[Review] Bad Magic

Tag

, , , , , ,


IMG_20180723_114536-01

“Kata-kata buruk itu buruk karena mereka bikin orang-orang merasa buruk.”, ~ (hal.4)

Blurb

Sihir itu BURUK.

Palsu. Nggak nyata. Setidaknya, begitulah menurut Clay, yang pernah melihat satu pertunjukan sulap.

Ketika kata-kata dari jurnalnya muncul secara misterius di dinding sekolahnya sebagai grafiti, dia nggak pernah membayangkan bahwa sihir itu bisa disalahkan. Kemudian kasus grafiti yang sama mendaratkannya di Peternakan Bumi, sebuah perkemahan untuk anak-anak “bermasalah” di sebuah pulau vulkanik terpencil, sihir adalah hal terakhir yang dia harapkan bisa ditemukan di sana.

Tapi di Peternakan Bumi, ada kejutan aneh satu demi satu, sampai Clay nggak tahu lagi apa yang akan terjadi. Apakah dia benar-benar berbicara dengan seorang llama? Apakah dia benar-benar melihat hantu? Apa rahasia menyeramkan yang tersembunyi di perpustakaan yang ditinggalkan? Satu-satunya yang dia tahu pasti adalah bahwa di balik sebuah vog (kabut vulkanik), nggak ada yang seperti itu. Kira-kira, bisa nggak dia memecahkan teka-teki Peternakan Bumi sebelum permasalahannya meletus?

Keterangan Buku

IMG_20180723_115927-01Judul                      : Bad Magic (Bad #1)

Penulis                   : Pseudonymous Bosch

Penerjemah          : Ine Milasari Hidajat

Editor                     :  Dion Rahman

Penata Lay out      : Raihan Rizky

ISBN                       : 9786020455808

Penerbit                : Elex Media Komputindo

Tahun terbit           : 2018

Format                   : 361 halaman Paperback

My Review

Perkemahan, sulap, pulau terpencil, Shakespeare, gadis hantu serta perpustakaan terlarang. Buku ini benar-benar luar biasa dan jauh berada di atas ekspektasiku.

Cerita diawali dengan sebuah graffity di dinding sekolah bertuliskan MAGIC SUCKS!!! Semua orang tahu itu adalah buatan Clay. Walaupun Clay merasa tak pernah menggambarnya di dinding, tapi graffity itu sama persis dengan apa yang ia tuliskan di jurnal miliknya. Clay diskors dan harus menjalani hukuman. Lalu secara kebetulan, ada surat undangan baginya ke PERKEMAHAN BUMI bagi anak-anak “bermasalah”.

Orang tua Clay yang eksentrik mengirim Clay ke sana sebagai hukumannya. Dan di sanalah petualangan Clay dimulai. Bertemu teman-teman baru yang juga “bermasalah”. Ada Jonah yang suka berjalan dalam tidur, Leira yang klepto, Pablo yang menganut paham Anarkisme, serta Kwan yang menjadi bandar judi di sekolahnya 😂. Serta jangan lupa The Bad Guy-nya, Flint yang terobsesi dengan api.

Aku ngakak terus selama membaca buku ini, (walau pas menjelang ending aku ikut nyesek juga 😣. Aku tahu bagaimana perasaan Clay saat itu). Tapi Pseudonymous Bosch ini (atau siapapun nama aslinya) benar-benar seorang pencerita jenaka. Membaca tulisannya seperti mendengar erita dari seorang teman yang pembual dan besar mulut, tapi kalian selalu merindukan ceritanya 😀.

Aku langsung menyukai buku ini sejak kalimat pertama. Si Bosch ini (mulai sekarang kita sebut saja nama penulisnya dengan sebutan ini, biar gak rempong) seolah benar-benar mengenal Clay dan kakaknya. Aku penasaran, apakah di buku selanjutnya ia akan terlibat langsung dalam cerita? Kita tunggu saja 😆.

