Tag

, , ,


Pernah gak sih pas baca buku sampai emosian. Ikutan tertawa ngakak, senyum-senyum mesem, marah-marah, mewek, bahkan nangis bombay. Buku memang tidak serealis media film dalam menyampaikan pesannya. Segalanya bergantung dari kecerdikan penulisnya merangkai kata-kata. Dan tak jarang,ustru buku lebih mampu menyampaikan pesannya. Gak heran tuh, kalo banyak kasus dimana booklover kecewa dengan visualisasi novelnya ke layar lebar. Tergantung selera sih, atau mungkin kitanya yang terlalu berharap.

Mhh, ngomong-ngomong soal buku dengan kedahsyatan seperti itu. Kali ini saya mau share beberapa buku yang benar-benar bikin saya mewek saking terhanyutnya. Sebenarnya masih banyak, tapi yang ini the bestnya menurut saya. (No urut tidak menentukan kadar harunya):

1. The kite Runner by Khaled Hosseini

Terlepas dari pro kontra penggambaran etnis talibannya. Buku ini benar-benar bikin suasana hati saya jadi gloomy banget. Kebayang aja ada gitu sahabat kayak Hasan. Adegan pas di bukit itu bener-bener lah. Si Amir sengaja melempari Hasan biar dia marah. Yah karena rasa bersalahnya sangat besar, (wajar banget). Tapi yang ada si Hasannya malah senyum. Walaupun niatnya gak begitu, tapi ini justru adalah bentuk hukuman paling kejam menurut saya. Dan ternyata derita si hasan harus dilanjutkan anaknya. oh ho,, huwa…

Adaptasi filmnya tidak terlalu mengecewakan menurut saya. Walaupun itu adegan sex abusenya terlalu gamblang. Bisa dihilangkan sebenarnya, karena sewaktu melihat Hasan berjalan gontai dengan darah merembes di pahanya orang-orang sudah bisa menafsirkan sendiri. Mungkin hal ini yang membuat filmnya dilarang beredar di Afganistan

2. thousand Splendid Suns By Khaled hosseini

Masih dari Khaled Hosseini, kayaknya penulis yang satu ini jago banget dalam urusan menguras emosi pembaca. Kali ini masih bersetting di Afganistan tentang dua perempuan yang harus menanggung derita dunia (ceileh). Katanya sudah difilmkan juga, tapi saya belum nonton😦

3. Rembulan Tenggelam di WajahMu by Tere Liye

Dengan kilas-kilas flash back. Saya tak bisa menahan haru menyaksikan perjalanan rey “berwisata ke masa lalu”. Begitu banyak hal yang tidak kita ketahui dalam hidup ini, karena kita tidak seberuntung Ray yang bisa melakukan wisata itu. Novel ini pernah saya bahas di sini.

4. Bidadari-bidadari Surga by Tere Liye

Kali ini tema keluarga dan persaudaraan yang diambil Tere Liye. Harunya saya lebih ke pengorbanan laisa demi adik-adiknya. Bagian favorit saya adalah saat di hutan berhadapan dengan harimau. Buat yang belum baca, rekomendasi banget. Ini harunya gak menye-menye penuh derita gitu. Tapi ya itu, tentang pengorbanan. Mengintip fanpagenya bang Tere Liye di FB, katanya buku ini bakal di filmkan juga menyusul Hafalan Shalat delisa

5. hafalan Shalat delisa by Tere Liye

Buku ini merupakan awal perkenalan saya dengan karya-karyannya Tere Liye. Untuk hal ini saya percaya kadang-kadang buku lebih mampu menyampaikan pesannya. Karena entah kenapa saya tidak terlalu menikmati filmnya.😦 walaupun gak bisa dibilang jelek juga, apalagi ada Reza rahadian dan Nirina Zubirnya.

 

 

 

6. Sunset Bersama Rosie

Oke mungkin saya salah, memang Khaled Hosseini jago mengaduk-aduk emosi. tapi Tere Liye lebih jago lagi. Jarang banget lah cerita cinta-cintaan bikin saya mewek gini. Hihi, emang jarang baca romance sebenarnya😀. Buku ini sudah menyuguhkan adegan dramatisnya sejak awal. Tapi dibanding Rosie, koq dari awal saya lebih tertarik sama Sekar yah?

 

 

 

7. Tak Putus dirundung Malang by sutan Takdir alisyahbana

Buku ini saya baca waktu SD, dan buku pertama tidak Happy Ending. Bahkan film Ratapan Anak tiri yang ditonton rame-rame di rumah tetangga pun berakhir bahagia😦 Keharuan atau tepatnya kesedihan yang ditawarkan memang dari derita tak berkesudahan dua saudara ini.

 

 

8. Sang Pemimpi dan Laskar Pelangi

Berbeda dengan edensor dan maryamah Karpov yang lebih banyak komedinya, dua buku pertama Laskar Pelangi memang lebih banyak adegan-adegan yang touchynya. Bukan berarti buku lainnya gak mengharukan sih. Tapi sejak maryamah Karpovnya, saya lebih banyak ketawanya.😀

 

 

 

9. Trilogy Johanna Rijkard by Afifah Afra

Yang ini lebih tepatnya bikin kesal, saya pernah membahasnya di sini

10. Oliver Twist by Charles Dickens

Jujur saya jarang banget baca buku klasik tyerjemahan. Dan Oliver Twist ini adalah satu-satunya buku Charles Dickens yang saya baca. Jujur sih, pengen banget baca Charles Dickens yang lain. apalagi yang A Tale of Two City, tapi masih belum dapat bukunya. di perpuistakaan juga tidak ada😦

Nah itu tadi, buku-buku mengahrukan versi saya. Share juga dong versi teman-teman🙂