Tag

, ,


Judul                 : Sakinah Bersamamu

Penulis              : Asma Nadia

Editor                : Thenita
Tahun Terbit      : Oktober, 2011 (cetakan ke sembilan)
Jumlah halaman:344
Penerbit             : Asma Nadia Publishing House

“Kenapa kita menikah bang?”, tanyaku suatu hari.

Kau menjawab mantap, tanpa sebersitpun keraguan.

“Sebab tanpamu tak ada pernikahan bagiku”

Ketika awal-wal buku ini keluar, saya terus dilanda keraguan antara ingin membeli dan tidak. Alasannya karena tentu saja ini adalah buku tentang pernikahan. Memang ini berupa kumpulan cerpen. tapi di tiap cerpennya ada pembahasan tentang bijak berumah tangga (semacam penyuluhan). Tapi toh, akhirnya saya beli juga. Karena memnag Asma Nadia selalu menawarkan hal baru di tiap karya-karyanya.

“Jika cinta enyah dari matamu,camkanlah! Itu tak menghapus bayanganmu sedikitpun dari mimpi yg kupunya”

Buku ini berisi 17 cerita pendek bertema seputar kehidupan rumah tangga. Mbak Asma mengangkat berbagai polemik yang terjadi antara pasangan suami istri. Seperti istri yang suka ngambek, suami yang tidak romantis, orang ketiga, clbk, sampai istri yang terlau sederhana. Memang semuanya tak selalu manis. Namun dalam goresan tangan Asma Nadia, semuanya tetap dinarasikan dengan indah. Sebagian besar cerpennya sudah pernah saya baca di buku-buku mbak Asma yang lain. Tadinya saya pikir akan ada cerpen “Cinta Laki-laki Biasa” juga, tapi ternyata tidak ada. Cerpen ini saya baca waktu SMA, sumpah touching banget. Tapi bukan berari cerpen-cerpen di buku ini gak keren ya, ke-17 cerpen ini bagus-bagus koq. diantaranya ada beberapa yang menjadi favorit saya.

“cinta yg kita punya tak ubahnya sepasang tangan menengadah yg satu selalu menatap rindu kpd yang lain”

Mata Yang Sederhana. Bercerita tentang seorang suami yang punya istri solehah dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Tapi sikap istrinya benar-benar baik kebangetan.  Sampai-sampaiu si suami merasa hanya menjadi mesin pencetak uang, di rumah ia diperlakukan paling istimewa. Bayangkan saja, anak kami tiga orang. Dan aku benci sebab seringkali merasa sebagai si bungsu dari tiga anak-anakku. Bahkan anak-anak masih memiliki tugas ini itu di rumah. Hanya aku yang tidak. (hal.21). elain itu si sitri terlalu seserhana, sehingga mulai tidak menarik di mata suaminya. maka dimulailah petualngan konyol sang suami bersama teman-temannya menghilangkan kejenuhan itu.

Dua Puluh Tahun Cinta. Bercerita tentang seorang perempuan yang tiba-tiba saja dilanda kebingungan. Karena seorang laki-laki yang dihormatinya tiba-tiba mengatakan cinta. Padahal ia dan laki-laki itu sama-sama sudah menikah.

“Bertemu denganmu, mimpiku menjadi kenyataan.

Bertemu dengan orang lain setelah kamu, mimpiku yang jadi kenyataan berubah jadi mimpi-mimpi lagi.”

Cerita Tiga Hari. Cerita tentang seorang sopir yang sangat setia kepada keluarganya. Namun di luar sana ada banyak sekali godaan, bahkan untuk laik-laki paling soleh sekalipun.

Sakinah Bersamamu. Zaqi dan Riri hidup berbahagia. Sampai suatu hari Zaqi minta izin untuk menikah lagi. Riri tidak menolak tidak pula mengiyakan. Hanya saja sejak itu sampai bertahun-tahun ia mendiamkan Zaqi. Zaqi pun seolah-olah melupakan masalah itu, ia kembali mencurahkan perhatiannya pada Riri sampai bertahun-tahun. Tak ada yang tahu apakah pernikahan itu benar-benar terjadi atau tidak, hingga suatu hari…

“Jika kau tanya kenapa aku memilihmu

Itu karena Allah memberiku cinta yang ditujukan kepadamu.”

Tiga cerpen itu yang paling melekat di hati saya, walaupun cerpen lainnya tak kalah menyentuh. saya sengaja melewati bagian pembahasannya. Namun pada satu cerita sempat terbaca juga. dan walhasil muka saya bersemu-semu sendiri😀. Mbak Asma memang luar biasa deh pokoknya. Jadi tanpa basa-basi lagi langsung saya serahkan bintang empat untuk buku ini.

cinta mestinya bagai sepasang sayap yang membawa kita terbang tinggi.

cinta mestinya bagai udara yang membuat kita selalu memiliki harapan.

tapi cinta juga mestinya bagai lukisan yang tak kunjung selesai, dengan begitu kita tak pernah meninggalkannya.

About the Author

Asma Nadia adalah salah satu penulis best seller paling produktif selama sepuluh tahun terakhir. Bukunya sudah lebih dari 50 buah, dan semuanya menunjukkan penjualan yang memuaskan. Berkali-kali memenangkan penghargaan nasional dan reginal di bifang kepenulisan. Diantaranya, Adikarya Award tahun 2000, 2001 dan 2005, IBF award 2008 dan masih banyak lagi lainnya. Beberapa karyanya sudah diadaptasi ke layar lebar. Ia juga merupakan pendiri dan CEO Asma Nadia Publishing House. Selain itu ia juga memiliki banyak usaha di bidang lain.

FYI

1. Asma Nadia selalu menyebut-nyebut terima kasih kepada gurunya, Helvy Tiana Rosa pada hampir setiap bukunya. Helvy sendiri adalah kakak kandungnya.

2. Siapa sangka dulunya mbak Asma Nadia pernah menderita penyakit yang lumayan berat. Namun semua itu berhasil dilaluinya.

3. ANPH adalah perusahan penerbitan yang dirintisnya sendiri dengan bejerja sama dengan Gramedia sebagai distributornya. Buju-buku ANPH banyak yang best seller (luar biasa mengingat ph ini masih sangat muda)

4. Suami mbak Asma nadia, Isa Alamsyah juga menulis buku dan juga best seller. Anak-anaknya juga telah menerbitkan buku di usianya yang masih sangat muda.

5. Asma Nadia juga merintis rumah bacaan untuk anak-anak kurang mampu.

6/ Di buku ini juga ada cerpen salah satu peserta workshop kepenulisan Asma Nadia.