[Book Review] Jurnal Risa – Risa Saraswati

Tag

, , , , , ,


Blurb

Teruntuk saudara-saudaraku di Jurnal Risa;
Saat ini akhirnya datang, kesempatan untuk menceritakan kisah kita bersama. Hal ini harus kulakukan karena aku memang tak sanggup bila sendirian, menghadapi segalanya seolah aku ini sang pemberani.

Tanpa kalian, Jurnal Risa hanya akan jadi sebuah nama dan tak mungkin bisa berdiri sekuat ini. Dalam buku ini, aku ingin mengajak kita semua bernostalgia, tentang hal-hal gila yang pernah terjadi di masa kecil kita dahulu.

Teruntuk para pembaca kesayanganku;
Ini adalah cerita kami kecil, di musim libur sekolah yang menyenangkan. Ketika aku, A Angga, Nicko, Kakang, dan Riri untuk kali pertama berterus terang dan bertualang dengan β€˜kemampuan’ kami.

Tidak pernah sedikit pun terpikir, ini adalah sebuah awal yang perlahan membentuk karakter kami. Sekumpulan penakut yang mau tak mau menjadi berani karena tak bisa menutup mata dan telinga dari teror mereka.

Risa Saraswatiβ€”

Keterangan Buku

Judul : Jurnal Risa; Teror Liburan Sekolah

Penulis : Risa Saraswati

Editor : Syafial dan Sein Arlo

Penyaras Aksara : MB Winata

Penata Letak : Nunu

Penyelaras Tata Letak : Bayu N. L.

Ilustrasi Isi dan Sampul : Ekorazaki

Penyelaras Desain Sampul : Raden Minic

ISBN : 9786022203537

Penerbit : Bukune

Tahun terbit : Januari 2020 (cet. 1)

Format : x + 186 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 79.000,-

My Review

Hayo, siapa yang suka menonton chanel Jurnal Risa youtube? Tentunya teman-teman sudah akrab banget dengan Teh Risa beserta saudara-saudaranya itu kan? Ada Aa Angga yang dewasa dan busa memimpin sepupu-sepupunya; Abimanyu (alias Kakang) yang “edan”; Nicko yang nekat banget; Riri yang penakut tapi perhatian dan tentu saja Teh Risa Saraswati sendiri.

Novel ini menceritakan pengalaman pertama mereka bersinggungan dengan mahluk gaib. Tepatnya saat mereka masih remaja. Seperti kita ketahui, Teh Risa memiliki keistimewaan sejak kecil. Berkat kelebihannya itu, Teh Risa busa bersahabat dengan 5 hantu Belanda. Tapi sedekat apapun hubungan mereka, persahabatan dua dunia itu tetap menyimpan bahaya. Karena itu, Teh Risa dipindahkan ke rumah kakeknya dari pihak Ayah yang juga memiliki kemampuan seperti Teh Risa. Kakek Teh Risa sangat sakti, ia berhasil membentengi rumahnya dari kehadiran mahluk halus.

Sayangnya, Teh Risa merasa kesepian di rumah itu. Ia sangat merindukan Peter cs. Salah satu waktu yang sangat ditunggu-tunggu Teh Risa adalah liburan sekolah. Soalnya, Riri-adik Teh Risa dan sepupu-sepupunya yang lain akan menghabiskan waktu di sana. Kali ini yang datang hanya Riri, Aa Angga, Kakang dan Nicko.

Awalnya mereka iseng-iseng saja saat mencoba memanggil Peter cs di sebuah sekolah yang agak serem. Namun Peter cs tidak datang dan yang lebih parah mereka mengundang sesuatu yang lain. Sejak saat itu liburan mereka tak lagi sama. Hantu-hanti itu bahkan berani datang ke rumah kakek yang seharusnya punya penghalang untuk mereka. Sebenarnya mereka bisa minta tolong kakek untuk menyelesaikan masalah ini. Sayangnya mereka lebih takut pada kemarahan kakek dibandingkan teror mahluk halus 😁😁. Dari awal kakek memang sudah mewanti-wanti untuk gak main-main sama dunia lain soalnya. Tapi namanya anak-anak, semakin dilarang semakin dikerjain.

