Tag

, , , ,


Blurb
Kegiatan melamun sambil menulis lagu sore hari di pinggir sungai buat Djabrik ternyata mengungkap sebuah kejadian ganjil. Nuansa, sahabat yang dirindunya, muncul tiba-tiba dari rumpun bambu. Ia membawa pesan peringatan bahwa makhluk-makhluk dari alam gaib akan terlepas dari kurungan dan membawa malapetakan bagi desa.
Suatu malam, saat Djabrik manggung, kerumunan penonton joget gila-gilaan dengan tawa kesetanan membuyar. Mata mereka putih, pupil hitamnya tersembunyi di balik rongga mata. Auman-auman macan serta lolongan hewan merobek atmosfer malam. Kesurupan massal terjadi di depan Djabrik.
Djabrik menengok ke pohon dekat panggung. Di sana ada sepasang mata pipih bercahaya dengan taring panjang melayang. Djabrik nggeblak!
Peringatan Nuansa menjadi kenyataan.
Celakanya, itu semua baru permulaan.

Keterangan Buku

Judul : Dalam Kurung

Penulis : Haditha

Editor : MB Winata

Penyelaras Aksara : Nomena Hutauruk

Penata Letak : Nunu

Penyelaras Tata Letak : Bayu N. L.

Desainer Sampul : Haditha

Penyelaras Desain Sampul : Raden Monic

ISBN : 9786022202882

Penerbit : PT. Bukune Kreatif Cipta

Tahun terbit : 2019 (cet. 1)

Format : vi + 250 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 77.000,-

My Opinion

“Akan datang malam yang pekatnya lebih dari oli kotor kadaluwarsa. Pandangan tak tembus ke mana-mana. Dan kalian semua akan menyaksikan pasukan tak kasat mata saling bertempur. Ada yang hitam ada yang putih. Saranku, kalau malam itu tiba, kalian jangan keluar rumah” ~ (hal.1)

Apa yang membuat sebuah karya sastra sangat gampang disukai pembaca? Salah satu alasannya disebabkan oleh apa yang ditulis sang author di bukunya sangat relate dengan pembaca tersebut. Apalagi jika hal itu dipadukan dengan imajinasi yang hebat serta plot yang sangat luar biasa. Bisa dipastikan, para pembacanya akan berburu karya penulis yang lain atau menunggu buku terbarunya.

Sudah lama banget saya tidak menemukan novel yang seperti deskripsi di atas. Apalagi di novel horor. Sampai kemudian saya berkesempatan membaca novel berjudul “Dalam Kurung” karangan mas Haditha ini. Bukunya sukses meningkatkan kembali minat membaca saya. ☺

Sekilas gaya bercerita beliau mengingatkan saya pada novel-novel karangan penulis horor favorit saya, Abdullah Harahap. Mungkin karena Mas Haditha juga menggunakan elemen-elemen horor klasik seperti yang sering digunakan Abdullah Harahap di novelnya. Bedanya, plot yang digunakan Mas Haditha lebih dinamis. Seperti penulis thriller modern, Mas Haditha juga menyelipkan plot twist yang memanjakan penggemar film horor. Selain itu, Mas Haditha juga menempatkan adegan-adegan menakutkannya dengan ritme yang pas. (Kalau dalam film, bisa dibilang jumpscare-nya pas, gak kebanyakan tapi berhasil bikin efek kaget).

My Review

Story : 🌟🌟🌟🌟

Djabrik, seorang pemuda kampung yang halus budi (bahasanya 😁) bertemu kembali dengan sahabat lamanya dengan cara yang tak masuk akal. Nuansa yang sangat tertarik dengan dengan hal-hal berbau mistis itu menceritakan pengalamannya selama ia menghilang. Nuansa juga menceritakan perannya di “dunia pararel”, dan memperingati Djabrik tentang mahluk-mahluk jahat yang berhasil memasuki dimensi manusia.

“Sebuah tabir yang tak seharusnya terbuka, terbuka dengan bebas. Kurungan agung jebol. Menyebabkan lolosnya mahluk-mahluk halus jahat masuk ke dunia manusia. Tentu saja Brik, niat mereka tidak baik. Mereka bukan sembarang mahluk halus yang kita ketahui dari omongan orang. Mereka jenis yang beda….”, ~ (hal. 35)

*

Elsa, gadis manis yang disukai Djabrik baru saja menamatkan sekolahnyadi SMK. Meskipun orang tuanya sanggup menguliahkannya, Elsa ingin bekerja dulu mencari pengalaman. Setelah berputar-putar mencari lowongan bersama Djabrik, Elsa diterima bekerja di sebuah warnet. Selain menjaga warnet, Elsa juga sekalian diminta menemani Ayah bosnya yang lumpuh di rumah besar di belakang warnet. Tapi ada satu pantangan, Elsa dilarang masuk rumah itu ketika datang bulan.

