Book Review : Money, Love, Happiness

Tag

, , , ,


IMG_20171026_061806_987

Tuhan tetap prioritas utama. Lalu keluarga. Baru karir kita, herbaslim. Jangan dibolak-balik urutannya. (hal.178)

Blurb

Lisa, seorang pebisnis yang pintar. ia memimpin sejumlah karyawan di sebuah dealer sepeda motor milik ayahnya. Lisa yang merasa sistem kerja yang ia tawarkan lebih baik dari milik Ayahnya sering membuat ia dan Ayahnya bertengkar karena perbedaan pandangan.

Sampai suatu hari, pertengkaran dia dan Ayanya itu semakin hebat, membuat ia memilih untuk keluar dari perusahaan Ayahnya. Ia berjanji akan membuktikan pada Ayahnya kalau ia bisa mendapatkan uang banyak dengan caranya sendiri.

Tak lama kemudian, Lisa bergabung di sebuah bisnis MLM yang bernama Herbalslim. Ia begitu bersemangat dan berambisi mengejar target.

Dalam waktu singkat, Lisa sudah mendapatkan promosi. Namun ia merasa belum cukup. Ia ingin berada di level yang berpenghasilan ratusan juta per bulan.

Sang Ayah menyuruh Lisa untuk kembali ke perusahaannya karena melihat Lisa bekerja terlalu keras. bagaimanapun sang Ayah mengkuatirkan keadaan Lisa namun Lisa menolak.

Suatu malam, di sebuah event besar Lisa mendapatkan promosi karena pencapaian target yang luar biasa. ia mendapatkan jabatan dan uang yang sangat banyak. Ia begitu bahagia.

Namun di saat yang sama, ia harus kehilangan orang-orang yang di cintainya. Keluarganya, Rado-pacarnya dan Siska-sahabatnya karena selama ini ia tidak menyempatkan waktu banyak bagi mereka.

moneylovehappinessKeterangan Buku

Judul  : Money, love, Happiness

Penulis : Awie Awan

Editor : Th. Arie Prabawati

ISBN : 9789792961041

Penerbit : Sheila Publisher (Imprint Penerbit Andi)

Tahun terbit : 2017

Format : 186 halaman Paperback

My Opinion

Sudah cukup lama aku merindukan bacaan seperti ini. Apalagi cerita tentang MLM ini membuatku sedikit bernostalgia ke masa-masa saat aku kuliah dulu. Saat itu keberadaan MLM cukup populer, tidak seperti sekarang. Dulu banyak juga teman kuliahku yang bergabung dan sukses di MLM ini. Aku sendiri sering juga menghadiri pertemuan mereka, karena biasanya ada snack box atau bahkan nasi bungkus untuk mahasiswa. Maklum, mahasiswa :D.

Di buku ini akan diceritakan bagaimana perjuangan seseorang menggapai posisi tertinggi dalam bisnis ini. Tapi tentu saja bukan hanya itu saja yang dihadapi. Lisa, si tokoh utama harus berdamai juga dengan kehidupan pribadinya. Ia harus bisa mengimbangi antara money, love, happiness. Karena bagaimanapun “Money is not everything”.

Tidak ada uang tidak masalah. Tidak ada inisiatif, masalah besar. (hal. 100)