“Kami hanya terlalu takut, dan terlalu malu …”, ~ (hal. 151)

Mengapa perempuan bergaun putih dengan lidah menjulur panjang itu mengganggu mereka? Siapa pula hantu laki-laki bernama Mamat itu?

Sesuai dengan tokoh-tokohnya, novel ini memang cocok dibaca pembaca remaja. Namun tetap menarik untuk diikuti pembaca dewasa, terutama penonton setia chanel youtubenya.

Adegan seram cukup bikin bergidik, seperti nyasar di kuburan malam-malam, bola yang tiba-tiba jadi kepala manusia dan lain-lain πŸ˜–. Aku juga suka bagaimana interaksi ke-5 sepupu ini. Bagi yang penasaran sama sosok Teh risa, Aa Angga, Riri, Kakang dan Nicko saat SMP buku ini recommended banget. Memang ya, sebagian watak kita itu bertahan sejak kecil sampai dewasa 😁.

Novel ini disertai ilustrasi juga, waktu itu saya baca buku ini malam-malam di kamar sendirian. Auto kaget waktu ketemu halaman yang ada gambar hantunya. Novel ini nggak sekedar nakut-nakutin, ada pesan moral yang juga yang bisa dipetik.

Saya pribadi lebih suka novel Kak Risa yang kayak begini dibanding cerita tentang asal-usul Hantu seperti novel-novel beliau yang lain πŸ™ˆ. Tapi ini opini pribadiku sih.

Overal, novel i i recommended dan worrh reading.

My Rating : 3/5 🌟

Terror Meter : 4/5 πŸ‘»

[Review] Kisah Misteri Enola Holmes Kasus Hilangnya Sang Marquess – Nancy Springer

Tag

, , , ,


Blurb

Saat mengetahui kalau ibunya menghilang, Enola Holmes meminta tolong kedua kakak laki-lakinya; Sherlock Holmes dan Mycroft Holmes untuk memecahkan misteri kni. Namun, kedua kakak laki-lakinya itu malah menganggapnya mengganggu penyelidikan dan hendak mendaftarkannya ke sekolah asrama. Tidak setuju dengan rencana kakak-kakaknya, Enola memutuskan untuk kabur dan memecahkan kasus itu seorang diri!

Keterangan Buku

Judul : Kisah Misteri Enola Holmes Kasus Menghilangnya Sang Marquess

Penulis : Nancy Springer

Penerjemah : Rifky Ravanto Putra

Editor : Adelina Ayu Lestari

Artistik : Cicilia Tjandra

Ilustrasi : Bella Ansori Putri

ISBN : 97862300868

Penerbit : Penerbit Clover (Imprint Penerbit M&C)

Tahun terbit : 2020 (cet. 1)

Format : 205 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 79.000,-

My Review

Dari TV dan berbagai literatur, perempuan di abad pertengahan terlihat sangat anggun dan cantik ya. Tapi tahukah kamu, pengorbanan seperti apa yang mereka jalani untuk bisa tampil semenawan itu. Mereka harus memakai korset yang ukurannya semakim diperkecil dari tahun ke tahun, yang membuat mereka tak leluasa untuk sekedar bernafas. Belum lagi penyangga punggung dan penyangga dada yang menyebabkan mereka tak bisa bersandar saat duduk. Jangan lupa juga penyangga rok yang beratnya gak kira-kira. Wanita terhormat harus menggunakan itu sepanjang waktu.

Enola Holmes yang berusia 14 tahun hidup di zaman itu. Beruntungnya, ia dibesarkan oleh seorang ibu yang tak tunduk pada aturan-aturan tersebut (walau belakangan Enola menyadari alat-alat penyiksa wanita itu “berguna” untuk hal lain). Ya, Lady Teodora Holmes yang janda sangat berbeda dengan wanita kebanyakan. Oleh sebab itu keluarga mereka selalu menjadi gunjingan. Apalagi keberadaab Enola dianggap aib, ia dilahirkan saat Mrs. Holmes sudah berusia paruh baya. Karena itu usia Enola terpaut jauh dengan kedua kakaknya.

