Tag

, , , , ,


29062966_10213077624388517_3252070147172991930_n“Suicide doesn’t kill people. Sadness kills people.” – (Anonymous)

Blurb

Sore tadi pukul 6:45 di hari ulang tahun Harry yang ke-18, aku menabrakkan diri pada sebuah mobil yang melaju.
Harry… pria yang kupercaya dan selalu ada untukku, berubah sejak kami masuk SMA.
Pria itu tak lagi ada di sampingku, bahkan ketika aku sedang berada di titik terendah dalam hidupku.
“Kupikir aku punya jawaban untuk masalahmu,” ujar Dokter Cornell, merendahkan suaranya. “Tim penerlitianku sedang bereksperimen membuat formula untuk membuat manusia lupa akan kejadian buruk di masa lalu. Formula Olvidelo.
Ketika penawaran itu datang, sebuah pintu baru seolah terbuka di hadapanku.
Formula itu mungkin adalah sebuah jawabannya. Masalahnya, aku tak tahu apakah formula itu akan menyelamatkanku… atau malah menjerumuskanku

“Sebenarnya, walaupun seseorang memiliki pikiran untuk bunuh diri, ketakutan akan kematian itu masih tetap dirasakannya.” – (hal. 32)

Keterangan Buku

heartbreak formulaJudul                      : Heartbreak Formula

Penulis                   : Mpur Chan

Editor                     :  Yooki

Penyelaras Aksara: Seplia

ISBN                       : 9786026383372

Penerbit                : Penerbit Haru

Tahun terbit           : Desember, 2017

Format                   : 288 halaman Paperback

 

 

My Opinion

“Olvidelo diambil dari bahasa Spanyol yang artinya ‘lupakan’. Sesuai dengan artinya, formula ini dibuat untuk melupakan trauma atau kenangan buruk akibat suatu hal.” – (hal.64)

Kemarin saya sempat mengikuti giveaway berhadiah buku ini di salah satu akun bookstagram. Tidak menang, tapi pertanyaannya cukup ngena banget dan saja jadikan pembuka untuk review novel ini.

“Jika anda diberi kesematan untuk menghaus sepenggal kehidupanmu yang buruk, apa anda akan melakukannya, Dokter Cornell?” – (h.228). Pertanyaan ini persis sama seperti yang diajukan oleh bookstagram tersebut. Jawaban saya saat itu sangat tegas dan jelas, saya tidak akan melakukannya. Karena menurut saya setiap kenangan itu, baik atau buruk berperan penting dalam membentuk kedewasaan kita.

Lalu akhirnya saya berkesempatan membeli dan membaca buku ini. Saya kemudian berkenalan dengan April (aka Summer), June, May, Desember dan sembilan peserta lain yang jadi objek penelitian formula Olvidelo. Mereka yang tumbuh dengan trauma dan tekanan yang membuat mereka ingin menghilang dari dunia. Jika saya menjadi mereka, apa saya masih bisa menjawab dengan setegas itu?

Laki-laki dan perempuan tak akan pernah bisa jadi sahabt, karena cepat atau lambat akan tumbuh rasa suka di antara keduanya. – (hal.16)

Saya mengerti bagaimana rasanya menjadi Summer. Saat satu-satunya sahabat yang kita punya mulai berubah dan tidak kenal lagi. Bagi orang yang memang terlahir supel dan tanpa trauma masa lalu, hal ini mungkin bukan masalah besar. Tapi sayangnya ada orang-orang yang sulit untuk menciptakan sebuah keintiman baru. Ada orang-orang seperti Summer yang punya masa lalu buruk, sehingga sulit mempercayai orang lain. Saya paham hal itu karena pernah mengidap Anxiety Disorder yang membuat saya kewalahan untuk menjalin dan mempertahankan hubungan.

“Aku tidak ingin mengenal siapa pun lagi. Kalau mengenal mereka, aku akn peduli pada mereka. Dan akhirnya aku akan percaya pada mereka yang kemungkinan besar akan mengkhianatiku; meninggalkanku.” – (hal.70)

Meski pada dasarnya novel ini memiliki genre sci-fi, tapi topik tentang kesehatan mental yag sangat dominan di novel membuatnya justru sebanding dengan karya-karyanya Sarah Dessens atau Patrick Ness. Saya juga takjub dan mendapat banyak pengetahun baru dari footnote yang cukup banyak di novel ini.