Hal menarik lainnya dari novel ini adalah catatan kaki yang bertebarang di banyak halaman. Isinya random, mulai dari penjelasan istilah-istilah hingga (kebanyakan) berupa “excuse” dari penulisnya 😂. Footnote ini juga ditulis dengan cuek yang malah terkesan jenaka.

Credite juga untuk penerjemah dan editor versi terjemahannya. Penulisnya, meski menggunakan kalimat-kalimat sederhana, tapi (kuduga) suka menggunakan padanan kata yang kurang lazim. Dan permainan kata-kata ini juga merupakan keunggulan tulisannya. Penerjemah dan editor harus berjuang keras agar “kekhasan” gaya penulisannya tetap terlihat dalam versi terjemahan. Dan aku merasa versi terjemahan elexmedia ini sudah sangat baik.

Plotnya cukup berlapis, seperti cerita dalam cerita, tapi masih cukup ringan bagi pembaca berusia middle grade. Endingnya juga dieksekusi dengan baik. Khas buku berserie, “selesai” tapi juga menyisakan rasa penasaran untuk buku berikutnya. Untung, buku ke-2 juga sudah di tangan. Jadi bisa langsung lanjut deh 😆.

Anyway, buku ini sangat direkomendasikan buat siapa saja, baik penggemar buku-buku middle grade atau bukan. 4,5 🌟

[Review] Yes, Boss


BeautyPlus_20180511145037_save-02

“Aku asisten yang kompeten, wajar kalau diajak survei ke Italia. Aku nggak mengandalkan kerlingan genit, rok mini, atau suara manja merayu,” ~ (hal.9

Blurb

PATAH HATI TERBERAT ADALAH MENCINTAI SESEORANG YANG SELALU ADA DI HATIMU, TAPI TAK BETAH BERADA DALAM PELUKANMU.

***
Ethan Alexander Fahim adalah masalah. Tak hanya ganteng setengah mati, direktur agen perjalanan Pelesiran itu juga punya reputasi memacari asistennya sendiri. Masalahnya, hubungan tak profesional itu biasanya tak bertahan lama dan berakhir tragis: si asisten memutuskan untuk berhenti ketimbang sering-sering bertemu dengan orang yang bertanggung jawab membuatnya patah hati.
Gabriella Rosleen telanjur mencintai pekerjaannya ini. Jadi ketika terpaksa menggantikan asisten lama Ethan yang baru saja berhenti, Gaby berjanji dalam hati untuk tak tergoda pesona bosnya itu. Secara teori, terdengar logis dan gampang—tapi praktiknya?

Hidup Gaby bertambah sulit ketika Ethan meminta—no, menugasinya untuk mendampingi laki-laki itu mengetes paket perjalanan bulan madu yang akan jadi produk baru Pelesiran. Tak hanya selalu bersama bosnya setiap harinya, dia juga harus menikmati perjalanan itu sebagai ‘pasangan’ Ethan. Kalau sudah begini, bagaimana cara Gaby bertahan lebih lama? Perempuan mana yang sanggup melindungi hatinya dari Ethan selama perjalanan romantis di Italia?

Keterangan Buku

IMG_20180511_164935Judul                      : Yes, Boss

Penulis                   : Elektra Queen

Editor                     :  Alit Tisna Palupi

Proofreader          : Tharien Indri

ISBN                       : 9786026113832

Penerbit                : Roro Raya Sejahtera (Imprint Twigora)

Tahun terbit           : Juli, 2017

Format                   : 402 halaman Paperback

My Opinion

“Memaksakan diri untuk bersama orang yang justru tidak sesuai standar yang sudah digariskan sejak bertahun silam, bisa bertahan berapa lama?” ~ (hal 247)

Saat membaca blurb-nya untuk pertama kali, aku sempat bertanya-tanya. “Apa yang membuat seorang pria dewasa melakukan kesalahan yang sama berulang kali, yaitu memacari asistennya sendiri”, sementara pacaran satu kantor aja udah bikin repot ya. Apalagi dengan asisten 😂.