Tapi, suatu hari Mrs. Holmes menghilang. Enola yakin terjadi sesuatu terhadap ibunya. Ia mengirim suratbpada kedua kakaknya yang berada di London. Coba tebak siapa kakaknya? Ya, benar banget. Abang-abangnya itu tak lain adalah Sherlock dan Mycroft Holmes (Nancy Springer) memang menggunakan dunia canon dari serial Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle, jadi sebagian besar karakter dalam novel Sherlock ada di sini juga.

Menarik sekali membaca deskripsi latar Inggris di masa itu, di mana alat komunikasi dab transportasi terbatas. Jadi masuk akal saja, jika Enola sudah delapan tahun tidak bertemu kakak-kakaknya. Kepulangan Sherlock & Myceofr menguak rahasia-rahasia tentang ibu dan keluarganya. Rahasia yang mungkin menyakiti Enola. Tapi Enola menemukan bukti-bukti lain tentang kepergian ibunya. Karena itu saat Mycroft akan mengirimnya ke sekolah asrama, Enola memilih kabur dan melakukan penyelidikan sendiri.

Sayangnya, sematang apapun rencana Enola, dunia luar tidak ramah pada gadis 14 tahun sepertinya. Enola berkali-kali terjebak dalam situasi bahaya. Mulai dari keterlibatannya dalam penyelidikan kasus menghilangnya seorang putra bangsawan, ia terseret pada sindikat penculikan dan penipuan. Apakah Enola mewarisi kecerdadan Sherlock untuk lepas dari situasi tersebut?

😍😍😍😍 Petualangan Enola Holmes ini seru banget. Saya suka bagaimana dalam buku pertama ini, isu keluarga Holmes menjadi konflik utamanya. Ibarat pilot sebuah serial televisi, karakter-karakter penting dalam Enola Holmes dikenalkan dengan gamblang. Menarik juga mengetahui bagaimana watak Sherlock di mata keluarganya.

Kasusnya sendiri cukup “biasa” sebenarnya, tentang seorang marquese berusia 12 tahun yang menghilang. Namun penulis berhasil menciptakan penyelidikan yang penuh petualangan dan aksi yang memacu adrenalin. Melihat interaksi Enola dan Sang Marquese, saya yakin bocah laki-laki ini akan berperan penting juga di petualangan-petualangan Enola berikutnya 😁 (Saya harap Penerbit Clover akan menerjemahkan semua serie Enola ini πŸ™).

Sebagai pembuka sebuah serial, buku ini sudah cukup memuaskan. Asal mula Enola memilih jadi “detektif” seperti kakaknya tergambar jelas. Watak Enola juga sudah kelihatan dari petualangan pertamanya ini. Juga bagaimana ia memandang sosok kedua kakak laki-lakinya : Sherlock dan Mycroft. Bagi penggemar Sherlock jangan khawatir, karena watak Sherlock dan Mycroft di serie ini juga sama banget dengan versi Sir Arthur Conan Doyle.

Hal menarik lainnya adalah isu tentang emansipasi wanita yang berusaha diangkat Nancy melalui tokoh Enola dan ibunya. Di sini pembaca bisa menyaksikan bagaimana gambaran ketidakadilan yang dialami wanita di masa itu. Bukan hanya dalam pergaulan sosial, tapi juga soal kekayaan dan pembagian harta. Pokoknya, girls!! Kalian beruntung hidup di zaman sekarang.

Saya juga respek dengan team Penerbit Clover ini yang berusaha membawa novel ini sampai ke pembaca Indonesia. Saya tahu pasti sulit menerjemahkan teka-teki berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia yang sama dengan rima bahasa aslinya. Good job guys πŸ˜‰. Tapi buat saya pribadi, mungkin lebih baik untuk bagian riddle itu dibiarkan dalam bahasa aslinya saja, terus bikin keterangan di footnote. Sekali lagi, ini sifatnya subjektif banget πŸ™ˆ. Mungkin kebanyakan pembaca lebih suka kalau riddlenya diterjemahkan sekalian.

