Tag

, , , , , , ,


Pada abad kedua puluh di Korea, Najin Han, putri seorang kaligrafer, merindukan hak untuk menentukan pilihan atas nasib sendiri. Sadar putrinya seorang yang cerdas dan keras kepala, sang ibu membebaskan dirinya untuk mencari jati diri, namun sang ayah sangat keras dan teguh memegang tradisi. Terlebih, ada ancaman dari Jepang yang sedang berusaha mengontrol pemerintahan Negeri Ginseng tersebut.

Namun, ketika ayah Najin Han berusaha menikahkan putrinya dengan laki-laki dari keluarga bangsawan, ibunya malah menentang dan menyuruh Najin Han melayani di istana raja sebagai pendamping bagi seorang putri muda.

Sayangnya, tak lama kemudian kaisar Korea mati terbunuh. Budaya monarki yang berabad-abad dipelihara pun akhirnya menemui ajal bersama pimpinan tertinggi di negeri itu. Dalam situasi yang serba tidak pasti, Najin Han memulai perjalanan hidupnya sendiri. Dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan—dan menemukan cinta di tengah perjalanan yang panjang itu..

The_Calligrapher_4f84086437a37

Sejak k-drama “The Great Queen Seondeok” booming di Indonesia, saya jadi memendam ketertarikan tersendiri pada cerita berlatar korea “tempo dulu”. Apalagi berturut-turut kemudian hadir drama-drama kolosal korea lainnya. Sebut saja “Jumong”, “Sungkyunkwan Scandal” sampai “The Moon That Embrace The sun”. K-drama tersebut akhirnya diadaptasi menjadi novel dan sudah diterjemahkan juga oleh salah satu penerbit Indonesia. Namun jauh sebelum itu semua, Gagasmedia sudah menerbitkan satu his-fic berlatar korea. Dijanjikan dengan cover yang manis dan sangat atristis (yang khas gagasmedia) dan sinopsis yang menarik. Saya begitu gembira sekali ketika mendapatkan buku ini.

Tapi ternyata membaca buku hisfic berbeda dengan menonton k-drama, terlebih buku ini termasuk buku seksi yang cukup tebal. Jadi buku ini harus menunggu cukup lama bersama timbunan lainnya. Bukan karena tidak menarik, tapi mungkin hanya belum menemukan waktu yang tepat saja. Cerita bergulir dengan Najin Han, putri seorang kaligtafer yang hidup pada masa penjajahan Jepang di Korea. Najin Han jauh lebih cerdas dari wanita manapun yang ada di korea saat itu. Bahkan sejak usianya masih kanak-kanak, kecerdasan Najin Han sudah kelihatan. Hal ini sangat disadri oleh ibunya. maka ia sengaja mengirimkan Najin Han untuk menjadi pelayan di istana kaisar. Hal ini jualah yang akhirnya menyelamatkan Najin Han dari perjodohan (saat itu usianya baru 12 tahun).

Tapi sayangnya ia harus kembali ke kampung halamannya karena kejatuhan sang kaisar. Budaya monarki yang selama berabad-abad bertahan di KOrea akhirnya runtuh. Tapi Najin han tetap wanita Korea berpikiran modern yang tidak pantang menyerah. Ia tetap bisa bersekolah di masa-masa sulit itu.

Eugenia Kim mendeskripsikan kondisi Korea abad keduapuluh dengan sangat mendetail dan emosional. dari sudut pandang Najin Han kita disuguhkan kondisi politik yang tidak stabil dan pendudukan Jepang. Ayah Najin Han adalah seorang tokoh perjuangan rakyat yang .Oleh pernahkarena itu rumahnya sering didatangi “tamu-tamu” dari tentara Jepang. Najin Han kecil menyakskan itu semua.

Memangnya alurnya cukup lamban, namun tak lantas membosankan. Saya bela-belain untuk membacanya tanpa skiping. karena sayang melewatkan gaya bercerita eugenia Kim yang yang indah. Bagaimanapun saya memberi bintang empat untuk buku ini di Goodreads.

About the author :

Eugenia-KimEugenia Kim adaah warga amerika berkebangsaan KOrea. Orang tuanya pindah ke Amerika beberapa saat setelah Perang Pasifik. Novel ini yang merupakan debut pertamanya sebagian besar terinspirasi dari kisah ibunya, Alice kim. Sekarang tinggal diWashington DC dan mengajar sastra di Fairfield University.

Awards :

Winner of the 2009 Borders Original Voices Award
A Best Book of 2009, The Washington Post
Shortlisted for the 2010 Dayton Literary Peace Prize in Fiction

Keterangan Buku :

Judul Buku            : The Calligrapher’s Daughter

Penulis                  : Eugenia Kim

Penerjemah           : Gema Mawardi

Editor                    : Yenni Mailina

Penerbit                : Gagasmedia

Format                   : 600 halaman paperback (2012)

Genre                    : Historic Fiction

Postingan ini diikutkan dalam posting bareng BBI bulan maret (sastra asia) dan Read Big Challenge.

Iklan