Characters Monday #1 : 5 Tipe Chef dalam “Little Bit of Muffin”

Tag

, , , ,


chef

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu, saya ikut baca bareng salah satu serie yummilit Bentang Pustaka. Ini pertama kalinya saya ikut baca buku bareng di instagram, dan ini juga pertama kalinya saya membaca buku yummilit. Dan saya benar-benar menikmatinya, baik cerita bukunya maupun even baca barengnya. Ya, walaupun saat itu saya dan @pinkreviews kebagian batch 2. Tapi gak apa-apa sih, toh teman-teman dari batch 1 tetap ngeramein koq. Makasih ya mbak @atriasartika yang udah milih saya bua ikutan :D.

little-bit-of-muffinJadi ada yang menarik nih, waktu saya baca novel karangan Aiu Ahra ini. Review novel “Little Bit of Muffin” ini bisa dicek juga ya di instagram saya @harovansi. Sebagai orang yang bekerja di departemen Food and BEverages, saya merasa deskripsi mbak Aiu Ahra tentang kitchen sangat detail. Begitu juga karakter-karakternya. Sangat mewakili beberapa teman yang pernah saya temui. Sehingga akhirnya saya iseng bikin postingan ini. (Disclaimer : Foto hanya Ilustrasi ya, bukan ngegambarin karakter masing-masing tokoh)

Berikut ini lima karakter (kesemuanya chef) dalam novel ini yang melambangkan beberapa karakter yang pernah saya temui di kitchen.

  1. Kesha, Si moodi.

Kesha ini karakternya baperan dan emosinya gampang terbaca. Suasana hatinya selalu ngaruh ke kerjaan. Tipe begini paling enak kalau dijadikan teman, tapi ngerepotin banget kalau jadi rekan kerja :D. Apalagi kalau udah terlibat cinlok, bisa repot deh kita sebagai rekannya. Kalau orang tipe ini adalah cook junior yang baru masuk kitchen, bisa dipastikan dia akan jadi sasaran bully para senior.

2. Evan, si Prince Charming.

Tipe ini adalah tipe idaman. Cook junior yang kebetulan nemu chef dengan kepribadian kayak Evan ini beruntung banget. Karena selain emang baik sama semua orang, dia juga mimpin dan ngajarin dengan sabar. Jarang banget ngebentak-bentak :D. Biasanya jadi idola para junior nih, dan bisa dipastikan ada rekan kerja cewek yang dibuat baper.

3. Gathan, si Mr. Cool.

Dapat rekan model begini enak juga sih. Cuma kita harus usaha ekstra buat akrabin diri sama dia. Apalagi kalau kebetulan chefnya yang berkepribadian kayak Gathan. Kita para junior yang mau belajar mesti usaha banget buat ngambil hati dan belajar sama dia. Meskipun terkesan cuek, tapi chef tipe ini sangat “perhatian”. Kadang-kadang dia lagi fokus nerjain sesuatu tapi tetap bisa ngasih tahu kesalahan kita (tanpa nengok ke kita). Tapi orang tipe ini kalau ngomong juga jarang ngebentak-bentak sih. Walau kadang-kadang agak pedas kritikannya. Paling senang ketemu chef yang kayak gini. Profesional banget.

4. Lidya, si miss perfect.

Kamu cook baru dan agak ceroboh lalu ketemu chef kayak Lidya? Kelar idup lo :D. Kalau gak kuat iman bisa ngundurin diri dari dunia perdapuran, hehe. Chef model Lidya memang memiliki standar yang sangat tinggi. Kadang terlalu keras pada anggotanya dan bahkan pada dirinya sendiri. Tapi biasanya gampang down kalau dapat kritik.

5. Ferdi, si Mr. Arrogant

Si besar mulut. Enak sih kalau ketemu rekan kerja kayak Ferdi. Biasanya dia dengan sengaja (atau tidak) gampang banget bagi-bagi ilmu yang dimiliki. Jadi buat kita yang masih pemula dan minimpengalaman, ketemu chef atau rekan kerja kayak Ferdi ini anugrah sebenarnya. Cukup ngertiin aja kalau omongannya selalu meninggi.

Hehe, gimana? kamu penasaran juga gak baca “Little Bit of Muffin”? Nanti share juga dong, favorit kalian yang mana?

Eh iya, rencananya saya mau rutin posting Characters Monday tiap minggu. Jadi isi postingannya tentang karakter/tokoh dalam novel yang baru dibaca. Teman-teman yang mau ikutan share linknya dong di sini. Biar bisa saling berkunjung kita.

Blogtour : Puzzle of Lies (Review + Pengumuman Pemenang Giveaway)

Tag

, , , ,


“Aku tahu bahwa aku ini bukan orang yang baik. Tapi kau tetap membelaku dan mengatakan bahwa aku ini orang yang baik?”

“Tidak. Kau ini memang orang yang tidak beruntung. Tapi aku ingin mengatakan bahwa kau bukanlah orang yang sangat malang.” Wanita itu tertawa. Akupun ikut tertawa.

puzzle2

Blurb

Namaku Jo Yun Geon. Seorang Pengacara. Beberapa hari yang lalu, Mi Hyang, temanku saat kuliah tiba-tiba menelepon ke kantor biro hukum tempatke bekerja. Dia adalah seorang hakim dan hubungan kami sedikit rumit.