Overall, Enola Holmes ini recommended. Bahasanya lebih ringan dari serie Sherlock Holmes (menyesuaikan target pembaca remaja) dan kasus-kasusnya juga menarik. Pace ceritanya ritmis, tidak terlalu cepat dan gak lamban juga.

My Rating : 4/5 🌟

Puzzle Level : 3/5 πŸ”

Ada beberapa kutipan menarik yang saya temukan saat membaca buku ini :

1. “Aku selalu merasa bersalah—karena segala hal, bahkan karena aku bernapas di dunia ini—karena telah hidup, mengingat aku lahir saat usia Inu sudah cukup tua hingga menjadi sebuah skandal dan beban untuknya”, ~ (hal. 10)

2. “Tidak peduli kalau orang itu bangsawan atau rakyat helata, mereka bisa saja meninggal jika terkena udara dingin terus menerus”, ~ (hal. 12)

3. “Apa gunanya kita mengandalkan akal sehat saat sedang berurusan dengan wanita? Apalagi yang berada di masa tuanya”, ~ (hal. 43)

4. “Perempuan memang tak bisa dipercaya, tanpa terkecuali seorang ibu”, ~ (hal. 45)

5. “Kau lahir dalam keluarga berkedudukam tinggi dan dengan sedikit tuntutan, aku yakin kau tidak akan menjadi aib dalam keluarga ini”, ~ (hal. 67)

Trivia :

1. Novel Enola Holmes sudah mencapai volume 7 di negara asalnya.

2. Sebuah film adaptasi Enola Holmes sedang dalam tahap produksi dengan bintang-bintang besar yang terlibat. Di antaranya Milly Bobby Brown (Stranger Things) sebagai Enola dan Henry Cavil (Man of Steel) sebagai Sherlock.

3. Nancy Springer sendiri terkenal dengan karya-karya berupa spin off (canon) dari cerita-cerita populer. Selain Enola Holmes, ia juga menulis serie tentang Rowan Hood dan Camelot.

[Review] 35 Mm – Lokalpcy

Tag

, , , ,


Blurb

Ini adalah cerita tentang Adelardian Muda Gautama, seorang creative director yang menganggap profesionalitad adalah segala-segalanya. Semua yang ia lakukan hatus terbidik sempurna, presisi dan tanpa cacat.

Lalu Erisha Annora datang bagaikan noise kamera yang memudarkan bidikan lensa sehingga Adelardian kehilangan profesionalitasnya.

Dalam waktu singkat, Erisha menghapus adikuasa Adelardian sembari menawarkan perasaan. Meski benar secara logika, JATUH CINTA PADA ERISHA SANGAT TIDAK BERETIKA.

Alasannya sederhana: Erisha sudah punya pasangan.

Keterangan Buku

Judul : 35 Mm

Penulis : Lokalpcy

Editor : Adelina Ayu Lestari

Editor Supervisi : Risma Megawati

Proofreader : Shafira Amanita

Tata Letak : Maulida Rahmawati

Desainer Sampul & Grfis : Yulianti

ISBN : 97862300899

Penerbit : Penerbit Clover (Imprint Penerbit M&C)

Tahun terbit : 2020 (cet. 1)

Format : v+ 297 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 79.000,-

My Review

“Berjalan bersisian dengan cewek itu terasa aneh, entah aneh yang bagaimana.”,~ (hal. 34)

Menurutmu berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai perasaan cinta itu muncul? Ini adalah novel ke-2 penulis yang saya baca dan sama seperti buku pertamanya, sang tokoh utama butuh waktu cukup lama untuk saling menyadari perasaan mereka. Saya selalu suka cerita kayak gini. Bukannya saya anti sama konsep “love at first sight” sih. Cuma di kehidupan nyata, kayaknya itu mustahil (tertarik fisik mungkin iya). Makanya kisah-kisah yang ditulis lokalpcy ini terasa lebih realistik.