CERITA DAN PLOT : ***
Ide cerita tentang MLM cukup fresh menurutku. Novel ini gak cuma menyampaikan kisah zero to hero ala-ala novel motivasi sejenis. Tapi juga menunjukkan dampak lain yang terjadi dalam perjuangan seseorang menggapai impian. Pesan yang ingin disampaikan jelas. Dengan menggunakan alur maju yang konsisten, setting waktunya jelas dan tidak rancu.
KARAKTER DAN PERKEMBANGAN KARAKTER : ****
Lisa sebagai karakter utama dalam novel ini punya penokohan yang kuat. Wataknya yang keras masih di batas wajar manysia normal. Meski karakter Lisa sangat menonjol, tak menjadikan dia sebagai one man show dalam kisah ini. Tokoh-tokoh lainnya (bahkan yang hanya muncul sekilas) juga menguatkan cerita. Dan yang paling kusuka adalah gak ada intrik-intrik kotor dalam persaingan Lisa saat mencapai posisinya. Pengalamanku membaca atau menonton kisah sejenis selalu ada antagonis seperti ini. Yang selalu digambarkan terlalu dramatis. Untungnya di novel ini gak ada.
ENDING : ***
Endingnya cukup memuaskan. Tapi menurutku mungkin bisa dieksekusi lebih baik lagi. Mungkin karena keterbatasan halaman juga 😀. Jadi kesannya semua “harus” selesai dalam 12 halaman terakhir. Namun, semua konfliknya selesai tanpa paksaan koq, 😆 mungkin aku yang gak pengen kisah ini cepat-cepat berakhir.
TATA BAHASA : ****
Seperti kubilang saat #obrolinbuku pada hari sebelumnya di instagram. Aku suka bahasa yang diceritakan mas Awie. Lugas dan tidak mendayu-dayu.
COVER: ****
Covernya cakep, instagramable 😆. Tapi blurb di halaman belakangnya bercerita “terlalu banyak” menurutku 😁.
—–
My Rate : 3,6 (very recommended)

Iklan

Book Review : Then I Hate You So

Tag

, , , , ,


“Suatu malam aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu.
Saat aku menyadari hal itu, kau tiba-tiba menghilang”

Semua berawal dari bencana tsunami yang mengguncang Jepang.
Itoyama Luca, mengira dia sudah memiliki segalanya. Kepintaran, karir yang sukses, dan bahkan tampang yang keren. Tapi semuanya seolah tidak berarti setelah bencana itu. Kekacauan di Jepang membuat sebuah perasaan yang sempat menghilang muncul kembali. Dan takdir menuntunnya menyelesaikan perasaan anehnya itu.

Han Naran, model cantik yang wajahnya menghiasi papan iklan Korea itu berhasil menyembunyikan isi hatinya selama tujuh tahun. Bencana alam di Jepang membuat perasaannya itu bangkit kembali dan malah semakin
menggebu.

Keterangan Buku

then i hate you soJudul  : Then I Hate You So

Penulis : Andry Setiawan

Editor : Tia Widiana

ISBN : 978-602-98325-6-3

Penerbit : Penerbit Haru

Tahun terbit : Maret, 2012

Format : 320 halaman Paperback

 

My Opinion

Itoyama Luca adalah seorang programmer sukses yang tinggal di Jepang. Meskipun tampan, ia punya karakter yang bossy, sombong dan menyebalkan. Gempa yang terjadi di Jepang pada maret, 2011 itu telah menjungkir balikkan hidupnya yang terbiasa teratur. Luca ingin cepat-cepat meninggalkan Jepang.

Untungnya, Luca dan sahabatnya dipindah tugaskan ke cabang perusahaan mereka di Korea. Namun sebuah mention twitter dari akun @An4n3bos1 menarik perhatian Luca. Ia penasaran, siapa orang yang begitu menaruh perhatian padanya itu.

An4n3bos1 : @LucaItoyama Konnichiwa, Luca. Apa kabar? Lama Tak Jumpa. Aku mendengar berita bahwa Jepang terkena gempa. Kau baik-baik saja?”

Di hari pertamanya di Seoul, Luca bertemu dengan gadis kikuk yang sepertinya sangat takut padanya. Setelah itu, Luca jadi sering bertemu dengan gadis itu. Dia, Han Naran, ternyata adalah seorang artis K-Pop yang cukup populer di Korea. Perlahan tapi pasti, timbul benih-benih cinta di antara mereka.

Yang tidak Luca ketahui, pertemuan mereka bukan tidak sengaja. Han Naran telah lama merencanakannya. Naran yakin Luca adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kehancurannya di masa lalu. Tapi Naran mulai nyaman bersama Luca. Apakah Naran akan tetap melanjutkan balas dendamnya? Apa yang telah dilakukan Luca sehingga Naran begitu membencinya?

