Tag

, , , ,


geasun

“Bagaimana kalau aku memberi tahumu bahwa aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku secara ilmiah?”

“Aku akan mengejekmu,” kataku. “Habis-habisan.” (Natasha ~ h-94)

Blurb

Natasha : Aku seorang gadis yang hanya percaya pada sains dan fakta. Peduli setan dengan takdir, atau cita-cita yang tak akan pernah jadi nyata. Aku jelas-jelas bukan jenis gadis yang bisa jatuh cinta pada seorang pemuda yang kutemui secara acak di jalanan kota New York. Belum lagi keluargaku akan dideportasi kembali ke Jamaika dalam hitungan dua belas jam. Jatuh cinta, tidak akan pernah menjadi bagian dalam kisahku.

Daniel : Aku selalu menjadi anak yang baik, siswa yang baik, menjalani ekspektasi oran tuaku yang tinggi. Tidak pernah menjadi pemimpi, apalagi penulis puisi. Tapi saat aku melihat gadis itu, aku melupakan semuanya. Sesuatu tentang Natasha membuatku berpikir bahwa takdir memiliki sesuatu yang luar biasa… bagi kami berdua.

Keterangan Buku

the sunPenulis                   : Nicola Yoon

Penerjemah          :  Airien Kusumawardani

Editor                     :  Selsa Chintya

Proofreader           : Titisk A. K

ISBN                       : 9786026044365

Penerbit                : Penerbit Spring

Tahun terbit           : April, 2017

Format                   : 384 halaman Paperback

 

My Opinion

Apa kalian percaya cinta pada pandangan pertama? Jujur aku sih tidak percaya, karena cinta itu kumpulan emosi yang sangat kompleks, perlu proses untuk membentuknya. Proses tumbuhnya cinta itu bervariasi, bisa makan waktu bertahun-tahun, tapi ada juga yang cuma butuh beberapa jam.

Ada pepatah Jepang yang kusukai : Koi no yokan. Pepatah itu bukan berarti cinta pada pandangan pertama, tapi lebih mirip cinta pada pandangan kedua. Itu adalah sesuatu yang kau rasakan ketika kau bertemu dengan seseorang yang akan membuatmu jatuh cinta pada mereka, (Daniel ~hal 90)

Daniel adalah putra kedua pasangan imigran Korea yang cukup sukses di Amerika. Walau selalu dibanding-bandingkan dengan Oppa-nya yang sempurna, Daniel tidak pernah mengecewakan ekspektasi orang tuanya yang kelewat tinggi itu. Hari itu, Daniel akan melakukan wawancara di Yale University. Ia tak pernah menyangka, insiden yang terjadi di kereta api yang ditumpanginya menjadi “penyebab” pertemuannya dengan Natasha.

“Cewek itu jodoh saya,” jawabku (Daniel, hal 322)

Di hari yang sama, Natasha sedang dalam perjalanan menemui pengacara yang diharapkan bisa membantu menggagalkan deportasi keluarganya. Di sebuah toko piringan hitam, ia bertemu dengan mantan pacar dan kekasih barunya. Tapi di saat yang sama dia juga bertemu dengan Daniel, pemuda Asia yang membantunya “mengerjai” sang mantan.

Dari pertemuan tak disengaja itu, mereka menjadi dekat. Daniel bahkan berhasil menyelamatkan nyawanya. Dan dia bisa melihat ekspresi di wajah Daniel yang gampang terbaca ~ pemuda itu tergila-gila padanya. Natasha sendiri pun mengakui bahwa Daniel cukup keren, tapi ia sudah lama tidak percaya pada cinta. Apalagi kurang dari dua puluh empat jam dari sekarang ia akan meninggalkan Amerika.

Tapi seperti kuilang di wal barusan, proses tumbuhya cinta itu tidak bisa diprediksi gaes. Bisa butuh waktu bertahun-tahun atau satu jam saja. Dan Daniel adalah tipe cowok langka yang mungkin hanya ada beberapa di dunia.

Novel ini menjadi nominasi Goodreads Choice Award for Young Adult Fiction tahun 2016. Seharusnya novel ini bisa menempati posisi juara, karena aku benar-benar takjub pada gaya bercerita Nicola Yoon di buku ini. Apa memang seperti ini ciri khasnya? Aku  kurang tahu, karena inilah karya pertamanya yang kubaca.