“Aku ingin kau menjadi wali,” kata Mi Hyang.

“Namanya  Dan Tae, anak laki-laki, usia sembilan tahun.”

Sialnya aku tak bisa menolak saat tiba-tiba anak laki-laki itu datang ke apartemenku dan harus tinggal denganku.

Selesai sudah kehidupan single-ku yang bebas.

Keterangan Buku

puzzlePenulis                   : Kim Eun Jeong

Penerjemah          :  Putu Pramania Adnyana

Editor                     :  Selsa Chintya

Proofreader           : Titisk A. K

ISBN                       : 9786026383037

Penerbit                : Penerbit Haru

Tahun terbit           : November, 2016

Format                   : 575 halaman Paperback

My Opinion

Membaca blurb dari novel ini mungkin teman-teman menduga akan terjadi love interest antara Yun Geon dan Mi Hyang. Awalnya saya juga menebak demikian. Tapi ternyata dugaan itu benar-benar meleset saudara-saudara :D. Jadi jauhkan dulu ekspektasi tentang relationship antara Yun geon dan Mi Hyang ya. Karena meskipun memiliki peran yang sangat penting dalam keseluruhan kisah ini ternyata Mi Hyang “hanya” merupakan karakter pembantu.

Dan perlu saya akui juga bahwa itu bukan satu-satunya hal yang berhasil mengecoh saya, sepanjang cerita Kim eun Jeong menggiring saya pada dugaan-dugaan yang terus meleset. Yang tentu saja membuat saya tak bisa berhenti melanjutkan ceritanya.

Seperti judulnya, “Puzzle of Lies”, sebagian besar karakter dalam novel ini memang memiliki dan menyimpan kebohongannya masing-masing. Boleh dibilang “kebohongan” adalah masalah utama yang menyebabkan keseluruhan cerita ini terjadi. Dan untuk beberapa hal, saya bersyukur untuk kebohongan itu.

Ok, begini ceritanya. Jo Yun Geon adalah seorang pengacara yang khusus menangani masalah warisan. Yun Geon bukan badboy, tapi karakternya memang tipikal anti hero begitu -egois, materialistik, sarkastik dan semacamnya-. Jadi sudah bisa ditebak, sebagai seorang pengacara pun, dia tidak peduli pada masalah internal kliennya. Karena tugasnya hanya memastikan pembagian harta warisan sesuai dengan permintaan kliennya. Dan dia mendapatkan bayarannya.

Memangnya pengacara berjuang demi keadilan dan kebenaran? Pengacara hanya berjuang demi kliennya. … ( Yun Geon, h-5)

Suatu hari, Yun Geon mendapat klien seorang konglomerat eksentrik bernama Ho Myeong So. Bapak tua ini tidak mau mewariskan sepeserpun hartanya pada anak-anaknya yang serakah. Awalnya Yun Geon tidak mau menangani kasus ini. Tapi Tuan Myeong So menjanjikan sebanyak lima persen hartanya untuk Yun Geon setelah masalah ini selesai. Dengan syarat Yun Geon harus mengawasi keseharian tuan Myeong So.

Di hari yang sama, hakim Mi Hyang yang merupakan teman kuliah Yun Geon datang dan memintanya menjadi wali bagi Ahn Dan Tae. Dan Tae adalah anak laki-laki berusia sembilan tahun yang mengaku mengalami pelecehan seksual. Yun GEon yang tidak menyukai anak-anak terpaksa mengurus Dan Tae di rumahnya. Karena itu bersikap dingin dan ketus pada anak itu.

Ini sebabnya aku tidak suka anak-anak. Anak-anak membuat segala situasinya menjadi kesalahan orang dewasa, meskipun sebenarnya bukan kesalahanku. Kalau aku sudah mengumpulkan cukup uang dari pekerjaanku sebagai pengacara, aku harus menerbitkan buku MEMAHAMI ANAK-ANAK UNTUK ORANG DEWASA. Aku akan menulisnya dengan berpihak sepenuhnya kepada orang dewasa. Pasti akan menjadi best seller. (Yun Geon, h-51)

Selama Dan Tae tinggal di rumahnya, terjadi beberapa kejadian yang membuat keduanya menjadi dekat -meskipun Yun Geon tidak mau mengakuinya-. Hanya saja, Yun Geon merasa Dan Tae terlalu ceria untuk ukuran seorang anak yang baru saja mengalami pelecehan seksual. Jaksa Na In Yeong yang menjadi penuntut dalam kasus ini juga meragukan kesaksian Dan Tae. Apakah Dan Tae berbohong? Kalau iya, mengapa ia harus berbohong? Siapa yang sebenarnya ingin dilindungi Dan Tae?

Jaksa Na yang menangani kasus Dan Tae ini ternyata juga memiliki hubungan khusus dengan Yun Geon di masa lalu. Bisa dibayangkan bagaimana situasi ini membuat kehidupan Yun Geon yang biasa-biasa saja menjadi jungkir balik. Apalagi In Yeong secara terang-terangan akhirnya mengakui bahwa ia masih berharap memperbaiki hubungannya kembali dengan Yun Geon. Tapi Yun Geon yang masih menyimpan rasa bersalah pada Eun Je-kekasihnya di masa lalu- masih belum yakin bisa memulai sebuah hubungan baru.

