[Book Review] Midnight Restaurant – Daniel Ahmad

Tag

, ,


Blurb :

Saat jam antik di restoran bernama Hanggareksa berdentang dua belas kali, satu per satu dari mereka yang sedang menyantap makanan tersungkur dan meregang nyawa. Sandi yang baru beberapa menit masuk di restoran itu, segera berlari ke luar untuk mencari bantuan. Namun, saat dia menoleh ke belakang, yang dia dapati hanya restoran sepi yang terpampang tulisan β€œTUTUP”.

Sepulang mengantar pesanan untuk restoran itu, Lukman sering dihantui sesosok perempuan tua berwajah beringas saat mengendarai mobil tua milik bosnya. Beberapa kali sosok itu menjadi penyebab kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.

Baru beberapa hari bekerja di restoran itu, kesehatan Nova menurun. Dia sering pingsan, juga tak sadarkan diri. Dia pun sering mengalami kerasukan. Terparah, dia ingin mengakhiri hidupnya dengan loncat dari ketinggian.

Baik Sandi, Lukman, maupun Nova, ketiganya punya kisah yang sama; mengalami nasib buruk saat bersinggungan dengan Hanggareksa, restoran dengan bangunan peninggalan zaman Belanda.

Apa sebenarnya yang tersembunyi di sana?
Apakah ketiga kisah itu saling berkaitan?

Kamu bisa membuktikannya sendiri; masuk dan perhatikan sekitar, kamu akan temukan jawabannya.

Keterangan Buku

Judul : Midnight Reataurant

Penulis : Daniel Ahmad

Editor : Sulung S. Hanum & Ry Azzura

Penata Letak : Putra Julianto & Gita Ramayudha

Desainer Sampul : Agung Nurnugroho

ISBN : 9789797809409

Penerbit : Gagasmedia

Tahun terbit : 2019 (cet. 1)

Format : vi + 306 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 88.000,-

My Opinion

“Dalam gelap, muncul sesuatu berwarna putih. Makin lama makin jelas menampakkan kepala manusia yang terbungkus kain putih. Sosok yang berdiri di bawah lampu dapur itu melotot kepadaku, dengan wajahnya yang hitam legam, matanya yang merah padam, seperti sedang menyapa sahabat barunya di rumah ini.”, ~ (hal. 31-32)

Ada satu sub genre fiksi horor yang saya sukai, yaitu occultisme. Sayangnya beberapa novel atau film bertema occult yang pernah saya baca/dengar premisnya hampir template semua. Jadinya saya tak berminat melanjutkan sampai akhir πŸ™ˆ.

Novel Midnight Restaurant yang baru saya baca ini juga menyinggung occultisme. Tapi di luar prediksi saya, kisah dalam novel ini beda banget dengan cerita-cerita pemujaan setan yang template itu. Saya menyukai hampir semua elemen dalam novel ini. Jadinya saya cuma butuh waktu semalam untuk menyelesaikan novel mencekam ini.

My Review

Story : 4.5 ⭐

“Ada banyak warung di jalan Kalimaya, tapi jangan pernah makan di restoran sebelah rumah ya, Mas. Masakannya nggak enak”, ~ (h. 26)

Sandi sangat beruntung mendapatkan kontrakan bagus dengan harga murah. Tapi hal-hal mengerikan terus dialami Sandi, diawali dengan insiden di Hanggareksa, restoran di samping kontrakannya.

*

Nova adalah gadis ceroboh yang sering dibully di kampusnya. Sejak bekerja di Hanggareksa, yang semua pegawai dan pemiliknya perempuan, Nova merasa menemukan keluarga baru. Tapi kemudian Nova mulai melihat penampakan-penampakan tak masuk akal yang mengganggu kesadaran dan kesehatannya.

*

Lukman adalah seorang single parents yang akan melakukan apapun untuk putri kecilnya. Ia bekerja sebagai kurir yang mengantar pesanan ke Restoran-Restoran, termasuk Hanggareksa. Suatu hari, Lukman menemukan sesuatu yang menjijikkan di gudang Hanggareksa. Sejak itu sering terjadi peristiwa mistis yang mengancam keselamatan Lukman dan anaknya.

*

Saat menghadiri seminar di Jakarta, Rama menumpang di kontrakan temannya, karena panitia seminar hanya menyediakan ruang kelas sebagai akomodasinya. Malam pertama di rumah itu, Rama sudah harus berurusan dengan kemunculan “pocong” di dapur rumah kontrakan.

