Tag

, , , , ,


IMG_20180928_091626-01.jpeg

“Terkadang Tuhan memberi sedikit ‘petunjuk’ terhadap pengikutnya untuk menentukan pilihan yang akan menjadi takdirnya. Meskipun orang itu butuh waktu lama untuk menyadari apa yang menjadi petunjuknya”, ~ (hal.67)

Blurb

MUNGKIN SUATU HARI NANTI KAU AKAN MENGERTI,
KALAU HATI TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MENGHANCURKAN HATI ORANG LAIN.

Benar-benar sulit dipercaya, seorang CEO tampan dan muda seperti Julian Reed melamar Jane Fisher, salah satu pegawai di perusahaannya.

Sayangnya, ini sungguh berbeda dengan plot cerita romantis yang selama ini dia dengar dan baca. Malah, ketika dilamar, Jane merasa itu adalah kali pertama bosnya itu berbicara padanya.

Kejadiannya pun sangat cepat dan blak-blakan. Di ruang kerjanya, Julian menyodorkan sebuah amplop cokelat berisi dokumen ke arah Jane. Perempuan itu benar-benar terkejut ketika membaca tulisan bold di halaman pertamanya:

KONTRAK PERNIKAHAN
ANTARA JULIAN REED DAN JANE FISHER

Meskipun terasa ganjil, Jane akhirnya mengambil risiko dengan menandatanganinya.

Sesuatu yang belakangan dia sesali ketika akhirnya tahu alasan sebenarnya Julian mau menikahinya…

IMG_20180926_132242-01Keterangan Buku

Judul                      : Contract Partner

Penulis                   : Mrs. mathrange

Editor                     :  Rinandi Dinanta

Ptoofreader.          : Christian Simamora

ISBN                       : 97860205129049

Penerbit                : Roro Raya Sejahtera

Tahun terbit           : 2018 (cet. 1)

Format                   : 368 halaman Paperback

My Review

Jane Fisher adalah perempuan cerdas yang menjadi andalan bosnya di kantor. Pekerjaannya selalu selalu sempurna dan tepat waktu. Lalu suatu hari, Jane dipanggil menemui direktur.

Biasanya yang dipanggil menghadap direktur langsung adalah mereka yang menerima “surat cinta”. Jane yang selalu teliti tak habis pikir apa kesalahannya sampai harus dipecat.

Tapi alih-alih memberikan surat pemecatan. Julian Reed-bos yang baru kali ini bicara langsung dengan Jane-menyodorkan sebuah kontrak pernikahan. Dengan wajah datarnya, Julian hanya memberi Jane waktu selama tujuh hari untuk berpikir. Lalu pria itu pergi begitu saja tanpa memberi Jane kesempatan untuk bertanya.

Apa Jane akan menerima “lamaran” itu? Apa motivasi Julian dengan surat kontrak itu?

Baca bab-bab awal novel ini, first impressionku adalah Si Mr. Reed ini benar-benar asshole. Dan Jane yang malang harus “terjerat” pada kegilaan bosnya tersebut. Tapi aku penasaran mengikuti perjuangan Jane selanjutnya. Dan aku juga sedikit penasaran dengan Julian yang misterius ini. Apa dia beneran sebrengsek yang kupikir?

Married arrangement adalah sub-genre romance yang paling kusukai dan paling banyak kubaca. Meskipun polanya nyaris berulang dengan plot yang sudah terbaca sejak awal, aku tak pernah bosan 😁. Lalu ketika penulis novel ini ternyata “berani” mengambil ending yang berbeda dari novel sejenis, aku cukup terkejut. It hurt my heart sebenarnya, tapi mungkin karena berbeda jauh dari dugaanku, aku malah puas. Seperti tagline novel ini, bahagia tak pernah sederhana.

Julian dan Jane akhirnya menikah. Cinta tumbuh karena terbiasa. Agaknya pepatah ini berlaku buat Jane. Setelah menjadi Ny. Reed, Jane benar-benar membuka hatinya untuk Julian. Tapi, Apakah Julian juga merasakan hal yang sama?

Karakter Jane dan Julian digambarkan dengan sedemikian rupa. Sampai-sampai aku bisa memahami mereka. Walaupun bertolak belakang, sebenarnya mereka ada adalah dua orang kesepian yang sama-sama ‘sakit’. Aku ikutan ngenes dengan apa yang dirasakan Jane. Dan aku ikut terbawa emosi juga dengan sikap Julian yang berubah-ubah. Gregetan lihat Julian semakin mirip dengan ayah yang dibencinya.

Novel ini memiliki latar di New York. Penulis sangat piawai menggambarkan keadaan New York pada dekade 90-an. Awalnya aku kurang ngeh sama latar waktu ini. Tapi kemudian baru sadar kalau Jane dan Emily cuma berkomunikasi lewat SMS (bukan chatting). Ada deskripsi juga soal Emily yang harus meyakinkan suaminya untuk membeli ponsel. Lalu ada permainan snake yang legend itu 😁.

Hebat!! Bisa aja nih kak @mrs.mathrange nyiptain setting yang gak biasa. Saat membaca novel ini, aku seperti membaca novel terjemahan. Pakai bahasa baku, tapi gak kaku 😆. Hanya saja aku agak aneh dengan penyebutan Tuan Reed, atau Nyonya Reed gitu. Tapi ini masalahku tiap baca novel terjemahan sih (atau yang settingnya di luar negeri). Dan ini sufatnya subjektif banget.

Overall, aku suka novel Contract Partner. I gave 3🌟 for Mr. and Mrs. Reed. SELAMAT SIANG 🌞🌞!

“Orang yang tetap mencintai di kala cintanya tak terbalas adalah orang paling lemah di dunia”, ~ (hal.205)