langka yang mungkin hanya ada beberapa di dunia.

Novel ini menjadi nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fiction tahun 2016. Seharusnya novel ini bisa menempati posisi juara, karena aku benar-benar takjub pada gaya bercerita Nicola Yoon di buku ini. Apa memang seperti ini ciri khasnya? Aku  kurang tahu, karena inilah karya pertamanya yang kubaca.

Selain diajak menyelami pemikiran Daniel dan Natasha, aku juga disuguhi dengan berbagai teori ilmiah yang nyambung dengan plot. Bahasan ilmiah singkat ini mampu menjadi intermezzo selama mengikuti perkembangan hubungan Daniel dan Natasha. Miss Yoon juga menceritakan side story tentang karakter-karakter “gak penting” di sekitar Daniel dan Natasha. Kisah mereka yang disilau singkat ini mampu menguatkan apa yang tidak diceritakan Daniel dan Natasha.

Yang paling bikin aku takjub adalah, kisah dalam novel setebal 384 halaman ini hanya terjadi dalam waktu satu hari saja. Tentu ada kilas flash back yang mengisahkan masa lalu Daniel dan Natasha. Namun chemistry antara mereka berdua hanya berlangsung satu hari. Satu hari yang sangat istimewa, karena dalam satu hari itu terjadi berbagai peristiwa yang membuat dua orang asing menjadi sangat dekat.

My Review

Cerita dan Plot : *****

Seperti sudah kusinggung sebelumnya cerita dan plot adalah kekuatan utama novel ini. Ide ceritanya standar sebenarnya, tentang pertemuan tak sengaja antara dua orang berbeda karakter. FTV di SCTV juga sudah berkali-kali menayangkan formula serupa. Tapi cara Nicola Yoon meramunyalah yang membuat cerita ini luar biasa.

Plotnya tersusun rapi tanpa menyisakan pertanyaan tentang logika cerita. Meski sudah tahu bagaimana cerita ini akan berakhir, aku tetap mengikuti penuturan Daniel dan Natasha bab per bab. Karena bagian paling menariknya justru berada di chapter-chapter singkat tersebut. Jangan lupakan intermezzo berupa bab-bab singkat berisi teori ilmiah seperti yang kuceritakan.

Dalam cinta, waktu-paruh adalah jumlah yang diperlukan bagi sepasang kekasih untuk merasakan separuh dari yang pernah mereka rasakan. (h-72)

Karakter dan Perkembangan Karakter : *****

Natasha, gadis berkulit coklat dengan kecantikan eksotis ala-ala penyanyi Reggae. Tak percaya pada takdir dan hanya peduli pada sains dan fakta. Ia juga terencana dan sudah merancang masa depan. Sementara Daniel adalah oppa-oppa Korea dengan ketampanan khas Asia. Baik hati, puitis dan gampang tersentuh. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika mereka bersatu.

Ayahku bilang dia tidak tahu dari mana asal sikap sinisku, tapi aku bukan seseorang yang sinis. Aku seorang yang realis. Lebih baik untuk melihat hidup sebagaimana adanya, bukan seperti apa yang kau harapkan. Tidak selalu ada alasan di balik semua yang terjadi. Semua terjadi begitu saja. (Natasha, hal 45)

Aku mudah tertular cengeng. Kau tahu ketika satu orang menguap dan orang lain juga mulai menguap? Atau ketika seseorang muntah, baunya juga membuatmu ingin muntah? Aku seperti itu. (Daniel, hal 74)

Selain kedua tokoh utama tadi, juga terdapat banyak karakter lain yang memiliki penokohan kuat. Seperti kakak Daniel, Ayah dan ibu Natasha, pegawai imigrasi, pengacara dan lain-lain.

Ending : ****

Tadinya aku (sempat) berharap ending yang berbunga-bunga macam FTV. tapi untunglah bagaimana cara penulis menutup cerita ini terasa lebih masuk akal dan tidak mengecewakan harapanku. Aku juga suka bagian epilognya yang disampaikan tokoh “itu”

Terjemanan dan Tata Bahasa: ****

Aku selalu suka dengan terjemahan spring. Editingnya selalu rapi dan minim (atau gak ada) typo. Buku ini juga. Bahasanya lugas tapi tetap dengan diksi yang memikat. Seolah-olah kalau Nicola Yoon menulis dalam bahasa Indonesia, hasilnya akan seperti ini.