*

Sekilas, kisah ke-4 orang ini seperti tak berhubungan. Benang merahnya hanya satu, yaitu Restoran Hanggareksa. Saya suka bagaimana penulis berhasil menentukan timing kapan ke-4 karakter utama ini bertemu. Ke-4nya punya kisah yang saling terhubung, dan penulisnya dengan sangat cerdas membuat saya gak sabaran pengen loncat ke adegan berikutnya, tapi juga nggak mau ketinggalan satu detail pun di bagian yang sedang saya baca.

Characthers & Plot : 4 ⭐

Novel ini diceritakan dengan sudut pandang orang pertama dari ke-4 tokoh sentralnya. Setiap karakter bercerita dengan gaya berbeda, sesuai dengan kepribadiannya : Sandy yang cuek, Nova yang kikuk, Pak Lukman yang dewasa serta Rama yang penuh rasa ingin tahu. Ke-4nya juga mendapat jatah masing-masing untuk memecahkan misteri-misteri yang twisted. Saya suka banget penceritaan seperti ini 😊

Ada banyak sub-plot yang membuat ceritanya nggak monoton. Seperti kisah Rama dengan Samson, teman sejawatnya yang ajaib mampu mencairkan suasana mencekam dengan komedi yang cukup menyegarkan. Ada juga kisah Sandi-Sabrina yang sepertinya lebih dari sekedar sahabat. Atau kisah tentang BQ (baca Baiq), teman kerja Nova yang memiliki indra ke enam. Sub story dari masing-masing tokoh ini nggak cuma jadi pelengkap, tapi mempengaruhi konflik utamanya. Hebat!

Dengan banyaknya sub plot di novel ini, tentu saja karakter-karakter di dalamnya juga tidak sedikit. Setiap karakter dimanfaatkan penulis untuk menguatkan ceritanya, tak ada yang mubazir.

“Kadang bisikan itu justru menyelamatkanku dari bahaya. Memperingatkanku saat ada orang jahat. Aku merasa dikutuk dan diberkati di saat yang bersamaan”, ~ (hal. 80)

Terror Meter : 5 ⭐

Adegan horornya jangan ditanya deh πŸ™€πŸ™€. Saya sarankan kalian jangan baca kalau lagi sendirian malam-malam. Takutnya kebawa mimpi 😸.

Tapi kita tak sekedar ditakut-takuti dengan kemunculan hantu-hantu yang menyeramkan itu. Ada misteri yang harus dipecahkan.

Ending : 3.5 ⭐

Penulis mengakhiri kisahnya dengan netral. Misteri-misterinya terpecahkan semua. Dan tidak seperti novel horror kebanyakan yang biasanya suka ngegantung, penulisnya dengan baik hati juga menggambarkan keadaan masing-masing karakternya setelah peristiwa “itu”. Ada juga epilog yang (masih) memberikan kejutan 😸.

Sepertinya novel ini merupakan bagian dari series/universe yang diciptakan penulis. Karena ada satu tokoh “tamu” yang menyiratkan hal itu. Wah, kalau benar demikian, saya nggak sabar ingin membaca kisah lainnya di semesta ini.

Packaging & Editing : 3 ⭐

Seperti terbitan gagasmedia lainnya, sampul dan lay out isinya sangat menarik. Ukuran font dan spasinya juga pas buat saya. Hanya saja saya nemu cukup banyak typo yang cukup ganggu. Saya adalah orang yang kurang jeli untuk hal-hal teknis seperti ini. Tapi sempat ketangkep beberapa kali. Semoga di cetakan selanjutnya bisabaiki πŸ™

FINAL RATING : 4 ⭐ (Recommended)

[Book Review] Dalam Kurung – Haditha

Tag

, , , ,


Blurb
Kegiatan melamun sambil menulis lagu sore hari di pinggir sungai buat Djabrik ternyata mengungkap sebuah kejadian ganjil. Nuansa, sahabat yang dirindunya, muncul tiba-tiba dari rumpun bambu. Ia membawa pesan peringatan bahwa makhluk-makhluk dari alam gaib akan terlepas dari kurungan dan membawa malapetakan bagi desa.
Suatu malam, saat Djabrik manggung, kerumunan penonton joget gila-gilaan dengan tawa kesetanan membuyar. Mata mereka putih, pupil hitamnya tersembunyi di balik rongga mata. Auman-auman macan serta lolongan hewan merobek atmosfer malam. Kesurupan massal terjadi di depan Djabrik.
Djabrik menengok ke pohon dekat panggung. Di sana ada sepasang mata pipih bercahaya dengan taring panjang melayang. Djabrik nggeblak!
Peringatan Nuansa menjadi kenyataan.
Celakanya, itu semua baru permulaan.