Nah, setelah membaca novel ini, aku mengerti alasannya. Karakter-karakter di novel ini memang digali dengan sangat dalam. Sebagai pembaca, aku bisa memahami mengapa Ethan bersikap kayak gini dan Gaby bisa sedantai itu.

Saat putus dari Vira, asisten sekaligus kekasihnya, Ethan bertekad untuk tidak akan pernah jatuh cinta dengan asisten-nya lagi. Ethan yakin bisa membulatkan tekadnya saat memilih Gaby sebagai asistennya. Gadis itu memang cerdas, tapi jauh berbeda dari kriteria pasangan ideal Ethan. Tapi setelah mengenal kepribadian lain gadis itu, Ethan justru merasakan sesuatu yang berbeda. Melebihi perasaan pada gadis-gadis sebelumnya.

Gaby tahu betul reputasi jelek atasan barunya yang dikenal sebagai pemangsa asisten. Meski sangat mempesona, Gaby bertekad untuk tidak akan menjadi korban Ethan berikutnya. Tapi kebersamaan mereka selama di Itali membuat Gaby mengenal sisi lain Ethan.

Sebenarnya konfliknya memang sesederhana itu. Tapi jalinan ceritanya disajikan dengan sangat menarik. Apalagi saat bagian Ethan dan Gaby pelesir ke Italia, yang membuatku seolah sedang membaca travelogue.

My Review

“Jangan suka bermain-main untuk masalah hati, Bos! Bahaya, tahu!” ~ (hal.224)

Secara keseluruhan, aku menyukai jalinan kisah Ethan dan Gaby. Cukup menghibur dan bikin senyum-seny sendiri. Berikut catatanku untuk novel ini.
➕ Beda dengan office romance biasa. Sebagin besar cerita (termasuk perkembangan hubungan Ethan dan Gaby) terjadi di Italia. Dan deskripsi tentang kota-kota di Italia benar-benar bikin aku mupeng pengen ke sana juga 😆
➕ Perkembangan hubungan Ethan dan Gaby berlangsung alami dan tidak terkesan terburu-buru. Walaupun kalau dipikir sebenarnya dalam kurun waktu yang singkat 😁
➕ Gak cukup dengan menggamarkan keindahan Italia, kita juga dikasih bonus sejarah di tempat-tempat wisata tersebut. Selain itu juga banyak footnote yang menjelaskan istilah-istilah asingnya. Nambah pengetahuanlah pokoknya.
➕ Plotnya rapi dengan pace yang sangat ritmis. Tidak terlalu cepat, tapi juga gak lamban banget. Mampu banget bikin perasaan kita ikut naik turun juga.
➕ Aku suka hubungan persaudaraan Ethan dengan kakak-kakaknya, Barry dan Ian yang menghangatkan hati banget.
➖/➕ Pada beberapa bagian, aku merasakan “too much description” yang kadang gak terlalu relevan dengan ceritanya. Tapi harus kuakui dengan begini, latar yang dibangun jadi makin kuat.
➖ Ada beberapa typo yang kutemukan, misalnya pada halaman 95 ada dua kali kalimat “Gianluigi banyak bercerita” yang ditulis berurutan. Atau pada halaman 297, paragraf ke-6 ada kalimat “lelaki kembali maju”, agak aneh bacanya tanpa disertai kata itu. Tapi selain itu editingnya rapi banget.
➖ Di sampul ada potret wanita feminin yang lagi makai gaun. Sementara sepanjang novel, Gaby digambarkan sebagai cewek dengan dandanan sangat casual dan jauh-jauh dari kesan feminim. Ia juga tak pernah memakai gaun. Jadi agak sulit bagiku membayangkan potret wanita di covernya adalah Gaby 😁.
—-
My rating:
Cerita : 3 🌟
Romansa : 4 🌟
Sensualitas : 1,5 💋 (Novel ini aman, tidak ada adegan dewasanya. Tapi tetap ditujukan untuk new adult ya)

Oh iya, aku juga sempat membuat fantasy cast untuk tokoh Gaby dan Ethan. Ini dia :