Keseluruhan : 4,5

 

 

Iklan

Blogtour : Habibie Ya Nour El Ain (Review + Pengumuman Giveaway)

Tag

, , , , ,


“Cinta adalah sesuatu yang berada di luar dimensi manusia. Ia tidak berada dalam rencana-rencana atau cita-cita. Tidak punya ruang dan waktu. Cinta diciptakan dengan dimensi dan logikanya sendiri. Dan cinta diciptakan Tuhan untuk masuk ke alam manusia dengan cara yang tidak mampu kita pahami.”

habib1 Baca lebih lanjut

Characters Monday #1 : 5 Tipe Chef dalam “Little Bit of Muffin”

Tag

, , , ,


chef

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu, saya ikut baca bareng salah satu serie yummilit Bentang Pustaka. Ini pertama kalinya saya ikut baca buku bareng di instagram, dan ini juga pertama kalinya saya membaca buku yummilit. Dan saya benar-benar menikmatinya, baik cerita bukunya maupun even baca barengnya. Ya, walaupun saat itu saya dan @pinkreviews kebagian batch 2. Tapi gak apa-apa sih, toh teman-teman dari batch 1 tetap ngeramein koq. Makasih ya mbak @atriasartika yang udah milih saya bua ikutan :D.

little-bit-of-muffinJadi ada yang menarik nih, waktu saya baca novel karangan Aiu Ahra ini. Review novel “Little Bit of Muffin” ini bisa dicek juga ya di instagram saya @harovansi. Sebagai orang yang bekerja di departemen Food and BEverages, saya merasa deskripsi mbak Aiu Ahra tentang kitchen sangat detail. Begitu juga karakter-karakternya. Sangat mewakili beberapa teman yang pernah saya temui. Sehingga akhirnya saya iseng bikin postingan ini. (Disclaimer : Foto hanya Ilustrasi ya, bukan ngegambarin karakter masing-masing tokoh)

Berikut ini lima karakter (kesemuanya chef) dalam novel ini yang melambangkan beberapa karakter yang pernah saya temui di kitchen.

  1. Kesha, Si moodi.

Kesha ini karakternya baperan dan emosinya gampang terbaca. Suasana hatinya selalu ngaruh ke kerjaan. Tipe begini paling enak kalau dijadikan teman, tapi ngerepotin banget kalau jadi rekan kerja :D. Apalagi kalau udah terlibat cinlok, bisa repot deh kita sebagai rekannya. Kalau orang tipe ini adalah cook junior yang baru masuk kitchen, bisa dipastikan dia akan jadi sasaran bully para senior.

2. Evan, si Prince Charming.

Tipe ini adalah tipe idaman. Cook junior yang kebetulan nemu chef dengan kepribadian kayak Evan ini beruntung banget. Karena selain emang baik sama semua orang, dia juga mimpin dan ngajarin dengan sabar. Jarang banget ngebentak-bentak :D. Biasanya jadi idola para junior nih, dan bisa dipastikan ada rekan kerja cewek yang dibuat baper.

3. Gathan, si Mr. Cool.

Dapat rekan model begini enak juga sih. Cuma kita harus usaha ekstra buat akrabin diri sama dia. Apalagi kalau kebetulan chefnya yang berkepribadian kayak Gathan. Kita para junior yang mau belajar mesti usaha banget buat ngambil hati dan belajar sama dia. Meskipun terkesan cuek, tapi chef tipe ini sangat “perhatian”. Kadang-kadang dia lagi fokus nerjain sesuatu tapi tetap bisa ngasih tahu kesalahan kita (tanpa nengok ke kita). Tapi orang tipe ini kalau ngomong juga jarang ngebentak-bentak sih. Walau kadang-kadang agak pedas kritikannya. Paling senang ketemu chef yang kayak gini. Profesional banget.