Masa lalu itu hanya berhenti sejenak. Apa susahnya menyambungnya kembali. (In Yeoung, h-203)

Kepingan-kepingan rahasia dan kebohonngan yang pelan-pelan terkuak akan mengubah hidup Yun Geon selamanya.

My Review

Cerita dan Plot : *****

Ide ceritanya fresh dan menarik. Cerita tentang pengacara yang antihero memang banyak, tapi Kim Eun Jeong meramunya dari sisi yang sama sekali berbeda. Unsur dalam novel ini juga komplit, ada romance, keluarga, legal drama dan juga komedi. Saya suka penggambaran Kim Eun Jeong yang realistik. Profesi dan keseharian Yun Geon sebagai pengacara dijelaskan dengan detail. Jadi kita sebagai pembaca tahu bahwa Yun Geon seorang pengacara bukan hanya karena penulis mengatakan dia “pengacara” tapi juga karena aktivitas yang dilakukannya sehari-hari.

Plotnya juga sangat rapi. Penulis dengan cerdas memilah-milah kapan harus menyisipkan adegan flash back atau kapan alurnya harus dipercepat. Sehingga pembaca tidak bingung dan bosan. Jarang-jarang juga nih saya ngasih lima bintang untuk cerita dan plot dalam sebuah novel.

Karakter dan Perkembangan Karakter : ****

Karakter-karakter dalam novel ini juga tidak hitam putih. Sebagai manusia mereka memiliki sisi baik dan sisi buruknya masing-masing. Kim Eun Jeung juga menggambarkan latar belakang kenapa sebuah karakter bersikap demikian. Sehingga semuanya jadi serba masuk akal. Yah, walaupun menurut saya karakter Dan Tae ini agak terlalu bijaksana untuk anak seusianya. Tapi jangankan saya, Yun Geon sendiri masih bingung tentang hal ini. Jadi saya putuskan ini masih wajar 🙂

Apa aku masih normal kalau berkonsultasi masalah percintaan dengan anak kelas 3 SD ini? Lalu, kelihatannya anak ini sekarang berniat mengajariku dengan serius, seolah-olah dia adalah mentorku untuk masalah percintaan. (Yun Geon, h-533)

Perkembangan karakter dan hubungan antar karakter juga berlangsung wajar. Sikap Yun Geon bisa berubah bukan tanpa alasan. Dan beberapa watak aslinya seperti sarkastik dan mata duitan tidak berubah. (well, menurut ilmu Psikologi, watak bukanlah sesuatu yang bisa berubah karena satu atau dua kejadian saja) Satu lagi nilai plus untuk novel ini.

Twist : *****

Dari judulnya sudah ketahuan kan, kalau sepanjang novel ini kita akan disuguhkan banyak twist yang mulai terbuka sejak pertengahan cerita.

Ending : *****

Endingnya sesuai dengan ekspektasi saya. Memang seharusnya berakhir demikian. Dan pilihan yang akhirnya diambil Yun Geon tetap menjadi kejutan bagi saya di akhir cerita.

Terjemahan Tata Bahasa : ****

Jujur, sebenarnya saya bukan typo detector. Kalau ceritanya seru, saya bahkan nggak sempat mengecek adanya kesalahan tanda baca atau semacamnya :D. Tapi sejauh saya membaca novel ini tidak ada masalah yang terlalu menggangu saya. Satu-satunya masalah yang masih saya hadapi ketika membaca karya terjemahan adalah kelemotan saya dalam mengingat nama-nama.

Apalagi di Korea (seperti halnya negara Eropa), ada kebiasaan untuk memanggil seseorang  dengan nama keluarga ataupun nama panggilannya. Jadi tolong maafkan saya ketika di bab-bab awal, saya sempat berpikir bahwa In Yeong dan Jaksa Na yang datang ke kantor Yun Geon di awal cerita adalah dua orang yang berbeda. :X

Cover : *****

Covernya cantik, dan kalau kita jeli. Covernya sudah memberikan clue tentang isi novelnya.

Keseluruhan : 4,6 bintang (Very Recommended)

Giveaway Time

banner-blogtour-puzzleoflies

Bagaimana, apa kamu tertarik untuk membaca buku ini? Kabar baiknya saya dan penerbit haru beserta empat blog buku lainnya menyediakan satu novel di tiap blog. (silahkan cek banner di atas untuk melihat blog apa saja yang berpartisipasi). Blogtour ini berlangsung sebagai bagian dari rangkaian acara ulang tahun penerbit haru yang ke enam. Happy birthday Haru v(^^)v.