My Review

Cerita dan Plot : ***

Tadinya saya berpikir kalau novel ini adalah sebuah komedi romantis atau kisah cinta penuh air mata :D. Tapi ternyata cinta bukan fokus utama dalam kisah ini. Memang tetap ada bumbu-bumbu romansa yang penting, tapi tidak mendominasi. Novel ini memang mengusung tema tentang kesehatan menta, tapi tak lantas membuatnya jadi suram dan bikin depresi (walaupun ceritanya tentang orang-orang depresi :D).

Dengan alur maju yang rapi, kronologis cerita ini jadi gampang dipahami. Ada sesekali adegan flashback yang diceritakan sekilas, tapi tak sampai bikin bingung. Ceritanya sendiri disampaikan sepenuhnya dari POV Summer. Pergolakan batin yang dialami Summer terasa lebih hidup. Seperti saat sebenarnya ia peduli, tapi lebih memilih bersikap acuh. Karena ia takut menjalin hubungan lagi dengan orang lain. Tapi kemudian ia menyesal dan merasa bersalah, You are not alone Summer :”(.

Karakter & Perkembangan Karakter : *****

Karakter dalam novel ini cukup banyak. Tapi hanya beberapa tokoh mendapat porsi paling banyak. Menurut saya hal ini justru bagus, karena konfliknya jadi tidak lari ke mana-mana dan mengerucut pada beberapa orang di sekeliling Summer saja. Berikut beberapa karakter penting yang menghidupkan kisah ini :

  • Summer aka April. Tokoh utama dalam cerita ini, yang telah melakukan percobaan bunuh diri keduanya sebelum bertemu Doker Cornell.
  • Harry, teman Summer sejak kecil dan satu-satunya. Harry mulai berubah sejak bergabung dengan tim football sekolah dan bergaul dengan anak-anak keren.
  • Dokter Cornell dan petugas lain di gedung Zanson Survival Center. Tempat Summer menjalani terapi sekaligus percobaan untuk formula Olvidelo.
  • Peserta-peserta percobaan lainnya di Zanson. Ada 12 orang (termasuk Summer) yang diberi identitas sesuai dengan nama-nama bulan. Tapi yang mendapat porsi cukup banyak hanya April (Summer) dan angota kelompoknya : June, May dan Desember.

Dengan tokoh-tokoh “bermasalah” ini, penulis tetap berhasil membuat perkembangan karakternya berjalan wajar. Yang paling terasa perubahannya tentu saja Summer. Summer di akhir cerita benar-benar terlahir sebagai individu baru.

Ending : ***

Seperti buku-bukunya Sarah Dessens, novel ini juga berakhir manis. Sudah bisa diprediksi tapi tetap menghangatkan hati. Konflik yang dihadapi Summer selesai dan berhasil dilewatinya. Penulis juga berbaik hati memberi tahu apa yang terjadi dengan Harry dan June. Hanya saja saya juga penasaran tentang kisah Desember dan May. Mungkin nanti kak Mpur Chan bisa menuliskan cerpen tentang mereka juga, hehe.

Tata Bahasa : ****

Membaca novel ini seperti membaca sebuah novel terjemahan. Apalagi settingnya di New York dan Charlestown. Bahasanya ringan dan mudah dimengerti. Saya juga menemukan banyak sekali kutipan-kutipan menarik di sepanjang buku. Saya juga tidak menemukan typo yang mengganggu selama membacanya.

Cover : ****

Covernya dominan biru dan ungu, sangat relate dengan isi novelnya. Gambar siluet dan langit berwarna jingga ini mengingatkan saya pada “The Scream” karya Edvard Munch yang menggambarkan penderitaan. Like it.

Final Rate : 3,8

Jadi, kalau kalian diberi kesempatan untuk menggunakan formula Olvidelo. Apa kalian akan menggunakannya?