4. Lidya, si miss perfect.

Kamu cook baru dan agak ceroboh lalu ketemu chef kayak Lidya? Kelar idup lo :D. Kalau gak kuat iman bisa ngundurin diri dari dunia perdapuran, hehe. Chef model Lidya memang memiliki standar yang sangat tinggi. Kadang terlalu keras pada anggotanya dan bahkan pada dirinya sendiri. Tapi biasanya gampang down kalau dapat kritik.

5. Ferdi, si Mr. Arrogant

Si besar mulut. Enak sih kalau ketemu rekan kerja kayak Ferdi. Biasanya dia dengan sengaja (atau tidak) gampang banget bagi-bagi ilmu yang dimiliki. Jadi buat kita yang masih pemula dan minimpengalaman, ketemu chef atau rekan kerja kayak Ferdi ini anugrah sebenarnya. Cukup ngertiin aja kalau omongannya selalu meninggi.

Hehe, gimana? kamu penasaran juga gak baca “Little Bit of Muffin”? Nanti share juga dong, favorit kalian yang mana?

Eh iya, rencananya saya mau rutin posting Characters Monday tiap minggu. Jadi isi postingannya tentang karakter/tokoh dalam novel yang baru dibaca. Teman-teman yang mau ikutan share linknya dong di sini. Biar bisa saling berkunjung kita.

Blogtour : Puzzle of Lies (Review + Pengumuman Pemenang Giveaway)

Tag

, , , ,


“Aku tahu bahwa aku ini bukan orang yang baik. Tapi kau tetap membelaku dan mengatakan bahwa aku ini orang yang baik?”

“Tidak. Kau ini memang orang yang tidak beruntung. Tapi aku ingin mengatakan bahwa kau bukanlah orang yang sangat malang.” Wanita itu tertawa. Akupun ikut tertawa.

puzzle2

Blurb

Namaku Jo Yun Geon. Seorang Pengacara. Beberapa hari yang lalu, Mi Hyang, temanku saat kuliah tiba-tiba menelepon ke kantor biro hukum tempatke bekerja. Dia adalah seorang hakim dan hubungan kami sedikit rumit.

“Aku ingin kau menjadi wali,” kata Mi Hyang.

“Namanya  Dan Tae, anak laki-laki, usia sembilan tahun.”

Sialnya aku tak bisa menolak saat tiba-tiba anak laki-laki itu datang ke apartemenku dan harus tinggal denganku.

Selesai sudah kehidupan single-ku yang bebas.

Keterangan Buku

puzzlePenulis                   : Kim Eun Jeong

Penerjemah          :  Putu Pramania Adnyana

Editor                     :  Selsa Chintya

Proofreader           : Titisk A. K

ISBN                       : 9786026383037

Penerbit                : Penerbit Haru

Tahun terbit           : November, 2016

Format                   : 575 halaman Paperback

My Opinion

Membaca blurb dari novel ini mungkin teman-teman menduga akan terjadi love interest antara Yun Geon dan Mi Hyang. Awalnya saya juga menebak demikian. Tapi ternyata dugaan itu benar-benar meleset saudara-saudara :D. Jadi jauhkan dulu ekspektasi tentang relationship antara Yun geon dan Mi Hyang ya. Karena meskipun memiliki peran yang sangat penting dalam keseluruhan kisah ini ternyata Mi Hyang “hanya” merupakan karakter pembantu.

Dan perlu saya akui juga bahwa itu bukan satu-satunya hal yang berhasil mengecoh saya, sepanjang cerita Kim eun Jeong menggiring saya pada dugaan-dugaan yang terus meleset. Yang tentu saja membuat saya tak bisa berhenti melanjutkan ceritanya.

Seperti judulnya, “Puzzle of Lies”, sebagian besar karakter dalam novel ini memang memiliki dan menyimpan kebohongannya masing-masing. Boleh dibilang “kebohongan” adalah masalah utama yang menyebabkan keseluruhan cerita ini terjadi. Dan untuk beberapa hal, saya bersyukur untuk kebohongan itu.