Oke, Begini Rulesnya :

  • Follow semua media sosial penerbit haru (instagram @penerbitharu, twitter @penerbitharu dan fanpage Penerbit Haru)
  • Follow blog ini via wordpress, linky atau email.
  • Share postingan ini di media sosial kamu dengan tagar #puzzleoflies #haru6big dan #GABugotPuzzle
  • Buat sebuah postingan tentang satu karakter dalam novel-novel terbitan Haru grup (penerbit haru, penerbit spring, penerbit inari) yang jadi favorit kamu. Postingan bisa dibikin di blog, facebook atau Instagram.
  • Dalam postingan itu, sertakan alasan kamu menyukai tokoh itu serta judul novel tempat tokoh itu berada. Kalau novel itu sudah difilmkan, kamu bisa tampilkan foto pemerannya. Atau kalau belum difilmkan kamu bisa pilih Imaginary Cast-mu sendiri 🙂
  • Kalau kamu postingnya di Instagram, cukup posting foto pemeran atau Imaginary castnya. Lalu bikin keterangan tokoh di caption. Jangan lupa tag saya ya @harovansi.
  • Kalau sudah, silahkan masukkan link postingan kamu di commentar postingan ini.
  • Giveaway berlangsung hari ini tanggal 18 Januari 2017 sampai hari rabu tanggal 25 Januari 2014. Dan akan saya umumkan tanggal 26 Januari 2017 di blog ini.
  • Selamat berpartisipasi dan ayo bersenang-senang ^^/

Pengumuman Pemenang Giveaway :

Terima kasih ya untuk teman-teman yang sudah ikutan. Jadi makin berharap novel-novel terbitan haru yang lain akan segera difilmkan. Imaginary cast yang teman-teman posting mirip banget sama bayangan saya ^^/

Tapi tetap saya cuma bisa pilih satu aja pemenangnya :(. Jadi yang belum menang jangan berkecil hati ya. Tungguin Giveaway selanjutnya di blog ini.

Dan yang berhak mendapatkan novel Puzzle of Lies adalah….

Selamat Rani W (ig : @ranidaiki), kamu pemenangnya. Tolong segera kirimkan data diri kamu via DM instagram atau twitter @harovansi ya ^^/.

Review : Selestia dan Penjara Teka-Teki

Tag

, , , ,


seles

Blurb :

“Jadi siapa yang bikin jajanan-jajanan ini?” tanya Selestia penasaran.

“Namanya Nenek Gayatri. Beliau tinggal di Hutan Janariya, yang ada di sebelah selatan desa,” jawab Raka.

“Iya. Nagasari, Onde-onde, Semar Mendem, Gemblong, Lupis, semuanya yang bikin Nenek Gayatri,” imbuh Herman bersemangat.

“Wah, kalau begitu karyawannya banyak dong. Bisa bikin berbagai macam jenis jajanan setiap harinya,” tukas Seles.

Ndak kok, non. Nenek Gayatri Ndak punya pembantu sama sekali. Saya Ndak pernah lihat,” jelas Pak Lik Sarlito.

Selestia yang sedang berlibur ke rumah sepupunya, Raka, merasa ada yang aneh. Akhirnya Seles, Raka, Herman, Mutun, dan Nori berangkat ke Hutan Janariya untuk menemui Nenek Gayatri, sang pembuat kue andal.

Sesampainya di Hutan Janariya, Nenek Gayatri tidak terlihat. Tetapi mereka menemukan ada sebuah ruangan di bawah tanah yang menyerupai dapur dan tercium wangi makanan lezat dari sana. Di ruangan itu ada makhluk aneh menyerupai manusia yang sedang bekerja. Siapakah mereka? Ruang apakah itu? Apa Nenek Gayatri ada di sana? Apakah mereka bisa kembali ke rumah? Baca cerita lengkapnya hanya di Selestia dan Penjara Teka-Teki!

Keterangan Buku :

selestia

Penulis                  : Yozar Firdaus Amrullah

Editor                     :  Nadia Mardatilla Arif

ISBN                       : 9786027652828

Penerbit                : Buah Hati Books

Tahun terbit           : 2015

Format                   : 254 halaman Paperback

My Opinion

Melihat cover novel ini, saya langsung teringat pada novel-novel middle grade yang pernah saya baca saban tahun. Meski sudah berumur seperti ini, membaca children literature tetap merupakan hal yang menyenangkan bagi saya. Ketika membaca buku-buku sejenis ini, saya tidak perlu memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi tentang plot ataupun gaya bercerita. Karena saat membacanya, saya cukup menempatkan diri sebagai anak-anak juga :D. Kerinduan saya akan bacaan-bacaan seperti ini bisa terobati dengan membaca novel ini.

Garis besar ceritanya cukup sederhana sebenarnya. Mengingatkan kita kembali pada kenangan saat di sekolah tentang liburan di rumah nenek di desa. Bedanya, di novel ini Selestia berliburnya di rumah tante. Tetap ada nenek-nenek baik hati kok di novel ini :).

Selestia adalah seorang anak perempuan kelas tujuh yang sangat suka dengan teka-teki. Dia bahkan langganan majalah anak-anak yang memuat rubrik teka-teki. Biasanya ia dibantu oleh pembantu keluarga mereka yang sudah sangat akrab dengan Seles, Mbak Ratri. Orang tua Selestia keduanya sibuk bekerja. Tapi bukan berarti Selestia kurang kasih sayang. Meskipun sibuk, papa dan mamanya selalu punya waktu untuk Selestia. Tapi sayang, saat liburan ini kedua orang tuanya tidak bisa menepati janji mereka untuk mengajak Selestia berlibur. Sebagai gantinya mamanya menganjurkan Seles untuk liburan di rumah tante Suryani di desa. Kebetulan tante Suryani juga memiliki anak seusia Seles, yaitu Raka.