Di tahun ke-3 kuliahnya, Ale membentuk “Lensproject” bersama ke-3 temannya. Lensproject tadinya cuma wadah yang menampung hobi fotografi mereka. Tapi ternyata agensi  kreatif mereka disambut baik dan sudah bekerja sama dengan beberapa brand. (Ya gimana nggak bagus, si Ale ini perfeksionis banget kalau udah nyangkut soal kamera). Lalu suatu hari mereka bekerja sama dengan Freudey, sebuah brand clothing lokal baru di Bandung.

Gendhis selaku owner Freudey menyiapkan talent sendiri untuk video promosi brandnya. Jujur saja, tadinya saya pikir Gendhis ini yang bakal jadi lead (saya gak baca blurbnya dulu soalnya πŸ™ˆ). Sampai kemudian muncul sosok model yang disiapkan Gendhis untuk kerja sama dengan Lensproject. Ya, bener banget, cewek itu Erisha. Pertemuan pertama Erisha dan Ale biasa-biasa saja, layaknya rekan kerja. Pertemuan ke-2 mereka mulai nggak baik. Erisha yang ceria dan moodbuster sering kesal dengan tingkah Ale yang bossy dan intolerant.

Kayak lagu Shanty, “tak tahu di manakah awalnya, rasa ini tumbuh dengan tulus…”, tahu-tahu aja Ale merasa ada yang aneh, entah aneh yang bagaimana (cek kutipan di awal post 😁).

Overall, emang se-“sederhana” itu kisahnya. Bisa kamu tuntaskan dalam sekali duduk, tapi tak akan mampu kulupakan sampai beberapa waktu kemudian. Tulisan penulis ini memang membius dengan kesederhanaannya itu. Tanpa kata-kata melow, narasi yang dibawakan penulis membuat perasaan saya ikut campur aduk mengikuti mood Ale 😁. Bahasa yang dipakai juga rapi banget. Salut deh sama team editing dari Penerbit Clover yang benar-benar serius menerbitkan buku yang diangkat dari Wattpad ini. Bukannya apa-apa, pernah beberapa kali sih nemu buki dari wattpad yang editingnya kayak asal jadi gitu πŸ™ˆ.

Walaupun sederhana, bukan berarti ceritanya dangkal ya. Konfliknya juga klimaks kok dan family issue yang disisipkan berperan penting juga ke cerita. Ritme ceritanya agak nyantai, tapi tahu-tapi udah sampai ke bagian “itu” aja 😁.

Satu lagi yang saya suka dari karya penulis adalah profesi tokoh-tokohnya yang dieksplore banget. Jika dalam novel 022–karya penulis sebelumnya–yang diangkat adalah dunia musik serta gigs-gigsnya di Bandung, dalam “35 Mm”, kita diajak memasuki agensi kreatif yang berhubungan dengan kamera. Bagaimana lensproject menghasilkan satu video promo itu digambarkan dengan detail banget. Banyak juga istilah-istilah fotografi yang baru saya tahu dari novel ini ☺️. (Sekarang sudah paham kan kenapa judul novelnya 35 mm?)

Gara-gara Ale, saya jadi pengen bikin kamera lubang jarum juga 😍, dulu pernah bahas ini di SMP kalo gak salah 😁. Omong-omong soal Ale, dia juga muncul di novel 022 loh, jadi novel-novel lokalpcy ini saling berhubungan (walau bisa dibaca secara terpisah).

Di novel sebelumnya, saya sempat protes karena hampir gak ada dialog tokoh-tokohnya yang menggambarkan Bandung πŸ™ˆπŸ™. Nah, di novel ini sudah ada loh dan gambaran Bandungnya lebih terasa.Kamera lubang jarum dari botol rokok

Kesimpulannya, novel ini goodreading dan recommended.