Ok, begini ceritanya. Jo Yun Geon adalah seorang pengacara yang khusus menangani masalah warisan. Yun Geon bukan badboy, tapi karakternya memang tipikal anti hero begitu -egois, materialistik, sarkastik dan semacamnya-. Jadi sudah bisa ditebak, sebagai seorang pengacara pun, dia tidak peduli pada masalah internal kliennya. Karena tugasnya hanya memastikan pembagian harta warisan sesuai dengan permintaan kliennya. Dan dia mendapatkan bayarannya.

Memangnya pengacara berjuang demi keadilan dan kebenaran? Pengacara hanya berjuang demi kliennya. … ( Yun Geon, h-5)

Suatu hari, Yun Geon mendapat klien seorang konglomerat eksentrik bernama Ho Myeong So. Bapak tua ini tidak mau mewariskan sepeserpun hartanya pada anak-anaknya yang serakah. Awalnya Yun Geon tidak mau menangani kasus ini. Tapi Tuan Myeong So menjanjikan sebanyak lima persen hartanya untuk Yun Geon setelah masalah ini selesai. Dengan syarat Yun Geon harus mengawasi keseharian tuan Myeong So.

Di hari yang sama, hakim Mi Hyang yang merupakan teman kuliah Yun Geon datang dan memintanya menjadi wali bagi Ahn Dan Tae. Dan Tae adalah anak laki-laki berusia sembilan tahun yang mengaku mengalami pelecehan seksual. Yun GEon yang tidak menyukai anak-anak terpaksa mengurus Dan Tae di rumahnya. Karena itu bersikap dingin dan ketus pada anak itu.

Ini sebabnya aku tidak suka anak-anak. Anak-anak membuat segala situasinya menjadi kesalahan orang dewasa, meskipun sebenarnya bukan kesalahanku. Kalau aku sudah mengumpulkan cukup uang dari pekerjaanku sebagai pengacara, aku harus menerbitkan buku MEMAHAMI ANAK-ANAK UNTUK ORANG DEWASA. Aku akan menulisnya dengan berpihak sepenuhnya kepada orang dewasa. Pasti akan menjadi best seller. (Yun Geon, h-51)

Selama Dan Tae tinggal di rumahnya, terjadi beberapa kejadian yang membuat keduanya menjadi dekat -meskipun Yun Geon tidak mau mengakuinya-. Hanya saja, Yun Geon merasa Dan Tae terlalu ceria untuk ukuran seorang anak yang baru saja mengalami pelecehan seksual. Jaksa Na In Yeong yang menjadi penuntut dalam kasus ini juga meragukan kesaksian Dan Tae. Apakah Dan Tae berbohong? Kalau iya, mengapa ia harus berbohong? Siapa yang sebenarnya ingin dilindungi Dan Tae?

Jaksa Na yang menangani kasus Dan Tae ini ternyata juga memiliki hubungan khusus dengan Yun Geon di masa lalu. Bisa dibayangkan bagaimana situasi ini membuat kehidupan Yun Geon yang biasa-biasa saja menjadi jungkir balik. Apalagi In Yeong secara terang-terangan akhirnya mengakui bahwa ia masih berharap memperbaiki hubungannya kembali dengan Yun Geon. Tapi Yun Geon yang masih menyimpan rasa bersalah pada Eun Je-kekasihnya di masa lalu- masih belum yakin bisa memulai sebuah hubungan baru.

Masa lalu itu hanya berhenti sejenak. Apa susahnya menyambungnya kembali. (In Yeoung, h-203)

Kepingan-kepingan rahasia dan kebohonngan yang pelan-pelan terkuak akan mengubah hidup Yun Geon selamanya.

My Review

Cerita dan Plot : *****

Ide ceritanya fresh dan menarik. Cerita tentang pengacara yang antihero memang banyak, tapi Kim Eun Jeong meramunya dari sisi yang sama sekali berbeda. Unsur dalam novel ini juga komplit, ada romance, keluarga, legal drama dan juga komedi. Saya suka penggambaran Kim Eun Jeong yang realistik. Profesi dan keseharian Yun Geon sebagai pengacara dijelaskan dengan detail. Jadi kita sebagai pembaca tahu bahwa Yun Geon seorang pengacara bukan hanya karena penulis mengatakan dia “pengacara” tapi juga karena aktivitas yang dilakukannya sehari-hari.