Keterangan Buku

Judul : Dalam Kurung

Penulis : Haditha

Editor : MB Winata

Penyelaras Aksara : Nomena Hutauruk

Penata Letak : Nunu

Penyelaras Tata Letak : Bayu N. L.

Desainer Sampul : Haditha

Penyelaras Desain Sampul : Raden Monic

ISBN : 9786022202882

Penerbit : PT. Bukune Kreatif Cipta

Tahun terbit : 2019 (cet. 1)

Format : vi + 250 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 77.000,-

My Opinion

“Akan datang malam yang pekatnya lebih dari oli kotor kadaluwarsa. Pandangan tak tembus ke mana-mana. Dan kalian semua akan menyaksikan pasukan tak kasat mata saling bertempur. Ada yang hitam ada yang putih. Saranku, kalau malam itu tiba, kalian jangan keluar rumah” ~ (hal.1)

Apa yang membuat sebuah karya sastra sangat gampang disukai pembaca? Salah satu alasannya disebabkan oleh apa yang ditulis sang author di bukunya sangat relate dengan pembaca tersebut. Apalagi jika hal itu dipadukan dengan imajinasi yang hebat serta plot yang sangat luar biasa. Bisa dipastikan, para pembacanya akan berburu karya penulis yang lain atau menunggu buku terbarunya.

Sudah lama banget saya tidak menemukan novel yang seperti deskripsi di atas. Apalagi di novel horor. Sampai kemudian saya berkesempatan membaca novel berjudul “Dalam Kurung” karangan mas Haditha ini. Bukunya sukses meningkatkan kembali minat membaca saya. ☺

Sekilas gaya bercerita beliau mengingatkan saya pada novel-novel karangan penulis horor favorit saya, Abdullah Harahap. Mungkin karena Mas Haditha juga menggunakan elemen-elemen horor klasik seperti yang sering digunakan Abdullah Harahap di novelnya. Bedanya, plot yang digunakan Mas Haditha lebih dinamis. Seperti penulis thriller modern, Mas Haditha juga menyelipkan plot twist yang memanjakan penggemar film horor. Selain itu, Mas Haditha juga menempatkan adegan-adegan menakutkannya dengan ritme yang pas. (Kalau dalam film, bisa dibilang jumpscare-nya pas, gak kebanyakan tapi berhasil bikin efek kaget).

My Review

Story : 🌟🌟🌟🌟

Djabrik, seorang pemuda kampung yang halus budi (bahasanya 😁) bertemu kembali dengan sahabat lamanya dengan cara yang tak masuk akal. Nuansa yang sangat tertarik dengan dengan hal-hal berbau mistis itu menceritakan pengalamannya selama ia menghilang. Nuansa juga menceritakan perannya di “dunia pararel”, dan memperingati Djabrik tentang mahluk-mahluk jahat yang berhasil memasuki dimensi manusia.

“Sebuah tabir yang tak seharusnya terbuka, terbuka dengan bebas. Kurungan agung jebol. Menyebabkan lolosnya mahluk-mahluk halus jahat masuk ke dunia manusia. Tentu saja Brik, niat mereka tidak baik. Mereka bukan sembarang mahluk halus yang kita ketahui dari omongan orang. Mereka jenis yang beda….”, ~ (hal. 35)

*

Elsa, gadis manis yang disukai Djabrik baru saja menamatkan sekolahnyadi SMK. Meskipun orang tuanya sanggup menguliahkannya, Elsa ingin bekerja dulu mencari pengalaman. Setelah berputar-putar mencari lowongan bersama Djabrik, Elsa diterima bekerja di sebuah warnet. Selain menjaga warnet, Elsa juga sekalian diminta menemani Ayah bosnya yang lumpuh di rumah besar di belakang warnet. Tapi ada satu pantangan, Elsa dilarang masuk rumah itu ketika datang bulan.

*

Tri Dharma bekerja sebagai marketing di sebuah bengkel. Berkat Tri Dharma, bengkel tempatnya bekerja menjadi ramai pengunjung. Tapi tiba-tiba Tri Dharma mendapat “kiriman” dari saingan bengkel tempatnya bekerja. Sejak itu, berbagai peristiwa mistis mengganggu ketentraman hidup Tri Dharma. Sampai kemudian ia bertemu khodam berbentuk macan yang menjadi pelindungnya.