*

Tri Dharma bekerja sebagai marketing di sebuah bengkel. Berkat Tri Dharma, bengkel tempatnya bekerja menjadi ramai pengunjung. Tapi tiba-tiba Tri Dharma mendapat “kiriman” dari saingan bengkel tempatnya bekerja. Sejak itu, berbagai peristiwa mistis mengganggu ketentraman hidup Tri Dharma. Sampai kemudian ia bertemu khodam berbentuk macan yang menjadi pelindungnya.

***

Pada awalnya, aku belum bisa menebak apa hubungan antara kisah Nuansa, Djabrik, Elsa dan Tri Dharma. Sampai akhirnya saya berhasil menemukan benang merahnya di pertengahan buku.

Fantasy World : 🌟🌟🌟🌟🌟

“…Rumah yang besar dan sepi penghuni, akan menjadi tempat pilihan mahluk lain untuk ditinggali. Bilamana dirasakan aura kesepian lebih besar, maka, kata Mbok Sasih, mahluk lain itu perlahan-perlahan menggeser eksistensi manusia yang tinggal di sana. Mereka jadi lebih dominan pengaruhnya.”, ~ (hal. 27)

Meskipun kadar horornya ngalahin nobel horor lokal lain yang kubaca, tapi ternyata buku ini bukan murni horor. Penulisnya menyebut genrenya dengan “fantasi klenik”, mungkin mirip seperti genre Paranormal Fantasy dalam novel terjemahan.

Sebagai novel fantasi, world buuldingnya gak kalah heboh dengan novel fantasi terjemahan. Seperti keberadaan portal ke dunia lain, pertarungan antara entitas baik vs entitas jahat, tokoh avatar dll. Hebatnya, penulis menggabungkan ini dengan kearifan lokal dan isu sosial yang sedang hangat.

Characters : 🌟🌟🌟🌟

Selain ke-empat karakter utama yang mendapat porsi paling banyak, banyak karakter-karakter lain juga yang mencuri perhatian. Misalnya Abah yang misterius, Mbok Sasih yang mencurigakan, Kiai Sanjoko, Nimas Gandasari teman-teman band Djabrik dll. Kesemuanya mencuri perhatian dengan karakteristik masing-masing. Bahkan keberadaan tokoh Khodam dan mahluk halus lainnya. Aku dibuat takut dan takjub di saat bersamaan 😁

“Tidak perlu malu. Aku bukanlah manusia. Aku hanya menuruti maumu supaya aku mewujud seperti manusia agar kau nyaman. Aku tetaplah macan. Tidak memiliki hasrat atau hal-hal lain selayaknya manusia”, ~ (hal. 153)

Ending : 🌟🌟🌟🌟

Endingnya sangat memuaskan. Klasik kayak film-film horor jamannya Suzanna. Tapi eksekusi di novel Dalam Kurung ini lebih masuk akal. Dan klimaks sebelum endinh itu benar-benar “memorable” 😁. Terus aku baca epilog tentang 2 tokoh utamanya yang….. (spoilert). Boleh dong, aku berharap akan ada buku tentang mereka lagi? 😍😍

Packaging & Editing : 🌟🌟🌟

Covernya cukup sederhana, tapi menggambarkan isinya. Tulisan judulnya juga dibikin dengan jenis dan ukuran yang mencuri perhatian. Namun menurut saya agak kurang eye catching πŸ™, kayak novel Karung Nyawa (karya penulis lainnya dan aku belum baca 😁) itu keren menurutku. Akan tetapi, ini pendapatku pribadi yang subjektif banget.

Editing dan lay out isinya juga rapi. Saya tidak menemukan typo yang membuat keningku berkernyit dan berhenti baca sejenak. (Eh tapi, kalau ceritanya bikin nagih gini, saya nggak aware sama typo sih 😁)

Final Rating : 4🌟

Teror Meter : 5 πŸŽƒ

Yang pasti, novel ini recommended banget buat penggemar cerita-cerita gothic horor ataupun fantasi. Terutama buat yang sudah “lelah” dengan sosok hantu-hantu internasional πŸ˜„

Review novel ini juga saya tulis secara daily di instagram : @jurnalsibugot