Plotnya juga sangat rapi. Penulis dengan cerdas memilah-milah kapan harus menyisipkan adegan flash back atau kapan alurnya harus dipercepat. Sehingga pembaca tidak bingung dan bosan. Jarang-jarang juga nih saya ngasih lima bintang untuk cerita dan plot dalam sebuah novel.

Karakter dan Perkembangan Karakter : ****

Karakter-karakter dalam novel ini juga tidak hitam putih. Sebagai manusia mereka memiliki sisi baik dan sisi buruknya masing-masing. Kim Eun Jeung juga menggambarkan latar belakang kenapa sebuah karakter bersikap demikian. Sehingga semuanya jadi serba masuk akal. Yah, walaupun menurut saya karakter Dan Tae ini agak terlalu bijaksana untuk anak seusianya. Tapi jangankan saya, Yun Geon sendiri masih bingung tentang hal ini. Jadi saya putuskan ini masih wajar 🙂

Apa aku masih normal kalau berkonsultasi masalah percintaan dengan anak kelas 3 SD ini? Lalu, kelihatannya anak ini sekarang berniat mengajariku dengan serius, seolah-olah dia adalah mentorku untuk masalah percintaan. (Yun Geon, h-533)

Perkembangan karakter dan hubungan antar karakter juga berlangsung wajar. Sikap Yun Geon bisa berubah bukan tanpa alasan. Dan beberapa watak aslinya seperti sarkastik dan mata duitan tidak berubah. (well, menurut ilmu Psikologi, watak bukanlah sesuatu yang bisa berubah karena satu atau dua kejadian saja) Satu lagi nilai plus untuk novel ini.

Twist : *****

Dari judulnya sudah ketahuan kan, kalau sepanjang novel ini kita akan disuguhkan banyak twist yang mulai terbuka sejak pertengahan cerita.

Ending : *****

Endingnya sesuai dengan ekspektasi saya. Memang seharusnya berakhir demikian. Dan pilihan yang akhirnya diambil Yun Geon tetap menjadi kejutan bagi saya di akhir cerita.

Terjemahan Tata Bahasa : ****

Jujur, sebenarnya saya bukan typo detector. Kalau ceritanya seru, saya bahkan nggak sempat mengecek adanya kesalahan tanda baca atau semacamnya :D. Tapi sejauh saya membaca novel ini tidak ada masalah yang terlalu menggangu saya. Satu-satunya masalah yang masih saya hadapi ketika membaca karya terjemahan adalah kelemotan saya dalam mengingat nama-nama.

Apalagi di Korea (seperti halnya negara Eropa), ada kebiasaan untuk memanggil seseorang  dengan nama keluarga ataupun nama panggilannya. Jadi tolong maafkan saya ketika di bab-bab awal, saya sempat berpikir bahwa In Yeong dan Jaksa Na yang datang ke kantor Yun Geon di awal cerita adalah dua orang yang berbeda. :X

Cover : *****

Covernya cantik, dan kalau kita jeli. Covernya sudah memberikan clue tentang isi novelnya.

Keseluruhan : 4,6 bintang (Very Recommended)

Giveaway Time

banner-blogtour-puzzleoflies

Bagaimana, apa kamu tertarik untuk membaca buku ini? Kabar baiknya saya dan penerbit haru beserta empat blog buku lainnya menyediakan satu novel di tiap blog. (silahkan cek banner di atas untuk melihat blog apa saja yang berpartisipasi). Blogtour ini berlangsung sebagai bagian dari rangkaian acara ulang tahun penerbit haru yang ke enam. Happy birthday Haru v(^^)v.