***

Pada awalnya, aku belum bisa menebak apa hubungan antara kisah Nuansa, Djabrik, Elsa dan Tri Dharma. Sampai akhirnya saya berhasil menemukan benang merahnya di pertengahan buku.

Fantasy World : 🌟🌟🌟🌟🌟

“…Rumah yang besar dan sepi penghuni, akan menjadi tempat pilihan mahluk lain untuk ditinggali. Bilamana dirasakan aura kesepian lebih besar, maka, kata Mbok Sasih, mahluk lain itu perlahan-perlahan menggeser eksistensi manusia yang tinggal di sana. Mereka jadi lebih dominan pengaruhnya.”, ~ (hal. 27)

Meskipun kadar horornya ngalahin nobel horor lokal lain yang kubaca, tapi ternyata buku ini bukan murni horor. Penulisnya menyebut genrenya dengan “fantasi klenik”, mungkin mirip seperti genre Paranormal Fantasy dalam novel terjemahan.

Sebagai novel fantasi, world buuldingnya gak kalah heboh dengan novel fantasi terjemahan. Seperti keberadaan portal ke dunia lain, pertarungan antara entitas baik vs entitas jahat, tokoh avatar dll. Hebatnya, penulis menggabungkan ini dengan kearifan lokal dan isu sosial yang sedang hangat.

Characters : 🌟🌟🌟🌟

Selain ke-empat karakter utama yang mendapat porsi paling banyak, banyak karakter-karakter lain juga yang mencuri perhatian. Misalnya Abah yang misterius, Mbok Sasih yang mencurigakan, Kiai Sanjoko, Nimas Gandasari teman-teman band Djabrik dll. Kesemuanya mencuri perhatian dengan karakteristik masing-masing. Bahkan keberadaan tokoh Khodam dan mahluk halus lainnya. Aku dibuat takut dan takjub di saat bersamaan 😁

“Tidak perlu malu. Aku bukanlah manusia. Aku hanya menuruti maumu supaya aku mewujud seperti manusia agar kau nyaman. Aku tetaplah macan. Tidak memiliki hasrat atau hal-hal lain selayaknya manusia”, ~ (hal. 153)

Ending : 🌟🌟🌟🌟

Endingnya sangat memuaskan. Klasik kayak film-film horor jamannya Suzanna. Tapi eksekusi di novel Dalam Kurung ini lebih masuk akal. Dan klimaks sebelum endinh itu benar-benar “memorable” 😁. Terus aku baca epilog tentang 2 tokoh utamanya yang….. (spoilert). Boleh dong, aku berharap akan ada buku tentang mereka lagi? 😍😍

Packaging & Editing : 🌟🌟🌟

Covernya cukup sederhana, tapi menggambarkan isinya. Tulisan judulnya juga dibikin dengan jenis dan ukuran yang mencuri perhatian. Namun menurut saya agak kurang eye catching πŸ™, kayak novel Karung Nyawa (karya penulis lainnya dan aku belum baca 😁) itu keren menurutku. Akan tetapi, ini pendapatku pribadi yang subjektif banget.

Editing dan lay out isinya juga rapi. Saya tidak menemukan typo yang membuat keningku berkernyit dan berhenti baca sejenak. (Eh tapi, kalau ceritanya bikin nagih gini, saya nggak aware sama typo sih 😁)

Final Rating : 4🌟

Teror Meter : 5 πŸŽƒ

Yang pasti, novel ini recommended banget buat penggemar cerita-cerita gothic horor ataupun fantasi. Terutama buat yang sudah “lelah” dengan sosok hantu-hantu internasional πŸ˜„

Review novel ini juga saya tulis secara daily di instagram : @jurnalsibugot

Review Kissing Stranger – Christian Simamora

Tag

, , ,


“Tak seorang pun benar-benar bisa melupakan cinta. Yang ada, kamu hanya berusaha untuk bertahan hidup tanpanya”, ~ (hal. 298)

Blurb

Hidup cuma sekali.
Kenapa tak menciumku sekali lagi?

VENI VIDI AMAVI.
[AKU DATANG]

Sebagai hadiah kejutan untuk hari jadi pernikahan, jauh-jauh hari Esmeralda Saparua memesan paket honeymoon menjelajahi Cape Verde, sebuah negara kepulauan di Afrika.

Esme tak tahu Bastian ternyata berniat mengejutkannya lebih dulu.