Di kampung Raka ini ada seorang nenek-nenek pembuat jajanan tradisional yang sangat enak. Tiap hari nenek ini membuat beraneka jajanan tradisional yang sangat banyak. Anehnya nenek Gayatri ini tinggal sendiri di tengah hutan dan tidak memiliki pegawai. Secara logika tidak mungkin dia bisa membuat jajajan sebanyak itu tanpa bantuan orang lain. Karena itu Selestia, Raka dan tiga orang teman-temannya -Herman, Mutun dan Nori- berkunjung ke rumah nenek Gayatri untuk melihat-lihat. Tanpa sengaja mereka menemukan rahasia nenek Gayatri. Rahasia yang melibatkan “mahluk lain” yang tinggal di bawah tanah. Mereka di sebut Ningrat Biru.

Ningrat biru ini sangat mirip dengan manusia, tapi mereka memiliki telinga yang ujungnya melancip (seperti elf) dan kedua bola matanya berwarna biru. Ternyata selama ini nenek Gayatri dibantu oleh bangsa Ningrat Biru yang memiliki resep rahasia membuat jajanan tradisional. Karena sudah menemukan rahasia mereka, Selestia dan teman-temannya harus mengikuti serangkaian test jika ingin kembali ke dunia manusia. Disinilah cerita petualangan yang seru itu dimulai.

Novel ini penuh dengan nilai-nilai moral yang sangat cocok dibaca anak-anak. Ceritanya mengalir dan tidak bertele-tele. Bagi yang pernah tinggal di desa, keseharian Raka dan teman-temannya bisa menjadi ajang nostalgia. Bagi yang belum pernah bisa ikut membayangkannya :D. Penulis juga menggabungkan unsur-unsur modern dan tradisional dalam novelnya. Seperti Mutun, salah satu sahabat Raka yang suka bermain game di gadgetnya.

Teka-teki yang menjadi bagian penting dalam cerita novel ini juga cukup sulit dijawab, tapi masih mungkin untuk ditebak. Dan saya senang karena tidak ada pacaran-pacarannya disini. (Kalau di sinetron Indonesia pasti anak kelas tujuh ini sudah ngomong cinta-cibtaan :D). Memang sih ada beberapa bagian yang menunjukkan rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Tapi digambarkan dengan polos sesuai dengan pembaca middle grade.

Secara keseluruhan, saya sangat menyukai novel ini. Sepertinya penulis dan penerbit sudah mempertimbangkan desain dan set novelnya untuk pembaca middle grade. Seperti fontnya yang cukup besar, beberapa ilustrasi yang diselipkan dalam cerita dan covernya yang menggambarkan anak-anak di depannya. Dari covernya kita sudah tahu karakter masing-masing tokoh dan siapa yang berperan sebagai lead :). Sepertinya saya harus lebih banyak membaca buku-buku seperti ini.

My Review :

  • Cerita dan Plot : ****
  • Karakter dan perkembangan karakter : ****
  • Twist : ***
  • Ending : ****
  • Cover : ****
  • Keseluruhan : 3,8 bintang (Recommended)

An Ember In The Ashes (Blogtour & Giveaway) + Pemenang Giveaway

Tag

, , , , ,


Kau adalah bara di tengah abu, Elias Venturius. Kau akan menyala dan membakar, merusak dan menghancurkan. Kau tak bisa mengubahnya. Kau tak bisa menghentikannya. (h-80)

ember

Blurb

Laia seorang budak, Elias seorang prajurit. Keduanya bukan orang merdeka. Saat kakak laki-laki Laia ditahan dengan tuduhan pemberontakan, Laia harus mengambil keputusan. Dia rela menjadi mata-mata Komandan Blackliff, kepala sekolah militer terbaik di imperium, demi untuk mendapatrkan batuan untuk membebaskan kakaknya. Disana dia bertemu dengan seorang prajurit elite bernama Elias.

Elias membenci militer dan ibunya, Sang komandan yang brutal. Pemuda ini berencana melarikan diri dari Blackliff, menanggung risiko dicambuk sampai mati jika ketahuan. Dia hanya ingin bebas.

Elias dan Laia. Keduanya akan segera menyadari bahwa nasib merekan akan saling silang, dan keputusan-keputusan mereka akan menentukan nasib Imperium, dan bangsa mereka.

Keterangan buku

ember2Penulis                  : Sabaa Tahir

Penerjemah          :  Yudith Listiandri

Editor                     :  Mery Riansyah

ISBN                       : 9786027432284

Penerbit                : Penerbit Spring

Tahun terbit           : November, 2016

Format                   : 518 halaman Paperback

My Opinion

Saat pertama melihat An Ember In The Ashes, saya berpikir kalau ini adalah sebuah epik sejarah. Konflik dan penggambaran latarnya sangat mirip dengan situasi Yunani kuno. Tapi belakangan saya mengetahui, bahwa penulis memang terinspirasi dari peradaban yang pernah berjaya tersebut. Tapi An Ember In The Ashes adalah murni sebuah novel high fantasy dengan detail yang konkrit. Sabaa Tahir menciptakan universe baru yang terdiri dari beberapa bangsa besar : Martial, Scholar, Tribe dan lainnya. Martial, Scholar dan Tribe berada dalam sebuah negara kesatuan bernama Imperium yang dipimpin bangsa Martial.