Oke, Begini Rulesnya :

  • Follow semua media sosial penerbit haru (instagram @penerbitharu, twitter @penerbitharu dan fanpage Penerbit Haru)
  • Follow blog ini via wordpress, linky atau email.
  • Share postingan ini di media sosial kamu dengan tagar #puzzleoflies #haru6big dan #GABugotPuzzle
  • Buat sebuah postingan tentang satu karakter dalam novel-novel terbitan Haru grup (penerbit haru, penerbit spring, penerbit inari) yang jadi favorit kamu. Postingan bisa dibikin di blog, facebook atau Instagram.
  • Dalam postingan itu, sertakan alasan kamu menyukai tokoh itu serta judul novel tempat tokoh itu berada. Kalau novel itu sudah difilmkan, kamu bisa tampilkan foto pemerannya. Atau kalau belum difilmkan kamu bisa pilih Imaginary Cast-mu sendiri 🙂
  • Kalau kamu postingnya di Instagram, cukup posting foto pemeran atau Imaginary castnya. Lalu bikin keterangan tokoh di caption. Jangan lupa tag saya ya @harovansi.
  • Kalau sudah, silahkan masukkan link postingan kamu di commentar postingan ini.
  • Giveaway berlangsung hari ini tanggal 18 Januari 2017 sampai hari rabu tanggal 25 Januari 2014. Dan akan saya umumkan tanggal 26 Januari 2017 di blog ini.
  • Selamat berpartisipasi dan ayo bersenang-senang ^^/

Pengumuman Pemenang Giveaway :

Terima kasih ya untuk teman-teman yang sudah ikutan. Jadi makin berharap novel-novel terbitan haru yang lain akan segera difilmkan. Imaginary cast yang teman-teman posting mirip banget sama bayangan saya ^^/

Tapi tetap saya cuma bisa pilih satu aja pemenangnya :(. Jadi yang belum menang jangan berkecil hati ya. Tungguin Giveaway selanjutnya di blog ini.

Dan yang berhak mendapatkan novel Puzzle of Lies adalah….

Selamat Rani W (ig : @ranidaiki), kamu pemenangnya. Tolong segera kirimkan data diri kamu via DM instagram atau twitter @harovansi ya ^^/.

Review : Selestia dan Penjara Teka-Teki

Tag

, , , ,


seles

Blurb :

“Jadi siapa yang bikin jajanan-jajanan ini?” tanya Selestia penasaran.

“Namanya Nenek Gayatri. Beliau tinggal di Hutan Janariya, yang ada di sebelah selatan desa,” jawab Raka.

“Iya. Nagasari, Onde-onde, Semar Mendem, Gemblong, Lupis, semuanya yang bikin Nenek Gayatri,” imbuh Herman bersemangat.

“Wah, kalau begitu karyawannya banyak dong. Bisa bikin berbagai macam jenis jajanan setiap harinya,” tukas Seles.

Ndak kok, non. Nenek Gayatri Ndak punya pembantu sama sekali. Saya Ndak pernah lihat,” jelas Pak Lik Sarlito.

Selestia yang sedang berlibur ke rumah sepupunya, Raka, merasa ada yang aneh. Akhirnya Seles, Raka, Herman, Mutun, dan Nori berangkat ke Hutan Janariya untuk menemui Nenek Gayatri, sang pembuat kue andal.

Sesampainya di Hutan Janariya, Nenek Gayatri tidak terlihat. Tetapi mereka menemukan ada sebuah ruangan di bawah tanah yang menyerupai dapur dan tercium wangi makanan lezat dari sana. Di ruangan itu ada makhluk aneh menyerupai manusia yang sedang bekerja. Siapakah mereka? Ruang apakah itu? Apa Nenek Gayatri ada di sana? Apakah mereka bisa kembali ke rumah? Baca cerita lengkapnya hanya di Selestia dan Penjara Teka-Teki!

Keterangan Buku :

selestia

Penulis                  : Yozar Firdaus Amrullah

Editor                     :  Nadia Mardatilla Arif

ISBN                       : 9786027652828

Penerbit                : Buah Hati Books

Tahun terbit           : 2015

Format                   : 254 halaman Paperback

My Opinion

Melihat cover novel ini, saya langsung teringat pada novel-novel middle grade yang pernah saya baca saban tahun. Meski sudah berumur seperti ini, membaca children literature tetap merupakan hal yang menyenangkan bagi saya. Ketika membaca buku-buku sejenis ini, saya tidak perlu memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi tentang plot ataupun gaya bercerita. Karena saat membacanya, saya cukup menempatkan diri sebagai anak-anak juga :D. Kerinduan saya akan bacaan-bacaan seperti ini bisa terobati dengan membaca novel ini.

