Dari mana uang berasal? Siapa yang menciptakan uang? Apa yang menyebabkan sebuah negara memiliki banyak hutang?

Saat baru memasuki Sekolah Menengah Pertama, salah seorang guru saya menceritakan betapa gagalnya rezim pemerintahan di masa lalu. Menurutnya, pemerintahan itu telah mewariskan hutang yang sangat banyak bagi warga negara Imdonesia. Lebih jauh lagi beliau menambahkan setiap bayi yang lahir tahun itu sudah terbebani hutang yang nominalnya sangat banyak. (Saya lupa jumlah nya berapa, yang jelas saya belum pernah melihat uang sebanyak itu)

Saat itu logika sederhana saya berpikir, “jika memang utang Indonesia sebanyak itu, mengapa Bank Indonesia tidak mencetak uang yang banyak saja?” 🀣. Beberapa tahun kemudian, saya menyadari betapa bodohnya pemikiran saya saat itu. Seiring waktu pemahaman saya soal uang dan ekonomi meningkat. Tapi tak ada yang memberikan pemahaman selengkap yang saya baca di buku Delusi Moneter ini.

“Buku ini diharapkan dapat dimengerti semua pihak dari kalangan bawah sampai atas, segala profesi pekerjaan, mahasiswa dari semua jurusan, pelajar dan lain sebagainya” ~ (hal.7)

Seperti yang diinginkan penulisnya, buku ini berhasil menjelaskan bagaimana uang dan sistem ekonomi bekerja dan konsekuensinya terhadap ekonomi dalam perspektif berbeda pada semua kalangan. Tak cuma buat profesional tapi juga buat orang-orang biasa yang curious seperti saya.

Blurb

Buku ini berbicara tentang ekonomi moneter namun jauh berbeda dengan yang diyakini banyak orang. Bank dijelaskan sebagai pencipta mayoritas uang dan bukanlah lembaga intermediasi. Cara utama Bank menciptakan uang adalah melalui kredit; sehingga uang adalah utang. Namun utang tidak selamanya seperti utang yang diterbitkan melalui bank bayangan atau obligasi perusahaan. Dijelaskan juga di dalam buku ini, pertumbuhan uang dan utang sulit dikendalikan oleh otoritas moneter atau pemerintah sehingga menjadi akar sejumlah permasalahan terutama ketimpangan dan krisis ekonomi.

Keterangan Buku

Judul : Delusi Moneter, Paradigma yang Berbeda Tentang Uang, Sistem Keuangan, Dan Permasalahannya

Penulis : Joseph Pangaribuan

Editor : Moh. Sidiq Nugraha

Perancang Sampul : Erly Branding & Communication

Penata Letak : Aryo Ceria

ISBN : 978-623-7022-33-6

Penerbit : Deepublish Publisher, Yogyakarta

Tahun terbit : 2018 (cet. 1)

Format : xv + 257 halaman Bookpaper

Harga : Rp. 90.000,-

Jadi, Apa saja yang dibahas dalam buku ini?

“Kenaikan jumlah uang akan berbanding lurus dengan kenaikan utang; uang yang ada saat ini bersandarkan utang”, ~ (hal. 5)

Bagian pertama adalah mengenai sejarah uang. Pada bab ini dijelaskan bagaimana tahap perkembangan uang sebagai alat transaksi dari yang paling primitif sampai yang paling mutakhir, misalnya uang elektronik. Di sini juga dibahas sejarah Bank dan terbentuknya Bank Sentral.

Bab berikutnya akan memperjelas bagaimana uang saat ini diciptakan serta peranan Bank dan Bank Sentral dalam proses penciptaannya.

Selanjutnya diceritakan tentang bagaimana uang beredar, serta peranan uang dalam sirkulasi ekonomi. Saya jadi paham aktivitas apa saja yang bisa menambah, mengurangi, atau tidak mengubah jumlah uang yang beredar.

Setelah memahami sirkulasi ekonomi, saya dikuliahi tentang suku bunga, yang merupakan instrument utama Bank Central. Pada bagian ini, juga dianalisis tentang klaim-klaim umum terhadap suku bunga.

Bab selanjutnya membahas tentang ketimpangan ekonomi. Pada bagian ini dijelaskan bagaimana sistem ekonomi kita mempengaruhi terjadinya ketimpangan.

Berikutnya, sebelum penutup, penulis membahas mengenai krisis ekonomi, disertai beberapa contoh kasus empiris.

Buku ini direkomendasikan untuk masyarakat biasa maupun praktisi ekonomi. Alasannya :

  • Dibahas mulai dari hal dasar (sejarah uang), sehingga orang yang buta sama sekali soal ekonomi pun bisa mengerti bahasan selanjutnya.
  • Selain pengetahuan soal moneter dan sistem ekonomi, penulis juga memasukkan pemikiran-pemikiran kritisnya. Sehingga bisa menjadi bahan diskusi bagi yang melek ekonomi.

Bahasa yang digunakan sangat lugas dan informatif. Kerangka pembahasannya juga komprehensif. Apalagi juga disertai contoh berupa data-data yang sangat membantu.