“I donοΏ½t love you anymore,” ujar suaminya itu,
sontak memporakporandakan dunia yang mereka bangun bersama selama ini.

[AKU LIHAT]

Karena sudah dibayar lunas, Esme tak punya pilihan selain berangkat ke Cape Verde sesuai rencana.

Dia mengira perjalanan οΏ½bittermoonοΏ½ itu akan kelabu…

hingga tak sengaja bertemu dengan seorang travel blogger bernama Jericho Shailendra.

[AKU MENCINTA]

Sadar luka hatinya masih baru dan berdarah-darah, Esme nggak mengizinkan dirinya untuk memikirkan Jericho lebih dari teman seperjalanan.

Tapi kemudian Esme mendapati sesuatu yang spesial dalam diri cowok itu, yang lebih dalam dan berarti daripada sekadar wajah tampan dan cerita-cerita penuh petualangan.

Jericho memiliki hati yang lembut dan gairah yang menggebu-gebu.
Membuat Esme meragukan keputusannya sendiri hingga bertanya-tanya dalam hati, apa yang bakal gue bawa pulang di akhir perjalanan nanti:
cerita cinta baru atau patah hati sekali lagi?

SELAMAT JATUH CINTA,
CHRISTIAN SIMAMORA

Keterangan Buku

Judul : Kissing Strangers

Penulis : Christian Simamora

Editor : Rinandi Dinata

Perancang Sampul : Ade Ismiati Hakimah

Penata Letak : Ade Ismiati Hakimah

ISBN : 978-602-534-462-6

Penerbit : Penerbit Toro (Imprint Twigora), Jakarta

Tahun terbit : 2018 (cet. 1)

Format : viii + 342 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 97.000,-

My Review

“A girl can’t give her heart too easily”,
[CHEER UP – TWICE]

Ini adalah novel ke sekian dari Babang yang kubaca. Dan seperti biasa, novel-novelnya babang selali fast reading dengan gaya bahasa yang khas. Jadi, udah siap berkenalan sama J-Boyfriend di novel #KissingStrangers? Ini dia ⬇⬇

πŸ‘³β€β™€ Jericho Syailendra, seorang travel blogger yang terkenal sebagai Dr. Dolittle Indonesia karena sering foto selfie sama hewan ☺. Gini nih deskripsi Jericho menurut Esme :
πŸ’ͺπŸ’ͺ Tipikal cowok yang naksir kamu dan menunjukkan perhatiannya dengan gesture sederhana tapi sweet banget. Yang bakal bikin kamu banyak ketawa, yang menikmati berlama-lama jalan bareng sama kamu. Yang kemungkinan besar nggak akan jadi karakter utama di novel romance, meskipun sebenarnya mereka punya potensi besar untuk bikin pembaca jatuh hati. Yang kalau diibaratkan makanan, mereka lebih dikategorikan sebagai comfort food.πŸ’ͺπŸ’ͺ

Gimana? Kamu udah jatuh cinta sama Jericho belum? Kalau udah siap-siap saingan sama Esme. 😁❀

Failure is what makes me stronger, Fear is what makes me run.”, ~ (GOODBYE – B.A.P)

Kalau kamu suka karakter perempuan tangguh, independen dan mandiri maka kamu harus banget baca buku-bukunya babang Tian ini. Karena rata-rata di novelnya, Babang selalu menghadirkan tokoh wanita seperti itu. Termasuk Esmeralda Saparua yang mencuri hati #boyfriend di novel ini. Dibanding novel-novel J-Boyfriend lainnya, harus kuakui kalau aku lebih bersimpati pada Esme.

Alasannya, karena masalah yang dihadapi Esme cukup bikin nyesek. Bayangin aja deh, kamu udah pesab tiket Anniversary jauh-jauh hari sebagai kejutan untuk suamimu. Destinasinya pun sengaja kamu pilih di negeri antah berantah yang kurang populer. Karena kamu tahu, dia suka tempat seperti itu.

Then, what you get is : The bastard said, ” I don’t love you anymore”. Poor Esme 😭😭😿. Kira-kira Jericho bisa balikin kepercayaan Esme terhadap cinta gak?

Ciri khas lainnya dari nobel babang adalah profesi tak boasa dari para tokohnya, yang jarang diangkat dalam novel. Dan profesi itu tak sekedar tempelan. Babang benar-benar series dalam risetnya. Di novel ini, Esme punya usaha yang bergerak dalam jual-beli barang-barang branded Preloved di ebay. Keren banget deh. Dan Jericho adalah seorang travel blogger.