“Setiap puing yang ada di dalam kotak itu menyimpan perasaan sakit di hati Naran. Kecewa. Sedih. Marah. Putus Asa. Titik Awalnya.”

Dengan setting Jepang dan korea, novel setebal 320 halaman ini berhasil mengaduk-aduk emosiku. Benci jadi cinta atau sebaliknya memang sudah sering kali diangkat menjadi tema sebuah kisah romance. Tapi apa yang disampaikan penulis dalam novel ini punya keunikan sendiri.

hannaran

Cerita dan Plot : ***

Novel ini bercerita dengan alur maju mundur yang teratur. Meskipun bukan tema yang fresh, tapi penulis berhasil membuatku baper selama membacanya. Plot yang tertata rapi menjadi salah satu alasan mengapa aku begitu enjoy saat membacanya.Yang paling aku suka adalah penggambaran profesi Naran sebagai artis dan Luca sebagai programmer yang tidak hanya dijadikan tempelan. Aktivitas Naran sebagai selebritis membuat pembaca percaya bahwa Naran memang seorang artis, bukan hanya karena penulis mengatakan demikian. Profesi keduanya bahkan menjadi salah satu sebab penting konflik dalam cerita ini terjadi.

Karakter dan perkembangan Karakter : ****

Han Naran dan Itoyama Luca sebagai tokoh utama dalam novel memiliki karakternya yang kuat. Penulis juga konsisten menggambarkan watak keduanya dari awal sampai akhir. Perkembangan karakter Naran dan Luca juga terasa masuk akal. Karakter lainnya juga muncul dengan porsi yang pas dan menghidupkan cerita dengan kadarnya. Hanya saja aku merasa kurang dapat menyelami perasaan Luca. Mungkin penulis memang sengaja menemapatkan pembaca pada posisi Han Naran saja. Dana aku memang bisa merasakan perang batin dan perasaan yang campur aduk di pikiran Naran.

Ending : ****

Endingnya sesuai dengan ekspektasiku. Penyelesaian konfliknya dieksekusi dengan tepat pada timing yang sesuai. Sehingga efek dramatisnya lebih terasa. Karena sepanjang buku pembaca memang digiring untuk ada di pihak Naran, jadi saat klimaks di acara itu aku juga ikut nyesek.Dan yang paling kusuka adalah endingnya terasa lebih realistis. Penulis tidak berusaha memperbaiki semuanya. Dalam kehidupan nyata kan memang seperti itu, tidak semua hal bisa kembali seperti semula. Tapi semuanya berhak mendapatkan awal yang baru. Dan inilah (menurutku) yang ingin disampaikan novel ini.

Cover : ****

Ini adalah buku haru pertama yang kubaca. Dan salah satu alasanku memilikinya adalah cover buying. Suka banget sama covernya yang didominasi warna biru terang ini. Aku bahkan tak perlu membaca blurb di back covernya.

Secara Keseluruhan : 3,75 (Recommended)

Review : The Sun Is Also A Star

Tag

, , , ,


geasun

“Bagaimana kalau aku memberi tahumu bahwa aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku secara ilmiah?”

“Aku akan mengejekmu,” kataku. “Habis-habisan.” (Natasha ~ h-94)

Blurb

Natasha : Aku seorang gadis yang hanya percaya pada sains dan fakta. Peduli setan dengan takdir, atau cita-cita yang tak akan pernah jadi nyata. Aku jelas-jelas bukan jenis gadis yang bisa jatuh cinta pada seorang pemuda yang kutemui secara acak di jalanan kota New York. Belum lagi keluargaku akan dideportasi kembali ke Jamaika dalam hitungan dua belas jam. Jatuh cinta, tidak akan pernah menjadi bagian dalam kisahku.

Daniel : Aku selalu menjadi anak yang baik, siswa yang baik, menjalani ekspektasi oran tuaku yang tinggi. Tidak pernah menjadi pemimpi, apalagi penulis puisi. Tapi saat aku melihat gadis itu, aku melupakan semuanya. Sesuatu tentang Natasha membuatku berpikir bahwa takdir memiliki sesuatu yang luar biasa… bagi kami berdua.