Book Review : Heartbreak Formula

Tag

, , , , ,


29062966_10213077624388517_3252070147172991930_n“Suicide doesn’t kill people. Sadness kills people.” – (Anonymous)

Blurb

Sore tadi pukul 6:45 di hari ulang tahun Harry yang ke-18, aku menabrakkan diri pada sebuah mobil yang melaju.
Harry… pria yang kupercaya dan selalu ada untukku, berubah sejak kami masuk SMA.
Pria itu tak lagi ada di sampingku, bahkan ketika aku sedang berada di titik terendah dalam hidupku.
“Kupikir aku punya jawaban untuk masalahmu,” ujar Dokter Cornell, merendahkan suaranya. “Tim penerlitianku sedang bereksperimen membuat formula untuk membuat manusia lupa akan kejadian buruk di masa lalu. Formula Olvidelo.
Ketika penawaran itu datang, sebuah pintu baru seolah terbuka di hadapanku.
Formula itu mungkin adalah sebuah jawabannya. Masalahnya, aku tak tahu apakah formula itu akan menyelamatkanku… atau malah menjerumuskanku

“Sebenarnya, walaupun seseorang memiliki pikiran untuk bunuh diri, ketakutan akan kematian itu masih tetap dirasakannya.” – (hal. 32)

Keterangan Buku

heartbreak formulaJudul                      : Heartbreak Formula

Penulis                   : Mpur Chan

Editor                     :  Yooki

Penyelaras Aksara: Seplia

ISBN                       : 9786026383372

Penerbit                : Penerbit Haru

Tahun terbit           : Desember, 2017

Format                   : 288 halaman Paperback

 

 

My Opinion

“Olvidelo diambil dari bahasa Spanyol yang artinya ‘lupakan’. Sesuai dengan artinya, formula ini dibuat untuk melupakan trauma atau kenangan buruk akibat suatu hal.” – (hal.64)

Kemarin saya sempat mengikuti giveaway berhadiah buku ini di salah satu akun bookstagram. Tidak menang, tapi pertanyaannya cukup ngena banget dan saja jadikan pembuka untuk review novel ini.

“Jika anda diberi kesematan untuk menghaus sepenggal kehidupanmu yang buruk, apa anda akan melakukannya, Dokter Cornell?” – (h.228). Pertanyaan ini persis sama seperti yang diajukan oleh bookstagram tersebut. Jawaban saya saat itu sangat tegas dan jelas, saya tidak akan melakukannya. Karena menurut saya setiap kenangan itu, baik atau buruk berperan penting dalam membentuk kedewasaan kita.

Lalu akhirnya saya berkesempatan membeli dan membaca buku ini. Saya kemudian berkenalan dengan April (aka Summer), June, May, Desember dan sembilan peserta lain yang jadi objek penelitian formula Olvidelo. Mereka yang tumbuh dengan trauma dan tekanan yang membuat mereka ingin menghilang dari dunia. Jika saya menjadi mereka, apa saya masih bisa menjawab dengan setegas itu?

Laki-laki dan perempuan tak akan pernah bisa jadi sahabt, karena cepat atau lambat akan tumbuh rasa suka di antara keduanya. – (hal.16)

Saya mengerti bagaimana rasanya menjadi Summer. Saat satu-satunya sahabat yang kita punya mulai berubah dan tidak kenal lagi. Bagi orang yang memang terlahir supel dan tanpa trauma masa lalu, hal ini mungkin bukan masalah besar. Tapi sayangnya ada orang-orang yang sulit untuk menciptakan sebuah keintiman baru. Ada orang-orang seperti Summer yang punya masa lalu buruk, sehingga sulit mempercayai orang lain. Saya paham hal itu karena pernah mengidap Anxiety Disorder yang membuat saya kewalahan untuk menjalin dan mempertahankan hubungan.