My rating :
Story : 3,5 🌟
Romance : 4 ❀
Sensualitas : 3 πŸ’‹ (21+)

[Review] Delusi Moneter


Dari mana uang berasal? Siapa yang menciptakan uang? Apa yang menyebabkan sebuah negara memiliki banyak hutang?

Saat baru memasuki Sekolah Menengah Pertama, salah seorang guru saya menceritakan betapa gagalnya rezim pemerintahan di masa lalu. Menurutnya, pemerintahan itu telah mewariskan hutang yang sangat banyak bagi warga negara Imdonesia. Lebih jauh lagi beliau menambahkan setiap bayi yang lahir tahun itu sudah terbebani hutang yang nominalnya sangat banyak. (Saya lupa jumlah nya berapa, yang jelas saya belum pernah melihat uang sebanyak itu)

Saat itu logika sederhana saya berpikir, “jika memang utang Indonesia sebanyak itu, mengapa Bank Indonesia tidak mencetak uang yang banyak saja?” 🀣. Beberapa tahun kemudian, saya menyadari betapa bodohnya pemikiran saya saat itu. Seiring waktu pemahaman saya soal uang dan ekonomi meningkat. Tapi tak ada yang memberikan pemahaman selengkap yang saya baca di buku Delusi Moneter ini.

“Buku ini diharapkan dapat dimengerti semua pihak dari kalangan bawah sampai atas, segala profesi pekerjaan, mahasiswa dari semua jurusan, pelajar dan lain sebagainya” ~ (hal.7)

Seperti yang diinginkan penulisnya, buku ini berhasil menjelaskan bagaimana uang dan sistem ekonomi bekerja dan konsekuensinya terhadap ekonomi dalam perspektif berbeda pada semua kalangan. Tak cuma buat profesional tapi juga buat orang-orang biasa yang curious seperti saya.

Blurb

Buku ini berbicara tentang ekonomi moneter namun jauh berbeda dengan yang diyakini banyak orang. Bank dijelaskan sebagai pencipta mayoritas uang dan bukanlah lembaga intermediasi. Cara utama Bank menciptakan uang adalah melalui kredit; sehingga uang adalah utang. Namun utang tidak selamanya seperti utang yang diterbitkan melalui bank bayangan atau obligasi perusahaan. Dijelaskan juga di dalam buku ini, pertumbuhan uang dan utang sulit dikendalikan oleh otoritas moneter atau pemerintah sehingga menjadi akar sejumlah permasalahan terutama ketimpangan dan krisis ekonomi.

Keterangan Buku

Judul : Delusi Moneter, Paradigma yang Berbeda Tentang Uang, Sistem Keuangan, Dan Permasalahannya

Penulis : Joseph Pangaribuan

Editor : Moh. Sidiq Nugraha

Perancang Sampul : Erly Branding & Communication

Penata Letak : Aryo Ceria

ISBN : 978-623-7022-33-6

Penerbit : Deepublish Publisher, Yogyakarta

Tahun terbit : 2018 (cet. 1)

Format : xv + 257 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 90.000,-

Jadi, Apa saja yang dibahas dalam buku ini?

“Kenaikan jumlah uang akan berbanding lurus dengan kenaikan utang; uang yang ada saat ini bersandarkan utang”, ~ (hal. 5)

Bagian pertama adalah mengenai sejarah uang. Pada bab ini dijelaskan bagaimana tahap perkembangan uang sebagai alat transaksi dari yang paling primitif sampai yang paling mutakhir, misalnya uang elektronik. Di sini juga dibahas sejarah Bank dan terbentuknya Bank Sentral.

Bab berikutnya akan memperjelas bagaimana uang saat ini diciptakan serta peranan Bank dan Bank Sentral dalam proses penciptaannya.

Selanjutnya diceritakan tentang bagaimana uang beredar, serta peranan uang dalam sirkulasi ekonomi. Saya jadi paham aktivitas apa saja yang bisa menambah, mengurangi, atau tidak mengubah jumlah uang yang beredar.

Setelah memahami sirkulasi ekonomi, saya dikuliahi tentang suku bunga, yang merupakan instrument utama Bank Central. Pada bagian ini, juga dianalisis tentang klaim-klaim umum terhadap suku bunga.

Bab selanjutnya membahas tentang ketimpangan ekonomi. Pada bagian ini dijelaskan bagaimana sistem ekonomi kita mempengaruhi terjadinya ketimpangan.

