Tag

, , ,


Berhubung sekarang sudah tanggal 16 Rajap penanggalan Hijriah, maka bulan ramadhan tinggal menghitung minggu saja. Sebagai bekal ilmu, ada baiknya membaca buku tentang ramadhan. Salah satunya adalah buku fiqih Ramadhan ini. (repost dari blog lama)

Judul                     : FIQIH PUASA

Penulis                  : Dr. Yusuf qardhawi

Jumlah Halaman    : 224  halaman

Penerbit                 : Era Intermedia

Tahun Terbit          : April 2011 (Cetakan Kedua)

Buku fiqih puasa karangan Dr. Yusuf Qardawi ini merupakan referensi lengkap mengenai ibadah puasa. Dari mulai kapan puasa diwajibkan sampai pada puasa-puasa bid’ah yang tidak ada dasar hadistnya. Yusuf Qardawi juga melengkapi hadistnya dengan redaksi hadist yang sangat banyak dan dijelaskan keshahihannya.
Dengan membaca buku ini, kita akan mengetahui bahwa ibadah puasa di bulan ramadhan baru diwajibkan pada tahun kedua hijriah, mengenai penetapan hokum ini pun puasa mengalami dua tahapan, yaitu :
• Tahapan pilihan, pada tahap ini seorang mukallaf diberi pilihan untuk menunaikan ibadah puasa atau cukup dengan membayar fidyah
• Tahapan pewajiban, pada tahap ini tolerans mengenai ibadah puasa yang ditetapkan pada ayat sebelumnya dihapuskan. Tahap pewajiban ini pun dilakukan dalam dua periode yaitu mula-mula berupa pemaksaan dan selanjutnya dengan keringanan dan kasih saying.

Dalam buku ini juga dijelaskan mengapa bulan ramadhan mengikut bulan qomariah dan bukannya bulan masehi. Hal ini dikarenakan keadlan dalam islam, bila bulan ramadhan mengikuti kalender masehi. Maka bulan ramadhan akan jatuh mengikuti perkembangan musim yang teratur. Akibatnya di salah satu belahan bumi, bulan puasa akan selalu terjadi pada musim dingin yang malamnya jauh lebih panjang dari siang. Sementara itu dibelahan lain terjadi sebaliknya. Dengan mengikuti kalender bulan (hijriah) hakl ini tidak terjadi, setiap daerah di bumi mengalami Ramadan di berbagai musim bergantian tiap tahunnya.
Mengenai penetapan masuknya bulan ramadhan pun juga dijelaskan, penetapan ini dilakukan melalui tiga cara :
• Ru’yah hilal
• Menyempurnakan syaban tiga puluh hari
• Memperkirakan hilal
Buku ini juga menjelaskan fatwa-fatwa konvensional mengenai hal-hal yang belum pernah terjadi di zaman nabi, seperti minum obat penunda haid bagi perempuan.
Pokoknya mengenai kelengkapan referensi, buku ini merupakan yang terbaik. Disini kita juga paham mengenai kapan batas niat puasa harus dilafadzkan. Dan juga kapan berbuka malah merupakan suatu kewajiban dalam kondisi tertentu.
Yang paling menarik adalah pembahasan mengenai puasa-puasa makruh yang selama ini sering kita lakukan, seperti puasa pada hari isra’ mi;raj atau pada hari kelahiran nabi.
Narasi buku ini juga cukup mudah dipahami. Namun sayangnya, bahasa buku ini terlalu kaku. Tak ubahnya seperti membaca sebuah buku kuliah. Bukan masalah sebenarnya, karena hamper setiap buku fiqih seperti ini. Hanya saja mungkn akan lebih menarik bila diseling dengan sedikit ilustrasi.
Terlepas dari kekurangannya buku ini merupakan referensi yang pas mengena ibadah puasa. Dan sepertinya pantas menjadi bacan wajib untuk sebagai persiapan ilmu menyambut bulan Ramadan tahun ini.