My Rating : 3.5/5 🌟

Kadar Romansa : 4/5 β™₯️

Sensualitas : 2/5 πŸ’‹ (tak ada adegan eksplisit. Aman dibaca remaja berusia mulai 15 tahun)

Kutipan-kutipan keren lainnya yang saya temukan di novel ini :

“Ya lo enak ganteng, nggak usah ngapa-ngapain. Gue? Harus mulai duluan kalau mau dilirik cewek. Nah, salah satunya ngegombal kayak tadi”, ~ (hal. 27)

“Well, I dress nicely for myself, Do. Tapi oke, aku bakal dandan cantik nanti.”, ~ (hal. 138)

[Review] Bidadari Berbisik – Asma Nadia

Tag

, , ,


Blurb

Ning tak hendak menjeput kematian. Ia hanya ingin membuka misteri atas lenyapnya Bidadari Ayuni, adik kembarnya yang pergi ke Jakarta hendak menjemput rezeki. Ayuni bekerja di rumah seorang nyonya kaya demi memenuhi mimpi Ibu menatap tanah sucu.

Mestinya memberi kabar bukan sesuatu yang sulit. Tapi detik ia pergi, seolah tabir gelap membungkus sempurna keberadaannya.

Ning cemas. Berbekal info seadanya, ia nekat menyusul. Di tempat yang sama—rumah di mana Bidadari Ayuni pernah bekerja, Ning justru terjebak antara keinginan untuk menelusuri jejak lenyapnya sang adik dan kejahatan yang bisa mengancam jiwa.

Akankah pertemuan dengan Iman Arif, lelaki yang selalu memandangnya dengan tatapan dalam yang mengandung kesedihan, menyumbang titik terang?

Ning harus betul-betul mengukur keberanian. Sebab, ia tak cuma berhadapan dengan nyonya rumah, tapi dengan kekuasaan yang maha besar.

Keterangan Buku

Judul : Bidadari Berbisik

Penulis : Asma Nadia

Editor : Andriyati dan TheNita

Penyelaras Aksara : Sein Arlo

Tata Letak : Wisnu Wardhana

Desainer Sampul : Resoluzy

ISBN : 9786237458494

Penerbit : Republika

Tahun terbit : Februari 2020 (cet. 1)

Format : vii + 301 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 78.000,-

My Review

“Saat Allah menumbuhkan benih jabang bayi dalam perut perempuan, yang berdenyut, hidup, dan tumbuhn Sejak itu pula, ruh sang ibu telah terbagi dalam jiwa-jiwa yang dilahirkan”, ~ (halm 10)

Konon katanya, sepasang saudara kembar dianugerahi ikatan batin yang lebih kuat dibanding saudara lainnya. Jika yang satu sakit, yang lainnya merasakan hal yang sama. Kalau yang satu berada dalam bahaya, yang satunya juga merasakan kegelisahan yang sama.

Ning dan Ayuni adalah sepasang kembar identik yang hanya berjarak beberapa menit. Meski tak terlalu serupa, tapi wajah mereka sangat mirip. Ning dan Ayuni selalu kompak satu sama lain, apalagi sejak peristiwa yang menewaskan ayah dan kakak laki-laki mereka.

Sebagai kakak (walaupun menurut medis, kembar yang lahir belakangan yang sebenarnya adalah kakak), Ning telah berkorban banyak hal. Ia mengambil tanggaung jawab sebagai tulang punggung keluarga untuk ibu dan adiknya. Ayuni juga sangat menyadari pengorbanan sang kakak. Karena itu, begitu ada tawaran untuk bekerja sebagai pengasuh di Jakarta, Ayuni langsung menerimanya. Ia ingin membuat ibunya bahagia dan meringankan beban kakaknya.

Sebenarnya saya sedang membaca buku lain saat novel ini datang. Niatnya cuma mau liat-liat dikit isinya, lalu baca belakangan. Gak tahunya malah keterusan 😁. Sejak paragraf pertama, saya sudah dibuat penasaran oleh kisah si kembar Bidadari ini. Apalagi di kata pengantarnya, saya tahu bahwa novel ini juga berkesan banget bagi mbak Asma Nadia. Selain terinspirasi dari kisah nyata, novel Bisikan Bidadari ini pernah memenangkan penghargaan dari Mastera tahun 2005.