Konflik besar yang terjadi dalam serial ini didasari oleh pemerintahan Imperium yang tiran. Bangsa Scholar sebagai bangsa terjajah mendapatkan hak paling rendah. Mereka bahkan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan. Biasanya bangsa Scholar hanya mendapat pekerjaan rendahan seperti membuat selai atau berdagang di pasar kecil. Banyak yang nasibnya lebih tragis dan berakhir sebagai budak. Bangsa Tribe nasibnya lebih baik, karena adanya perjanjian sebelum peperangan dengan tetua kaum Martial.

Laia adalah seorang Scholar yang merdeka awalnya. Ia hidup tenang bersama Nan, Pop dan kakaknya di desa. Sampai pada suatu hari, prajurit mask dari pemerintahan Imperium merenggut semuanya dari Laia. Nan dan Pop meninggal. Sedangkan Darin, kakaknya ditangkap. Demi menyelamatkan Darin, Laia menjual kemerdekaannya. Ia rela menjadi budak untuk menyamarkan identitasnya sebagai mata-mata bagi Renaisance, para pemberontak.

Kau akan membakar, karena kau adalah bara di tengah abu. Itulah takdirmu… (h-466)

Elias, walaupun terlahir sebagai keturunan klan paling berpengaruh di Martial tidak memiliki nasib lebih baik. Masa kecilnya direnggut untuk dilatih menjadi prajurit mask di Blackliff. Calon prajurit ini mendapat perlakuaan yang bahkan lebih menyedihkan dari para budak di sekolah tersebut. Mereka dilatih sejak kecil untuk menjadi “anjing penjaga” tak berperasaan yang melindungi kejayaan imperium. Yang paling membuat saya bergidik adalah kewajiban para prajurit mask untuk menggunakan topeng (mask) yang perlahan-lahan akan menyatu dengan kulit wajah mereka. Sehingga tidak bisa dilepas lagi. Elias berbeda, topeng itu tak pernah benar-benar menyatu secara sempurna dengan wajahnya.

…Kau punya jiwa. Jiwa itu rusak, tapi tetap ada. Jangan biarkan mereka mengambilnya darimu, Elias. (h-436)

Dalam novel setebal 516 halaman ini kita akan dibawa untuk mengikuti perjalanan Laia dan Elias. Bagaimana menegangkannya menjadi Laia yang harus memata-matai wanita paling kejam seimperium yang mendapat kenikmatan dari menyiksa orang. Saya sempat kesal dengan karakter Laia ini, karena sebagai heroine utama ia terlalu pengecut. Namun semuanya menjadi masuk akal, karakter Laia dibuat sangat manusiawi. Pada akhirnya Laia menunjukkan ketangguhannya sebagai seorang pemberontak.

Membaca novel ini tidak pernah membosankan. Alurnya cepat, dan penulis sangat pintar untuk menyisipkan twist-twist di tengah adegan. Saya tak pernah berharap akan ada kejutan-kejutan saat mengikuti kisah Elias dan Laia. Karena jujur, bab per babnya sudah menawarkan adegan yang cukup menyita perhatian. Tapi tetap saja (selau ada) kenyataan mengejutkan yang saya temukan secara simultan. Tentang sejarah Scholar, tentang orang tua Laia serta mahluk-mahluk mistis yang selama ini hanya dianggap sebagai dongeng. Namun kenyataannya berpengaruh pada negara Imperium.

Tapi tenang saja, meskipun dominan tentang perang. Tetap ada romancenya koq. Kisah cintanya bahkan juga memiliki peran penting dalam keseluruhan cerita ini. Pasti teman-teman sudah bisa menebak kemana arahnya hubungan Laia dan Elias kan? Tapi tidak seklise itu loh. Untuk mengetahuinya, teman-teman harus baca sendiri buku ini.

Sayangnya, ini adalah novel serial :(. Bukan berarti akhir ceritanya gantung ya. Ending dalam buku pertama ini sudah pas menurut saya. Dan sebagai pembuka, novel An Ember In The Ashes berhasil jadi pilot yang mengantarkan pembaca menuju novel-novel berikutnya. Tapi novel serial selalu memiliki dua sisi. Sisi pertama menguntungkan, karena sebuah cerita bagus tak akan memuaskan jika hanya selesai dalam satu buku. Beberapa novel favorit saya juga serial sebenarnya, sebut saja seial Harry Potter oleh J.K. Rowling, Legend series Oleh Marie Lu, Percy Jackson oleh Rick Riordan, Lorien Legacies atau yang dari lokal saya punya Supernova Series sebagai favorit. Novel-novel berserie ini seringkali harus melatih kesabaran. Karena kita harus menunggu cerita selanjutnya dari tokoh-tokoh favorit beberapa bulan kemudian atau bahkan tahunan.