Keterangan Buku

the sunPenulis                   : Nicola Yoon

Penerjemah          :  Airien Kusumawardani

Editor                     :  Selsa Chintya

Proofreader           : Titisk A. K

ISBN                       : 9786026044365

Penerbit                : Penerbit Spring

Tahun terbit           : April, 2017

Format                   : 384 halaman Paperback

 

My Opinion

Apa kalian percaya cinta pada pandangan pertama? Jujur aku sih tidak percaya, karena cinta itu kumpulan emosi yang sangat kompleks, perlu proses untuk membentuknya. Proses tumbuhnya cinta itu bervariasi, bisa makan waktu bertahun-tahun, tapi ada juga yang cuma butuh beberapa jam.

Ada pepatah Jepang yang kusukai : Koi no yokan. Pepatah itu bukan berarti cinta pada pandangan pertama, tapi lebih mirip cinta pada pandangan kedua. Itu adalah sesuatu yang kau rasakan ketika kau bertemu dengan seseorang yang akan membuatmu jatuh cinta pada mereka, (Daniel ~hal 90)

Daniel adalah putra kedua pasangan imigran Korea yang cukup sukses di Amerika. Walau selalu dibanding-bandingkan dengan Oppa-nya yang sempurna, Daniel tidak pernah mengecewakan ekspektasi orang tuanya yang kelewat tinggi itu. Hari itu, Daniel akan melakukan wawancara di Yale University. Ia tak pernah menyangka, insiden yang terjadi di kereta api yang ditumpanginya menjadi “penyebab” pertemuannya dengan Natasha.

“Cewek itu jodoh saya,” jawabku (Daniel, hal 322)

Di hari yang sama, Natasha sedang dalam perjalanan menemui pengacara yang diharapkan bisa membantu menggagalkan deportasi keluarganya. Di sebuah toko piringan hitam, ia bertemu dengan mantan pacar dan kekasih barunya. Tapi di saat yang sama dia juga bertemu dengan Daniel, pemuda Asia yang membantunya “mengerjai” sang mantan.

Dari pertemuan tak disengaja itu, mereka menjadi dekat. Daniel bahkan berhasil menyelamatkan nyawanya. Dan dia bisa melihat ekspresi di wajah Daniel yang gampang terbaca ~ pemuda itu tergila-gila padanya. Natasha sendiri pun mengakui bahwa Daniel cukup keren, tapi ia sudah lama tidak percaya pada cinta. Apalagi kurang dari dua puluh empat jam dari sekarang ia akan meninggalkan Amerika.

Tapi seperti kuilang di wal barusan, proses tumbuhya cinta itu tidak bisa diprediksi gaes. Bisa butuh waktu bertahun-tahun atau satu jam saja. Dan Daniel adalah tipe cowok langka yang mungkin hanya ada beberapa di dunia.

Novel ini menjadi nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fiction tahun 2016. Seharusnya novel ini bisa menempati posisi juara, karena aku benar-benar takjub pada gaya bercerita Nicola Yoon di buku ini. Apa memang seperti ini ciri khasnya? Aku  kurang tahu, karena inilah karya pertamanya yang kubaca.

Selain diajak menyelami pemikiran Daniel dan Natasha, aku juga disuguhi dengan berbagai teori ilmiah yang nyambung dengan plot. Bahasan ilmiah singkat ini mampu menjadi intermezzo selama mengikuti perkembangan hubungan Daniel dan Natasha. Miss Yoon juga menceritakan side story tentang karakter-karakter “gak penting” di sekitar Daniel dan Natasha. Kisah mereka yang disilau singkat ini mampu menguatkan apa yang tidak diceritakan Daniel dan Natasha.

Yang paling bikin aku takjub adalah, kisah dalam novel setebal 384 halaman ini hanya terjadi dalam waktu satu hari saja. Tentu ada kilas flash back yang mengisahkan masa lalu Daniel dan Natasha. Namun chemistry antara mereka berdua hanya berlangsung satu hari. Satu hari yang sangat istimewa, karena dalam satu hari itu terjadi berbagai peristiwa yang membuat dua orang asing menjadi sangat dekat.