Berikutnya, sebelum penutup, penulis membahas mengenai krisis ekonomi, disertai beberapa contoh kasus empiris.

Buku ini direkomendasikan untuk masyarakat biasa maupun praktisi ekonomi. Alasannya :

  • Dibahas mulai dari hal dasar (sejarah uang), sehingga orang yang buta sama sekali soal ekonomi pun bisa mengerti bahasan selanjutnya.
  • Selain pengetahuan soal moneter dan sistem ekonomi, penulis juga memasukkan pemikiran-pemikiran kritisnya. Sehingga bisa menjadi bahan diskusi bagi yang melek ekonomi.

Bahasa yang digunakan sangat lugas dan informatif. Kerangka pembahasannya juga komprehensif. Apalagi juga disertai contoh berupa data-data yang sangat membantu.

[Review] Rumah Kremasi

Tag

,


Blurb

Manusia laci menjelaskan padaku bahwa semua orang melempar kabar dengan menulis di pikiran mereka masing-masing. Mereka yang barbar dan berdarah dingin akan berlomba-lomba menulis dan membaca pikiran orang-orang yang tersebar di seluruh penjuru gelombang pada udara. Mereka melakukannya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pribadi agar merasa ada. β€” Tezcatlipoca

Sementara api? Dia menjalar, mengelilingi kita, tapi membiarkan orang menyaksikan saat-saat terakhir di tengah kobaran zatnya. Kusen langit-langit rumah berjatuhan, pintu kayu rusak, gorden terbakar, sofa dan karpet seperti daun meranggas, dan semua yang ada di hadapanmu bermetamorfosis. Namun, api tetap tenang di sekitar, tak menyentuhmu hingga kau tak bisa lagi menikmati apa-apa. Tahu-tahu, kau sudah mati. β€” Rumah Kremasi

***

Kumpulan Cerpen ini berisi sepilihan cerita pendek karya Ayu Welirang dari tahun 2012 hingga 2018 yang dikumpulkan dari berbagai media. Bercerita tentang hidup, mati, dan apa yang tidak pernah benar-benar ada dalam isi kepala manusia. Menjurus pada black comedy, hal-hal tabu, dan kematian yang jarang diperbincangkan.

Keterangan Buku

Judul : Rumah Kremasi, Kumpulan Cerita Pendek

Penulis : Ayu Welirang

Editor : Kalen

Perancang Sampul : Sukutangan

Penata Letak : Kalen

ISBN : 9786025304910

Penerbit : CV. Maneno Books

Tahun terbit : 2018 (cet. 1)

Format : 122 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 51.000,-

My Opinion

Berbeda dengan novel atau prosa panjang lainnya, cerpen bisa diselesaikan dalam beberapa menit saja. Biasanya, cerpen hanya mengtengahkan satu konflik dalam sebagian kecil fase hidup tokohnya. Meskipun demikian, cerpen tak selalu “dangkal”. Adakalanya pembaca justru merenung lama setelah membaca fiksi singkat ini. Misalnya saja cerpen-cerpen yang ditulis Ayu Welirang dalam buku ini.

Sebagian besar cerpen yang ditulis Ayu dalam ini bermain-main dalam genre black comedy. Aura surealis sekaligus sarkasme-nya membuat saya “dipaksa” berpikir tentang isu-isu kemanusiaan yang diangkatnya. Saya juga terkesia dengan pilihan kata-kata yang digunakan Ayu, bahkan ada beberapa bagian yang sama sekali asing buat saya.

Ada sepuluh cerita dalam buku ini.

1. Dongeng Mbah.

Bercerita tentang aku dan sepupu-sepupunya yang selalu didongengi oleh Mbah Putri saat pulang kampung di hari raya. Malam itu mbah bercerita tentang legenda perempuan yang meminta tulang babi ngepet.

Cerpen ini menjadi pembuka yang menarik. Saya bisa langsung membayangkan suasana saat mbah putri bercerita. Sederhana, tapi amanatnya sampai. Sebuah twist di ending membuat saya tak sabar membaca kisah berikutnya.

2. Tezcatlipocca

Bercerita tentang “aku” yang dikunjungi oleh pewarta dari masa depan yang keluar lewat laci dari meja riasnya. Mau tak mau saya jadi ingat doraemon πŸ˜‚. Tapi si manusia laci ini sama sekali tidak lucu seperti doraemon.

Alih-alih dia malah memberi kabar buruk tentang apa yang akan terjadi di abad 22. Mengapa si manusia laci justru mengunjungi “aku”?

