Tag

, , , , , , , ,


Judul                     : BUNIAN, Musnahnya Sebuah Peradaban

Penulis                  : Sutan Malaka

Jumlah Halaman    : 238 halaman

Penerbit                 : Masmedia Buana Pustaka

Tahun Terbit          : 2010

Di masyarakat Sumatra Barat berkembang mitos tentang perkampungan mahluk halus yang berdiam di hutan-hutan. Mahluk halus ini dipercaya sangat mirip dengan manusia, dan sudah banyak legenda yang menceritakan tentang manusia yang menghilang ke kampung Bunian. Konon manusia yang hilang itu telah menjadi bagian dari mereka.

Legenda Bunian terus hidup sampai sekarang. Dan novel ini membahas tentang kehidupan masyarakat bunian. Awalnya saya pikir ini akan bergenre horor, tapi diluar dugaan Bunian yang digambarkan di novel ini jauh berbeda dengan pendapat yang telah berkembang. Mereka (Bunian) bukan mahluk halus, tetapi adalah suku minang yang hidup terisolasi di rimba gunung marapi. Mereka masih mempertahankan adat istiadat minang kuno dengan bahasa minang lama pula.

Plot diawali dengan sekelompok pendaki yang tersesat. Ketika mencari jalan, sepasang kekasih dari kelompok pendaki melakukan perbuatan mesum. Maya, Bara dan Sam yang sebal dengan kedua temannya itu akhirnya memilih memisahkan diri. Maka tim ini pun terpecah menjadi dua bagian.

Kesialan mereka ternyata belum berhenti disitu, karena mereka malah bertemu dengan inyiak (harimau). Maya dan Bara menyaksikan sahabatnya Sam dilahap harimau itu. Maya dan Bara akhirnya selamat, mereka tersesat di perkampungan bunian. Namun, cerita sebenarnya baru saja dimulai. Maya dan Bara dijadikan tawanan. Mereka dituduh komplotan yang melakukan penebangan hutan luar di gunung merapi. Kaum Bunian yang hidup terisolasi itu telah menjadi penjaga hutan selama bertahun-tahun. DAn penebang liar akan mendapat hukuman yang berat. Maya dan Bara hanya memiliki waktu beberapa bulan sebelum eksekusi mereka, selama itu mereka hidup dan membaur disana. Mau tak mau mereka ikut terlibat dalam masalah yang terjadi di perkampunganm itu. Terlebih ada pengkhianat yang telah menjual kampung halamannya sendiri.

***

Sejak awal membaca novel ini kita sudah dibawa pada sebuah thriller yang cukup menakutkan. Penulis menggambarkan dengan realistis suasana gunung merapi yang mencekam. Berada di tengah, kita mulai dibawa pada konflik-konflik yang sedikit bersifat  politis. Saya benci kisah pengkhianatan sebenarnya, saya selalu emosional dengan hal ini. Namun entah mengapa saya mampu menyelesaikan novel ini dan memberi rating tiga bintang, mungkin saya terbius oleh penceritaanya.

Novel ini menciptakan mitos baru tentang mahluk bunian, kita akan menemukan banyak dialeg minangkabau kuno. Kalau ingin mengetahui bagaimana budaya minangkabau kuno, tentu novel ini wajib dibaca.

sumber gambar : Buku Kita