My Review

Cerita dan Plot : *****

Seperti sudah kusinggung sebelumnya cerita dan plot adalah kekuatan utama novel ini. Ide ceritanya standar sebenarnya, tentang pertemuan tak sengaja antara dua orang berbeda karakter. FTV di SCTV juga sudah berkali-kali menayangkan formula serupa. Tapi cara Nicola Yoon meramunyalah yang membuat cerita ini luar biasa.

Plotnya tersusun rapi tanpa menyisakan pertanyaan tentang logika cerita. Meski sudah tahu bagaimana cerita ini akan berakhir, aku tetap mengikuti penuturan Daniel dan Natasha bab per bab. Karena bagian paling menariknya justru berada di chapter-chapter singkat tersebut. Jangan lupakan intermezzo berupa bab-bab singkat berisi teori ilmiah seperti yang kuceritakan.

Dalam cinta, waktu-paruh adalah jumlah yang diperlukan bagi sepasang kekasih untuk merasakan separuh dari yang pernah mereka rasakan. (h-72)

Karakter dan Perkembangan Karakter : *****

Natasha, gadis berkulit coklat dengan kecantikan eksotis ala-ala penyanyi Reggae. Tak percaya pada takdir dan hanya peduli pada sains dan fakta. Ia juga terencana dan sudah merancang masa depan. Sementara Daniel adalah oppa-oppa Korea dengan ketampanan khas Asia. Baik hati, puitis dan gampang tersentuh. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika mereka bersatu.

Ayahku bilang dia tidak tahu dari mana asal sikap sinisku, tapi aku bukan seseorang yang sinis. Aku seorang yang realis. Lebih baik untuk melihat hidup sebagaimana adanya, bukan seperti apa yang kau harapkan. Tidak selalu ada alasan di balik semua yang terjadi. Semua terjadi begitu saja. (Natasha, hal 45)

Aku mudah tertular cengeng. Kau tahu ketika satu orang menguap dan orang lain juga mulai menguap? Atau ketika seseorang muntah, baunya juga membuatmu ingin muntah? Aku seperti itu. (Daniel, hal 74)

Selain kedua tokoh utama tadi, juga terdapat banyak karakter lain yang memiliki penokohan kuat. Seperti kakak Daniel, Ayah dan ibu Natasha, pegawai imigrasi, pengacara dan lain-lain.

Ending : ****

Tadinya aku (sempat) berharap ending yang berbunga-bunga macam FTV. tapi untunglah bagaimana cara penulis menutup cerita ini terasa lebih masuk akal dan tidak mengecewakan harapanku. Aku juga suka bagian epilognya yang disampaikan tokoh “itu”

Terjemanan dan Tata Bahasa: ****

Aku selalu suka dengan terjemahan spring. Editingnya selalu rapi dan minim (atau gak ada) typo. Buku ini juga. Bahasanya lugas tapi tetap dengan diksi yang memikat. Seolah-olah kalau Nicola Yoon menulis dalam bahasa Indonesia, hasilnya akan seperti ini.

Keseluruhan : 4,5

 

 

Blogtour : Habibie Ya Nour El Ain (Review + Pengumuman Giveaway)

Tag

, , , , ,


“Cinta adalah sesuatu yang berada di luar dimensi manusia. Ia tidak berada dalam rencana-rencana atau cita-cita. Tidak punya ruang dan waktu. Cinta diciptakan dengan dimensi dan logikanya sendiri. Dan cinta diciptakan Tuhan untuk masuk ke alam manusia dengan cara yang tidak mampu kita pahami.”

habib1 Baca lebih lanjut

Characters Monday #1 : 5 Tipe Chef dalam “Little Bit of Muffin”

Tag

, , , ,


chef

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu, saya ikut baca bareng salah satu serie yummilit Bentang Pustaka. Ini pertama kalinya saya ikut baca buku bareng di instagram, dan ini juga pertama kalinya saya membaca buku yummilit. Dan saya benar-benar menikmatinya, baik cerita bukunya maupun even baca barengnya. Ya, walaupun saat itu saya dan @pinkreviews kebagian batch 2. Tapi gak apa-apa sih, toh teman-teman dari batch 1 tetap ngeramein koq. Makasih ya mbak @atriasartika yang udah milih saya bua ikutan :D.