“Aku tidak ingin mengenal siapa pun lagi. Kalau mengenal mereka, aku akn peduli pada mereka. Dan akhirnya aku akan percaya pada mereka yang kemungkinan besar akan mengkhianatiku; meninggalkanku.” – (hal.70)

Meski pada dasarnya novel ini memiliki genre sci-fi, tapi topik tentang kesehatan mental yag sangat dominan di novel membuatnya justru sebanding dengan karya-karyanya Sarah Dessens atau Patrick Ness. Saya juga takjub dan mendapat banyak pengetahun baru dari footnote yang cukup banyak di novel ini.

My Review

Cerita dan Plot : ***

Tadinya saya berpikir kalau novel ini adalah sebuah komedi romantis atau kisah cinta penuh air mata :D. Tapi ternyata cinta bukan fokus utama dalam kisah ini. Memang tetap ada bumbu-bumbu romansa yang penting, tapi tidak mendominasi. Novel ini memang mengusung tema tentang kesehatan menta, tapi tak lantas membuatnya jadi suram dan bikin depresi (walaupun ceritanya tentang orang-orang depresi :D).

Dengan alur maju yang rapi, kronologis cerita ini jadi gampang dipahami. Ada sesekali adegan flashback yang diceritakan sekilas, tapi tak sampai bikin bingung. Ceritanya sendiri disampaikan sepenuhnya dari POV Summer. Pergolakan batin yang dialami Summer terasa lebih hidup. Seperti saat sebenarnya ia peduli, tapi lebih memilih bersikap acuh. Karena ia takut menjalin hubungan lagi dengan orang lain. Tapi kemudian ia menyesal dan merasa bersalah, You are not alone Summer :”(.

Karakter & Perkembangan Karakter : *****

Karakter dalam novel ini cukup banyak. Tapi hanya beberapa tokoh mendapat porsi paling banyak. Menurut saya hal ini justru bagus, karena konfliknya jadi tidak lari ke mana-mana dan mengerucut pada beberapa orang di sekeliling Summer saja. Berikut beberapa karakter penting yang menghidupkan kisah ini :

  • Summer aka April. Tokoh utama dalam cerita ini, yang telah melakukan percobaan bunuh diri keduanya sebelum bertemu Doker Cornell.
  • Harry, teman Summer sejak kecil dan satu-satunya. Harry mulai berubah sejak bergabung dengan tim football sekolah dan bergaul dengan anak-anak keren.
  • Dokter Cornell dan petugas lain di gedung Zanson Survival Center. Tempat Summer menjalani terapi sekaligus percobaan untuk formula Olvidelo.
  • Peserta-peserta percobaan lainnya di Zanson. Ada 12 orang (termasuk Summer) yang diberi identitas sesuai dengan nama-nama bulan. Tapi yang mendapat porsi cukup banyak hanya April (Summer) dan angota kelompoknya : June, May dan Desember.

Dengan tokoh-tokoh “bermasalah” ini, penulis tetap berhasil membuat perkembangan karakternya berjalan wajar. Yang paling terasa perubahannya tentu saja Summer. Summer di akhir cerita benar-benar terlahir sebagai individu baru.

Ending : ***

Seperti buku-bukunya Sarah Dessens, novel ini juga berakhir manis. Sudah bisa diprediksi tapi tetap menghangatkan hati. Konflik yang dihadapi Summer selesai dan berhasil dilewatinya. Penulis juga berbaik hati memberi tahu apa yang terjadi dengan Harry dan June. Hanya saja saya juga penasaran tentang kisah Desember dan May. Mungkin nanti kak Mpur Chan bisa menuliskan cerpen tentang mereka juga, hehe.

Tata Bahasa : ****

Membaca novel ini seperti membaca sebuah novel terjemahan. Apalagi settingnya di New York dan Charlestown. Bahasanya ringan dan mudah dimengerti. Saya juga menemukan banyak sekali kutipan-kutipan menarik di sepanjang buku. Saya juga tidak menemukan typo yang mengganggu selama membacanya.

