Tag

, , , , , ,


Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.

Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah

Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.

.Thomas, seorang konsultan keuangan sukses yang sudah berstandar internasional. Suatu malam, istirahatnya disebuah hotel berbintang terganggu oleh kemunculan orang keprcayaan keluarganya. Keluarga dan masa lalu yang sengaja ia sembuunyikan selama ini membutuhkannya untuk menyelesaikan masalah pelik yang sudah jadi isu nasional.

Meski ia sangat membenci pamannya itu, Thomas tetap rela menjadi buronan. Mencari cara menyelamatkan Bank Semesta milik keluarganya. Tujuannya adalah demi menjerat penjahat yang lebih besar dan menuntaskan dendamnya.

Maka dimulailah petualangan Thomas, bolak-balik dari satu kota ke kota lainnya. Dalam petualangannya itu ia memanfaatkan kemampuan negosiasinya untuk menarik minat-minat targetnya. Thomas bertemu dengan bedebah-bedebah lain yang jauh lebih berbahaya. Berdiskusi dengan menteri keuangan dan banyak tokoh politik. Dalam petualangannya itu, ia dibantu oleh wartawati cantik ambisius bernama Julia. (ini bukan romance, tapi saya suka perkembangan hubungan Thomas-Julia). Dan tentu saja, dalam aksinya Thomas mendapat bantuan dari para kenalannya.

Buku ini mengokohkan Tere Liye sebagai penulis multi genre. Sebelum menulis novel suspense politik ini, ia sudah lebih dulu bergelut dengan tema-tema religi, metropop dan bahkan fantasy. Apapun itu, gaya bercerita Tere Liye tetap enak dibaca. Kalau dibandingkan dengan karya-karya lainnya, di buku ini tulisan Tere Liye memang lebih baku dan tidak terlalu melankolis. Mungkin ini memang disengaja untuk menyesuaikan dengan ceritanya yang berritme cepat.

Di buku ini juga banyak ditemukan humor sarkastic lewat karakter Thomas. Thomas sendiri dengan cepat menarik perhatian saya. Dia bukan tipe heroik yang sempurna. Dia manipulatif, licik dan sarkastic. Tapi justru itu membuat karakternya lebih manusiawi dan loveable. Terlebih ketika pelan-pelan masa lalu Thomas terungkap, saya juga makin “memaklumi” sifat-sifat culasnya. Tapi apapun itu, ia adalah seorang petarung sejati dan petarung sejati tidak akan pernah berkhianat. Tokoh-tokoh lainnya juga tak kalah mencuri perhatian, ada Julia, Maggie, Kadek, Randy, juga karakter-karakter cameo yang cuma nongol sebentar. (Yang begitu mengingatkan saya pada orang yang benar-benar ada)

Yang agak ganggu dari novel ini mungkin cuma dari logika ceritanya yang kadang “too good to be true”. Tapi bagi penggemar kisah aksi petualangan pasti bagian-bagian ini tidak akan disadari. Sebab ceritanya sangat menjanjikan serta twist-twist di bab-bab terakhir benar-benar bisa menyamarkan kekurangan-kekurangan itu. Dan seperti buku Tere Liye lainnya, saya juga berharap buku ini akan difilmkan menyusl “Hafalan Shalat Delisa” dan “Bidadari-Bidadari Surga”. Lima bintang untuk buku ini.🙂

FYI:

1. Novel ini sebelumnya pernah dimuat secara bersambung (gratis) di Fan Page resmi Tere Liye dengan judul “Bangsat-Bangsat Berkelas”

2. Meski tidak menang, tapi buku ini masuk dalam daftar 10 besar KLA (Katulistiwa Literaty Award) 2012.

3. Garis besar cerita dalam novel ini sangat identik dengan kasus “Bank Century” meski bagian fiktifnya lebih banyak. Namun beberapa tokoh cameonya mirip sekali dengan tokoh nyata.

4. Dengan narasi yang menarik, juga banyak terdapat “kuliah” tentang ekonomi dunia.

5. Btw, saya tidak menemukan nama editor di halaman depan buku ini. Apa memang sebenarnya tidak ada editornya ya?😀 (tapi emang kayaknya nggak ada typo)

Keterangan Buku :

Judul Buku            : Negeri Para Bedebah

Penulis                  :Tere Liye

Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Pertama : july 2012

Tebal                     : 440 halaman, paperback

Tareget                  : Dewasa

Genre                      : Adventure Thriller Politik

ISBN                      : 978-979-22-8552-9