Tapi tenang saja, novel An Ember In The Ashes di Indonesia diterbitkan oleh penerbit spring. Buat yang mengikuti Lunar Chronicle pasti tahu bahwa keempat serial itu diterbitkan dalam jeda waktu yang cukup singkat oleh penerbit spring :). Jadi sepertinya saya tidak perlu menunggu lama untuk mengikuti petualngan Laia dan elias, mengingat buku keduanya juga sudah terbit di sana.

My Review :

  • Cerita dan Plot : *****
  • Karakter dan perkembangan karakter : *****
  • Twist : *****
  • Ending : ****
  • Cover : *****
  • Keseluruhan : 4,8 bintang (Very Recommended)

Giveaway dan Mini Giveaway

banner-ember-blogtour

Selama lima hari ke depan, Penerbit Spring bersama lima blogger buku akan mengadakan Blogtour novel “An Ember In The Ashes”. Postingan ini adalah pembuka dalam rangkaian acara ini. Tentu saja akan ada giveaway di akhir periode nantinya (24 Desember 2016). Akan ada dua pemenang. Yang satu medpatakan novel An Ember In The Ashes, dan yang lain akan mendapatkan mercandise keren.

Syarat mengikuti Giveaway :

  • Like fanpage Penerbit Spring
  • Kunjungi semua blog yang jadi host blogtour (daftar blog bisa dilihat pada banner di atas)
  • Setiap hari akan ada satu blog yang menampilkan satu pertanyaan untuk givewaya.
  • Jawab ke lima pertanyaan dalam kolom komentar pada fanpage Penerbit Spring. (Jawabnya di fanpage Penerbit Spring ya, bukan di masing-masing blog)

Dan pertanyaan pada hari pertama adalah :

Siapa nama kakak laki-laki Laia yang ditangkap prajurit mask?

Pertanyaannya gampang kan, kalau teman-teman baca review di atas pasti dapat jawabannya :).

Mini Giveaway

Sambil menunggu akhir periode, teman-teman bisa mengikuti mini giveaway yang diadakan di blog ini. Hadiahnya adalah satu paket collectible bookmark character An Ember In The Ashes. Kalau beli bukunya hanya dapat satu bookmark. Tapi kalau mengikuti giveaway ini, teman-teman bisa mendapat satu set.

Untuk mendapatkannya gampang koq, cukup share postingan ini di media sosial teman-teman (facebook, twitter, instagram. google +). Jangan lupa beri hastag #EmberGiveaway . Kalau udah silahkan tuliskan link sharenya di comment post ini. Nanti di akhir periode akan saya undi siapa yang beruntung. ^^/

Pengumuman Pemenang Giveaway

Selamat sore semua, maaf ya agak telat ngumumin pemenangnya. Untuk pemenang giveaway bisa dicek di fanpage Penerbit Spring ya. Sementara untuk mini giveaway berhadiah collectible bookmark akan saya umumkan disini 🙂

Setelah didata ada 40 peserta yang ikutan. Biar adil saya ambil pemenangnya dari random.org. Yang komen pertama saya beri nomor urut 1, begitu seterusnya. Dan setelah digenerate dengan random.org, nomor yang keluar adalah nomor 27. Tepat pada nomor urut peserta :

Mathar dengan akun twitter : @ummi_hnf

Selamat ya, tolong segera DM alamat lengkapnya ke twitter saya @harovansi biar bisa diteruskan ke Penerbit Spring. Untuk yang lain jangan kecewa ya. Tunnguin nanti di awal januari akan ada blogtour dan Giveaway Novel “Puzzle Of Lies” terbitan penerbit haru di blog ini. Salam 🙂

Review Novel Matahari

Tag

,


matahariNamanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya. Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir. Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan. Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

Setelah petualangan menegangkan yang menewaskan teman mereka Ilo di klan Matahari, Ra dan kawan-kawan harus menjalani kehidupan seperti remaja normal lainnya. Apalagi sebelum berangkat Av meminta Ra berjanji untuk tidak menggunakan buku matematikanya lagi. Petualangan antar klan nyaris hanya jadi mimpi bagi mereka bertiga.

Tapi berbeda dengan Ra dan Seli yang bisa menyembunyikan rasa penasaran mereka. Ali sangat antusias dengan keberadaan klan Bintang yang selama ini hanya dianggap sebagai mitos di semua klan. Selain itu Ali juga mengalami perubahan perubahan yang sulit diterima Ra. Dari siswa urakan anti sosial, Ali berubah menjadi bintang basket yang mengharumkan nama sekolah. Puncaknya adalah saat Ali nyaris berubah jadi beruang raksasa saat pertandingan basket. Sebelum Ra sempat menyelamatkannya ada mahluk lain yang lebih dulu “menculik” Ali.

Ternyata mahluk yang menculik Ali adalah benda ciptaan Ali sendiri. Buku ketiga ini memang lebih berfokus pada Ali dengan tingkat kejeniusannya. Berbekal pengetahuan teknologi bulan yang diberikan Av padanya, Ali melakukan eksperimen  eksperimen tidak masuk akal. Bukan hanya berhasil menciptakan kapsul pintar bernama Ily, Ali juga berhasil menemukan keberadaan Klan Bintang yang selama ini hanya seperti dongeng. Ternyata Klan Bintang ada dalam dimensi yang sama dengan Bumi, tapi berada jauh di dasar bumi.