Cover : ****

Covernya dominan biru dan ungu, sangat relate dengan isi novelnya. Gambar siluet dan langit berwarna jingga ini mengingatkan saya pada “The Scream” karya Edvard Munch yang menggambarkan penderitaan. Like it.

Final Rate : 3,8

Jadi, kalau kalian diberi kesempatan untuk menggunakan formula Olvidelo. Apa kalian akan menggunakannya?

Review Golden Son

Tag

, , , , , , ,


27356062_10212774914220952_8064258277725062828_o

“Tidak penting sebagus apapun mereka mengemasnya. Kita masih terlibat dalam permainan. Kita akan selalu berada dalam pusaran permainan brengsek ini.” (Hal.250)

Blurb

Selama tujuh ratus tahun, rakyatku diperbudak tanpa suara, tanpa harapan. Sekarang aku adalah pedang mereka. Dan aku tidak memberi ampun. Aku tidak lupa. Jadi biar saja mereka berpikir aku milik mereka. Biar saja mereka menyambutku ke dalam rumah mereka, supaya aku bisa membakarnya hingga rata dengan tanah. Darrow, seorang Merah dan penambang di bawah permukaan Mars, kini adalah pemberontak yang ditempa dari tragedi. Setelah menyadari kaumnya dibohongi dan dieksploitasi selama beberapa generasi oleh orang-orang yang menyebut diri mereka kaum Emas, ia pun bersumpah untuk membalas dendam. Dibantu kelompok pemberontak misterius, Darrow menyamar sebagai Emas dan menyusup ke dunia elite itu.

Sekarang, setelah lulus dari sekolah komando Emas dan memantapkan posisinya di tengah para musuh, ia pun melanjutkan misi rahasia untuk menghancurkan mereka dari dalam. Namun, memulai dan memenangkan peperangan yang akan mengubah takdir umat manusia menuntut harga yang sangat mahal. Dan Darrow terlambat menyadari bahwa permainan berbahaya ini jauh lebih mematikan daripada yang ia bayangkan.

Keterangan Buku

Golden SonRating : *****

Judul : Golden Son – Putra Emas (Red Rising #2)

Penulis : Pierce Brown

Penerjemah : Shandy Tan

Editor : Nadya Andwiani & Lingliana

ISBN : 9786020346311

Penerbit Edisi Terjemahan : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : Desember, 2017

Format : 520 halaman Paperback

My Review

“Dalam badai yang berkecamuk, jangan mengikat dua perahu menjadi satu, karena perahu-perahu itu akan menarik satu sama lain hingga keduanya sama-sama tenggelam.” – (hal.459)

Udah selesai baca buku ini beberapa hari yang lalu. Tapi masih menata hati karena endingnya. Bukan ending saja sebenarnya, tapi di sekuel kali benar-benat full action sejak bab awal. Kebohongan demi kebohongan, pengkhianatan, kejatuhan dan perebutan kekuasaan menjadi bagian utama dalam novel ini. Romance di buku ini mulai berkembang dan langsung jadi rumit 😂. Tapi gak mendominasi, kadarnya paslah.

Buku ke-2 ini punya pace yang lebih cepat dari buku pertamanya. Adrenalin kita sudah dipompa sejak awal. Tapi pada bagian-bagian tertentu, aku juga ikut emosional. Di sekuel ini kita juga lebih bisa menyelami latar belakang dan pemikiran para penjahat-nya. Dan walaupun twist tentang jati diri Ares cukup mengejutkanku, apa yang terjadi kemudian membuat kejutan ini jadi tak ada apa-apanya. Tuan Brown benar-benar tidak memberiku waktu untuk menarik nafas saat membaca buku ini.

Selain world building yang sempurna – pertarungan di luar angkasa, senjata berupa slingbade yang bisa berubah bentuk sesuai keinginan, bulan dan planet-planet yang dipadati penduduk, mahluk hidup hasil rekayasa genetis – storyline-nya juga tampil tanpa cacat. Untuk kisah sekompleks dan serumit ini, aku gak nemu plothole sama sekali. Apalagi plot twistnya yang muncul tak terduga. Kalau difilmkan entah akan jadi seepik apa nantinya.