Sayangnya masa depan yang diimpikan Ayuni tak pernah terjadi. Yang ada ia justru akan berpisah selamanya dengan keluarganya. 😭😭😭

“Selamanya kita berbagi jiwa. Kamu dalam jiwaku, dan aku dalam jiwamu”, ~ (hal. 27)

Seperti karya-karya beliau sebelumnya, plot “Bidadari Berbisik” juga sangat rapi dan ritmis. Mbak Asma mengenalkan tokoh-tokohnya dengan mendetail dan dramatis. Sehingga keputusan-keputusan yang diambil si tokoh di kemudian hari terasa masuk akal. Motivasi-motivasi tokonya jelas. Seperti mengapa Ayuni bersikeras ingin kerja di Jakarta, atau kenapa Nyonya Lili bisa sekejam itu, atau mengapa Iman Arif sangat peduli dengan kematian Ayuni?

Diksi yang digunakan Mbak Asma juga tak perlu diragukan lagi. Beberapa kali saya harus bergidik dan menarik napas karena ikut terbawa dengan ceritanya. Gimana ya jelasinnya πŸ™ˆ, tapi narasi Mbak Asma itu ngena banget. Padahal seringkali bahasa yang dia gunakan itu to the point, tanpa perlu bertele-tele.

Bagian paling menegangkannya tentu saja saat klimaks menjelang akhir. Aduh, saya benar-benar ikut merasakan ketakutan Ning. Tadinya di awal keberadaan Ning di rumah Nyonya Lili seperti terlalu ‘kebetulan’, jadi saya menebak kalau ada ‘konspirasi’ di dalamnya 😁. Ternyaya saya benar sekaligus salah πŸ™ˆ. Plot twist juga deh pokoknya. Yang pasti saya senang sekali karena Mbak Asma Nadis kembali menulis novel dengan sentuhan thriller seperti ini. Terakhir kali saya baca karya beliau dengan genre thriller itu Pedantren Impian, yang merupakan novel favorit saya. Tapi saya agak keceea dengan versi filmnya 😭, karena melenceng banget dari cerita di novel. Semoga kalau cerita ini difilmkan juga gak terlalu dimodif ya mbak. Hehe

Sebenarnya, cerita di novel ini rawan banget menjadi stereotip pada etnis tertentu. Tapi hal ini telah dipikirkam oleh mbak Asma sebelumnya. Jadinya, lewat percakapan beberapa tokohnya, berulang-ulang disebutkan bahwa tidak semua kelompok A begitu. Satu hal lagi yang menjadi nilai plus novel ini.

Mbak Asma juga coba menjelaskan tentang fenomena supranatural (seperti hantu) yang sesuai dengan aqidah. Penting banget sih ini menurutku supaya kita gak salah kaprah mengartikan kemunculan mereka.

Yang agak kusayangkan cuma blurb di belakang buku yang bercerita “terlalu banyak”. Menurutku kalau beberapa hal disimpan sebagai kejutan yang baru kita tahu setelah baca akan lebih menarik.

My Rating : 4/5 🌟

Teror Meter : 3.5/5 πŸ‘»




[Book Review] 022 – Lokalpcy

Tag

, , , ,


“Nggak ada yang bener-bener tahu gimana caranya jadi dewasa, Ye. Masing-masing orang punya cara sendiri.”, ~ (hal. 81)

APA YANG MENANDAKAN KEDEWASAAN SESEORANG?

Menurut Faiq–vokalis band indie “Anchorbolt”, kalau kamu sudah pernah nonton film porno, kamu sudah bisa disebut dewasa 😁

Tapi novel ini bukan tentang Faiq, ini adalah kisah tentang Cakrawala (aka Ceye) dan Ladinia yang harus mempertanyakan kembali kedewasaan mereka saat berhadapan pada satu masalah –cinta. Simak dulu blurbnya ⏬⏬

Cakrawala. Dia diartikan sebagai lengkung langit tempat bintang-bintang bersandar.

Ladinia. Dia adalah bintang paling terang yang pernah bersandar pada cakrawala.

Cakrawala, drummer dari band indie Anchorbolt pertama kali bertemu Ladinia, reporter dari media musik bernama StageSnap, di belakang panggung saat gegap gempita reda. Meninggalkan kesan, tapi tak seberapa.