Maka, perjalanan lintas klan kali ini tidak dilakukan dengan buku matematika Ra. Tapi mereka melakukan perjalanan secara manual menggunakan Ily. Dan memang benar, klan Bintang adalah klan yang paling maju diantara semua klan. Teknologi jauh melampaui teknologi klan Bulan dan Matahari. Hanya saja di klan ini manusia dengan kekuatan super seperti Ra dan Seli dianggap ancaman. Bisa ditebak masalah besar apa yang menanti mereka disana. Tapi petualangan mereka kali ini akan membuka sebuah rencana besar yang dilakukan petinggi klan Bumi yang akan membahayakan semua klan.

Di buku ini dijelaskan banyak misteri yang belum terpecahkan dalam dua buku sebelumnya. Seperti keberadaan orang tua Raib, tentang buku kehidupan dan juga tentang asal usul klan Bintang. Tapi tetap saja belum ada penjelasan lebih lengkap soal mengapa Ali bisa berubah jadi beruang raksasa saat marah. 😀

My opinion

Sepertinya Tere Liye sudah merencanakan keberaadan empat buku ini sejak menulis buku pertamanya :D. Hal ini terlihat dari masalah dan konflik yang terus “naik kelas” di tiap sekuelnya. Benang merah ke semua kisah juga digambarkan secara simultan. Meskipun ada banyak pertanyaan yang terjawab di buku ini, tapi dijelaskan secara bertahap. Sehingga meskipun penasaran, kita masih sabar menunggu kuncinya di buku ke empat. Ceritanya memang berkesinambungan namun tetap bisa dinikmati secara kesatuan.

Yang paling saya sukai tentu saja penggambaran Tere liye yang mendetail tentang deskripsi semesta yang diciptakannya. Saya bisa membayangkan dengan jelas bagaimana bentuk ruang-ruang di klan Bulan. Perkembangan karakter Ra dan kawan-kawan juga terlihat masuk akal. Meskipun masalh yang mereka hadapi bukan lagi masalah anak-anak, tapi kita masih melihat bahwa merekaa tetap masih remaja berumur 15 tahun.

Tere Liye tidak “memaksa” mereka jadi pahlawan super yang tahan banting seperti Rambo. Untuk menjaganya tetap manusiawi, ia selalu menyelipkan “karakter tua” yang berperan penting di setiap novelnya. Pada novel ini diwakilkan oleh Faar, Kaar dan Marsekal Laar. Jadi pekerjaan yang seharusnya dilakukan orang dewasa tetap dilakukan oleh mereka. Penjahatnya juga diciptakan sedemikian rupa sehingga dengan gampang kita membencinya.

Satu satunya hal yang saya keluhkan di novel ini adalah proses menunggu novel berikutnya yang mungkin saja baru akan terbit tahun depan :(. Bukan berarti ending dalam Matahari menggantung, konflik utama dalam buku ini sudah “selesai”. Tapi kita juga diperkenalkan masalah utama dalam serial ini. Jadi sudah bisa terbayangkan akan seseru apa buku terakhirnya nanti.

Sayangnya saya agak sedikit terganggu dengan misteri kekuatan Ra dan Buku kehidupan. Hal ini sedikit mengingatkan saya pada serial favorit saya Once Upon A Time, yang saat ini memasuki season 6. Di serial ini dijelaskan ada satu orang di tiap zaman yang disebut sebagai Savior (penyelamat). Savior adalah pahlawan yang ditakdirkan untuk melindungi orang-orang di zaman menghadapi orang orang jahat. Sayangnya nasib setiap Savior di tiap Zaman selalu berakhir sama, yaitu mati di tangan orang jahat untuk menyelamatkan manusia.

savior

Nah saya melihat sedikit kemiripan nasib Ra dan buku kehidupan dengan Savior dari Once Upon A Time ini. Saya khawatir jika nanti Ra juga akan dibuat bernasip sama dengan para Savior dari series ini. Terlebih lagi jika melihat hint yang diberikan di novel ini. Seperti masalh besar yang akan dihadapi keempat klan dan cerita mengenai pemegang buku kehidupan pada zaman sebelumnya.

Tapi saya yakin, Tere Liye akan selalu memberi kejutan di tiap karyanya. dan saya tidak sabar untuk menunggu kejutan itu di buku berikutnya, Bintang. Bintang lima untuk buku ini.

Penulis                  : Tere Liye

ISBN                       : 9786020332116

Penerbit                : Gramedia Pustaka utama

Tahun terbit           : july, 2016

Format                   : 390 halaman Paperback

Genre                    : Fantasy, Teen

sumber gambar : goodreads, redbubble

Baca juga ulasan novel Tere Liye yang lain di blog ini :

  1. Rembulan Tenggelam di WajahMu
  2. Kau, Aku Dan Sepucuk Angpao Merah
  3. Cintaku Antara Jakarta dan Kuala Lumpur
  4. Negeri Para Bedebah
  5. Bumi
  6. Bulan