Garis besar ceritanya cukup sederhana sebenarnya. Mengingatkan kita kembali pada kenangan saat di sekolah tentang liburan di rumah nenek di desa. Bedanya, di novel ini Selestia berliburnya di rumah tante. Tetap ada nenek-nenek baik hati kok di novel ini :).

Selestia adalah seorang anak perempuan kelas tujuh yang sangat suka dengan teka-teki. Dia bahkan langganan majalah anak-anak yang memuat rubrik teka-teki. Biasanya ia dibantu oleh pembantu keluarga mereka yang sudah sangat akrab dengan Seles, Mbak Ratri. Orang tua Selestia keduanya sibuk bekerja. Tapi bukan berarti Selestia kurang kasih sayang. Meskipun sibuk, papa dan mamanya selalu punya waktu untuk Selestia. Tapi sayang, saat liburan ini kedua orang tuanya tidak bisa menepati janji mereka untuk mengajak Selestia berlibur. Sebagai gantinya mamanya menganjurkan Seles untuk liburan di rumah tante Suryani di desa. Kebetulan tante Suryani juga memiliki anak seusia Seles, yaitu Raka.

Di kampung Raka ini ada seorang nenek-nenek pembuat jajanan tradisional yang sangat enak. Tiap hari nenek ini membuat beraneka jajanan tradisional yang sangat banyak. Anehnya nenek Gayatri ini tinggal sendiri di tengah hutan dan tidak memiliki pegawai. Secara logika tidak mungkin dia bisa membuat jajajan sebanyak itu tanpa bantuan orang lain. Karena itu Selestia, Raka dan tiga orang teman-temannya -Herman, Mutun dan Nori- berkunjung ke rumah nenek Gayatri untuk melihat-lihat. Tanpa sengaja mereka menemukan rahasia nenek Gayatri. Rahasia yang melibatkan “mahluk lain” yang tinggal di bawah tanah. Mereka di sebut Ningrat Biru.

Ningrat biru ini sangat mirip dengan manusia, tapi mereka memiliki telinga yang ujungnya melancip (seperti elf) dan kedua bola matanya berwarna biru. Ternyata selama ini nenek Gayatri dibantu oleh bangsa Ningrat Biru yang memiliki resep rahasia membuat jajanan tradisional. Karena sudah menemukan rahasia mereka, Selestia dan teman-temannya harus mengikuti serangkaian test jika ingin kembali ke dunia manusia. Disinilah cerita petualangan yang seru itu dimulai.

Novel ini penuh dengan nilai-nilai moral yang sangat cocok dibaca anak-anak. Ceritanya mengalir dan tidak bertele-tele. Bagi yang pernah tinggal di desa, keseharian Raka dan teman-temannya bisa menjadi ajang nostalgia. Bagi yang belum pernah bisa ikut membayangkannya :D. Penulis juga menggabungkan unsur-unsur modern dan tradisional dalam novelnya. Seperti Mutun, salah satu sahabat Raka yang suka bermain game di gadgetnya.

Teka-teki yang menjadi bagian penting dalam cerita novel ini juga cukup sulit dijawab, tapi masih mungkin untuk ditebak. Dan saya senang karena tidak ada pacaran-pacarannya disini. (Kalau di sinetron Indonesia pasti anak kelas tujuh ini sudah ngomong cinta-cibtaan :D). Memang sih ada beberapa bagian yang menunjukkan rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Tapi digambarkan dengan polos sesuai dengan pembaca middle grade.

Secara keseluruhan, saya sangat menyukai novel ini. Sepertinya penulis dan penerbit sudah mempertimbangkan desain dan set novelnya untuk pembaca middle grade. Seperti fontnya yang cukup besar, beberapa ilustrasi yang diselipkan dalam cerita dan covernya yang menggambarkan anak-anak di depannya. Dari covernya kita sudah tahu karakter masing-masing tokoh dan siapa yang berperan sebagai lead :). Sepertinya saya harus lebih banyak membaca buku-buku seperti ini.

My Review :

  • Cerita dan Plot : ****
  • Karakter dan perkembangan karakter : ****
  • Twist : ***
  • Ending : ****
  • Cover : ****
  • Keseluruhan : 3,8 bintang (Recommended)