“Bukan kemenangan yang membuat kita menjadi pria sejati, melainkan kekalahan. Kaukira leluhur kita tidak pernah kalah? Kau tidak perlu kesal dan merajuk tentang semua ini, dan bersikap seperti tokoh Yunani zaman dulu. Lupakan masalah harga diri. Ini hanya permainan.” — (hal. 34)

Dan endingnya benar-benar “kurang ajar”. Aku benar-benar tak sabaran untuk menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Boleh tidak aku nodong gramed untuk segera menerbitkan terjemahan Morning Star? Please jangan lama-lama.

Review : Red Rising

Tag

, , , , ,


27332052_10212774913940945_6149561881325446240_n

“Tidak ada pihak yang tidak berdosa dalam permainan ini.” — halaman 188.

Blurb

Patahkan belenggunya. Hiduplah untuk tujuan yang lebih berarti.

Bumi sudah sekarat. Darrow seorang Merah, penambang di bawah permukaan Mars. Misinya adalah mengumpulkan elemen-elemen berharga yang kelak akan dimanfaatkan untuk menjinakkan permukaan Mars dan memungkinkan manusia hidup di sana. Kaum Merah adalah harapan terakhir umat manusia.

Itulah yang mereka yakini, sampai Darrow menyadari semua itu kebohongan besar. Mars sudah layak huni—dan sudah dihuni—selama ratusan tahun, oleh orang-orang yang menyebut diri mereka kaum Emas. Mereka adalah golongan yang menganggap Darrow dan kaumnya hanyalah budak remeh yang bisa dieksploitasi dan disingkirkan tanpa ragu

Keterangan Buku
redrising

Rating : *****

Judul : Red Rising – Kebangkitan Merah (Red Rising #1)

Penulis : Pierce Brown

Penerjemah : Shandy Tan

Editor : Nadya Andwiani & Lingliana

ISBN : 9786020332222

Penerbit Edisi Terjemahan : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : 2017

Format : 440 halaman Ebook (Gramedia Digital Version)

My Review

Di masa depan, keadaan bumi sudah sangat sekarat. Karena itu orang-orang mulai melakukan ekspansi ke bulan dan planet-planet lain.

Darrow adalah golongan merah, sang penambang. Golongan merah adalah “pahlawan” yang menambang mineral berharga di bawah tanah planet mars. Mineral itu sangat penting untuk membangun permukaan mars menjadi layak huni. Selama ratusan tahun, golongan merah mempercayai hal itu. Sampai sebuah tragedi menimpa Darrow.

Mars ternyata sudah bisa dihuni, bahkan sudah sama seperti bumi. Selama ratusan tahun Darrow dan rakyatnya telah dibohongi. Mereka dipaksa menambang di perut mars, sementara hasilnya dinikmati golongan lain. Berkat bantuan dari para pemberontak dan seorang “pemahat rupa”, Darrow menyamar menjadi bagian dari golongan emas yang menguasai society. Ia masuk ke sekolah elite yang mencetak emas-emas tangguh.

Tapi bukan hanya Darrow yang punya agenda rahasia. Apakah penyamarannya akan terbongkar?
—-
Buku ini kubaca di scoop bulan Desember, dan langsung jadi favoritku. Akhirnya nemu juga novel dystopia yang “cowok banget”. Penggambaran penulis benar-benar detail dan deskripsi tentang kehidupan Mars-nya benar-benar keren.

Di awal alurnya memang agak lamban, tapi begitu penyamaran Darrow dimulai, kita bahkan tak sempat menarik nafas. Seperti janji endorsement di sampulnya, novel ini mempunyai semua keseruan yang ada dalam Game of Thrones dan Hunger Games (versi maskulin :D). Endingnya juga badass menurutku. Konflik di buku pertama selesai, tapi cerita sesungguhnya dari saga ini baru saja dimulai. Novel keduanya, “Golden Son” juga sudah diterbitkan oleh Gramedia.