little-bit-of-muffinJadi ada yang menarik nih, waktu saya baca novel karangan Aiu Ahra ini. Review novel “Little Bit of Muffin” ini bisa dicek juga ya di instagram saya @harovansi. Sebagai orang yang bekerja di departemen Food and BEverages, saya merasa deskripsi mbak Aiu Ahra tentang kitchen sangat detail. Begitu juga karakter-karakternya. Sangat mewakili beberapa teman yang pernah saya temui. Sehingga akhirnya saya iseng bikin postingan ini. (Disclaimer : Foto hanya Ilustrasi ya, bukan ngegambarin karakter masing-masing tokoh)

Berikut ini lima karakter (kesemuanya chef) dalam novel ini yang melambangkan beberapa karakter yang pernah saya temui di kitchen.

  1. Kesha, Si moodi.

Kesha ini karakternya baperan dan emosinya gampang terbaca. Suasana hatinya selalu ngaruh ke kerjaan. Tipe begini paling enak kalau dijadikan teman, tapi ngerepotin banget kalau jadi rekan kerja :D. Apalagi kalau udah terlibat cinlok, bisa repot deh kita sebagai rekannya. Kalau orang tipe ini adalah cook junior yang baru masuk kitchen, bisa dipastikan dia akan jadi sasaran bully para senior.

2. Evan, si Prince Charming.

Tipe ini adalah tipe idaman. Cook junior yang kebetulan nemu chef dengan kepribadian kayak Evan ini beruntung banget. Karena selain emang baik sama semua orang, dia juga mimpin dan ngajarin dengan sabar. Jarang banget ngebentak-bentak :D. Biasanya jadi idola para junior nih, dan bisa dipastikan ada rekan kerja cewek yang dibuat baper.

3. Gathan, si Mr. Cool.

Dapat rekan model begini enak juga sih. Cuma kita harus usaha ekstra buat akrabin diri sama dia. Apalagi kalau kebetulan chefnya yang berkepribadian kayak Gathan. Kita para junior yang mau belajar mesti usaha banget buat ngambil hati dan belajar sama dia. Meskipun terkesan cuek, tapi chef tipe ini sangat “perhatian”. Kadang-kadang dia lagi fokus nerjain sesuatu tapi tetap bisa ngasih tahu kesalahan kita (tanpa nengok ke kita). Tapi orang tipe ini kalau ngomong juga jarang ngebentak-bentak sih. Walau kadang-kadang agak pedas kritikannya. Paling senang ketemu chef yang kayak gini. Profesional banget.

4. Lidya, si miss perfect.

Kamu cook baru dan agak ceroboh lalu ketemu chef kayak Lidya? Kelar idup lo :D. Kalau gak kuat iman bisa ngundurin diri dari dunia perdapuran, hehe. Chef model Lidya memang memiliki standar yang sangat tinggi. Kadang terlalu keras pada anggotanya dan bahkan pada dirinya sendiri. Tapi biasanya gampang down kalau dapat kritik.

5. Ferdi, si Mr. Arrogant

Si besar mulut. Enak sih kalau ketemu rekan kerja kayak Ferdi. Biasanya dia dengan sengaja (atau tidak) gampang banget bagi-bagi ilmu yang dimiliki. Jadi buat kita yang masih pemula dan minimpengalaman, ketemu chef atau rekan kerja kayak Ferdi ini anugrah sebenarnya. Cukup ngertiin aja kalau omongannya selalu meninggi.

Hehe, gimana? kamu penasaran juga gak baca “Little Bit of Muffin”? Nanti share juga dong, favorit kalian yang mana?

Eh iya, rencananya saya mau rutin posting Characters Monday tiap minggu. Jadi isi postingannya tentang karakter/tokoh dalam novel yang baru dibaca. Teman-teman yang mau ikutan share linknya dong di sini. Biar bisa saling berkunjung kita.