3. Migdal Bavel

Merupakan retelling dari pembangunan Migdal Bavel (Menara Babel). Konon, menara tertinggi yang pernah ada di bumi ini merupakan lambang kesombongan manusia.

Seperti sebuah dongeng yang diceritakan oleh kawan lama, Ayu berhasil memberikan warna baru pada kisah kaum Aad ini. Meskipun seluruhnya diceritakan lewat narasi, tanpa dialog satu pun.

“Aku lebih baik dikekang di neraka sana, tapi berhak memiliki diriku sendiri”, ~ (hal. 42)

4. Sembunyi di Tepi Jendela Lantai Dua

Salah satu cerita dengan tingkat surealitas tinggi. Tapi di balik keabsurd-annya terkandung sindiran sosial yang tepat sasaran.

5. Jika Masih Ada Kedai Yang Buka

Bercerita tentang “aku” yang minum kopi sendirian, menunggu kekasih brengseknya yang tak datang-datang sampai jam satu pagi. Di tengah rasa kedal dan malu, “aku” bertemu dengan laki-laki eksentrik yang mengajaknya bercerita tentang kematian. Jati diri si lelaki asing sebenarnya cukup mengejutkan.

“Bagaimana harus menjalani kehidupan untuk menebus dosa di kubangan dosa?” ~ (hal. 72)

6. Dosa Asali

Mengangkat tema yang cukup sensitif tentang konsep dosa turunan. Tapi ide soal siklus kehidupannya sangat menarik dan sekali lagi sindirannya sangat menyentil 😁

7. Sebab Televisi Berbingkai Bangkai

Jujur saya cukup bingung dengan cerpen yang ini. Siapakah “kau” yang dimaksud aku? Apakah seorang selebritis? Tapi yang jelas (lagi-lagi) kritik sosialnya tersampaikan dengan hebat.

8. Rumah Kremasi

Cerpen terpanjang sekaligus menjadi judul buku ini. Bercerita tentang sebuah grup diskusi yang membahas cara-cara paling keren untuk mati. Grup bernama rumah kremasi ini rutin mengadakan pertemuan setiap minggu. Bersama-sama mereka menertawakan “kematian”. Ada twist juga di endingnya πŸ˜†

“Manusia memang seperti B, tapi jangan sekali-sekali pakai kata B kalau dianggap B saja masih marah”, ~ (hal. 104)

9. Seperti B, Tidak ada B

Bercerita tentang dewan hewan dari dimensi lain yang tak terima namanya digunakan sebagai makian oleh manusia. Suatu hari, hewan dengan nama yang mengandung huruf B melakukan balas dendam pada manusia yang seenaknya saja mencatut namanya.

Balas dendam yang kejam dan gore ini berhasil membuat kata B hilang dari kamus permakian manusia 😁. Cerita yang paling bikin ngakak, meski bikin merinding juga. Tapi, lagi-lagi amanatnya tersampaikan dengan jelas.

10. Amy

Cerita paling realistis dalam antologi ini. Sekaligus penutup yang manis setelah sembilan cerita sebelumnya penuh dengan kritik sosial yang kentara.

Bercerita tentang pelukis sketsa yang bertemu dengan gadis buta di sebuah taman. Sang gadis berhasil memberikan inspirasi pada pelukis itu. Bisakah mereka bertemu kembali?

My Review

Meskipun bebas mulai membaca dari mana saja. Tapi saya termasuk pembaca konvensional yang selalu membaca dari awal. Termasuk untuk kumpulan cerpen. Karena itu proses kurasi cerpen itu sangat penting bagi saya. Jika menemukan satu kisah yang tidak menarik, saya bisa menghentikan membaca, lalu mulai lagi kapan-kapan.

Antologi karya Ayu Welirang ini disusun dengan tepat. Cerita pembukanya cukup cetar, lalu cerita-cerita berikutnya berhasil mempetahankan ritme membaca saya. Kemudian sampai di cerita terakhir yang berkesan πŸ˜†

Seperti halnya buku kumpulan cerpen, ada beberapa yang saya favoritkan, tapi tak ada yang tak saya suka. Semuanya menarik. Buku ini berhasil menjadi selingan yang menyenangkan setelah beberapa minggu ini bacaan saya didominasi oleh kisah-kisah romansa 😁. Sangat direkomendasikan.

Oh iya, lupa! Desain sampul yang dibikin oleh Sukutangan ini kece banget 😍😍

Buku ini saya ganjar dengan rating 3,75 🌟