Lalu, Bandung mempertemukan sang drummer dan sang reporter dalam setiap gigs, menjadi penanda dimulainya tukar cerita tentang skema musik hingga idealisme hidup. Cerita demi cerita terekam di seluruh sudut kota kembang, menambah satu lagi hal manis yang bisa diingat dari kota berkode telepon 022. Semua tempat baik-baik saja, hingga salah satunya jatuh cinta dan salah satunya enggan percaya.

First impression saya setelah membaca novel ini. Pace ceritanya agak lambat, tapi tidak membosankan. Saya langsung tertarik untuk mengetahui cerita tentang Cakrawala alias Ceye sejak awal. Biasanya saya butuh beberapa part dulu untuk mengenal sebuah karakter dan menyukainya. Tapi khusus untuk Ceye ini, saya nggak pengen tahu dulu latar belakang dia kayak gimana. Saya cuma penasaran, what next? πŸ™ˆπŸ˜. Dan memang perjalanan Ceye berikutnya ini seru. Saya senyum-senyum sendiri saat dia pura-pura seolah bertemu secara kebetulan dengan Ladin. Padahal mah 😁😁

“Sesuatu yang berharga bukan datang secara kebetulan, tapi karena dipertahankan, diperjuangkan danl ada yang dikorbankan.”, ~ (hal. 79)

Ladin adalah cewek supel yang menyenangkan. Ia selalu berusaha “being nice” pada siapa saja tanpa mengharapkan balasan. Atau lebih tepatnya, ia tak mau berharap lebih karena takut dengan ekspektasinya sendiri. Melihat Ceye yang baik banget sama dia membuat Ladin takut dan mempertanyakan apa motivasi laki-laki itu. Ladin tidak buta, ia hanya insecure.

Ceye pernah gagal mempertahankan hubungannya. Hal ini membuatnya ragu untuk memulai yang baru. Selama ini ia mengandalkan hidupnya pada kebetulan. Siklus hidupnya yaitu mencari dan berharap, santai dan menikmati hidul, kemudian mencari dan berharap lagi. Lalu Ladin masuk ke circle-nya.

Sekilas, premis cerita 022 terasa sudah terlalu umum ya. Tapi tokoh-tokoh di novel begitu “hidup”. Tanpa penjelasan yang repetitif tentang deskripsi dan kepribadian mereka. Kita sudah dibikin akrab dengan Ceye, Ladin, Tara, Wira, Sean, Faiq, dll. Latar kota Bandungnya yang romantis dieksplore dengan cukup baik. Poin tambahan tentang kehidupan musisi di sana yang jadi profesi tokoh-tokohnya.

Saya suka dengan ritme ceritanya yang sebenarnya lambat banget. Tapi itu justru bikin sisi realistisnya lebih nonjol. Saya ikut terbawa dengan perjuangan Ceye mendekati Ladin sampai akhirnya “nembak” setelah hampir setahun. Dari yang awalnya cuman kebetulan –> penasaran –> kebetulan disertai sedikit usaha –> usaha –> usaha terang-terangan 😁. Seru deh pokoknya.

Sayangnya saya merasa percakapan mereka kayak kurang menggambarkan Bandung sih πŸ™ˆ. Dialeknya full anak tongkrongan gitu. Kalau gak sebutin latarnya di Bandung, saya bisa aja menebak cerita ini bisa terjadi di mana saja. Mungkin kalau ada salah satu tokoh (figuran juga gak papa) yang pakai dialek sunda bakal lebih terasa “022”-nya.

But, overall is ok. Recommended
My Rating : 3 ⭐
Romance : 3 ❀

Keterangan Buku


Judul : 022
Penulis : Lokalpcy
Editor : Adelina Ayu Lestari

Editor Supervisi : Risma Megawati
Proofreader : Shafira Amanita
Desainer Sampul : Yulianti
ISBN : 9786024806767
Penerbit : Penerbit Clover (Imprint Penerbit M&C)
Tahun terbit : 2019
Format : 436 halaman Bookpaper
Harga : Rp. 99.000,-