Selain diajak menyelami pemikiran Daniel dan Natasha, aku juga disuguhi dengan berbagai teori ilmiah yang nyambung dengan plot. Bahasan ilmiah singkat ini mampu menjadi intermezzo selama mengikuti perkembangan hubungan Daniel dan Natasha. Miss Yoon juga menceritakan side story tentang karakter-karakter “gak penting” di sekitar Daniel dan Natasha. Kisah mereka yang disilau singkat ini mampu menguatkan apa yang tidak diceritakan Daniel dan Natasha.

Yang paling bikin aku takjub adalah, kisah dalam novel setebal 384 halaman ini hanya terjadi dalam waktu satu hari saja. Tentu ada kilas flash back yang mengisahkan masa lalu Daniel dan Natasha. Namun chemistry antara mereka berdua hanya berlangsung satu hari. Satu hari yang sangat istimewa, karena dalam satu hari itu terjadi berbagai peristiwa yang membuat dua orang asing menjadi sangat dekat.

My Review

Cerita dan Plot : *****

Seperti sudah kusinggung sebelumnya cerita dan plot adalah kekuatan utama novel ini. Ide ceritanya standar sebenarnya, tentang pertemuan tak sengaja antara dua orang berbeda karakter. FTV di SCTV juga sudah berkali-kali menayangkan formula serupa. Tapi cara Nicola Yoon meramunyalah yang membuat cerita ini luar biasa.

Plotnya tersusun rapi tanpa menyisakan pertanyaan tentang logika cerita. Meski sudah tahu bagaimana cerita ini akan berakhir, aku tetap mengikuti penuturan Daniel dan Natasha bab per bab. Karena bagian paling menariknya justru berada di chapter-chapter singkat tersebut. Jangan lupakan intermezzo berupa bab-bab singkat berisi teori ilmiah seperti yang kuceritakan.

Dalam cinta, waktu-paruh adalah jumlah yang diperlukan bagi sepasang kekasih untuk merasakan separuh dari yang pernah mereka rasakan. (h-72)

Karakter dan Perkembangan Karakter : *****

Natasha, gadis berkulit coklat dengan kecantikan eksotis ala-ala penyanyi Reggae. Tak percaya pada takdir dan hanya peduli pada sains dan fakta. Ia juga terencana dan sudah merancang masa depan. Sementara Daniel adalah oppa-oppa Korea dengan ketampanan khas Asia. Baik hati, puitis dan gampang tersentuh. Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika mereka bersatu.

Ayahku bilang dia tidak tahu dari mana asal sikap sinisku, tapi aku bukan seseorang yang sinis. Aku seorang yang realis. Lebih baik untuk melihat hidup sebagaimana adanya, bukan seperti apa yang kau harapkan. Tidak selalu ada alasan di balik semua yang terjadi. Semua terjadi begitu saja. (Natasha, hal 45)

Aku mudah tertular cengeng. Kau tahu ketika satu orang menguap dan orang lain juga mulai menguap? Atau ketika seseorang muntah, baunya juga membuatmu ingin muntah? Aku seperti itu. (Daniel, hal 74)

Selain kedua tokoh utama tadi, juga terdapat banyak karakter lain yang memiliki penokohan kuat. Seperti kakak Daniel, Ayah dan ibu Natasha, pegawai imigrasi, pengacara dan lain-lain.

Ending : ****

Tadinya aku (sempat) berharap ending yang berbunga-bunga macam FTV. tapi untunglah bagaimana cara penulis menutup cerita ini terasa lebih masuk akal dan tidak mengecewakan harapanku. Aku juga suka bagian epilognya yang disampaikan tokoh “itu”

Terjemanan dan Tata Bahasa: ****

Aku selalu suka dengan terjemahan spring. Editingnya selalu rapi dan minim (atau gak ada) typo. Buku ini juga. Bahasanya lugas tapi tetap dengan diksi yang memikat. Seolah-olah kalau Nicola Yoon menulis dalam bahasa Indonesia, hasilnya akan seperti ini.

Keseluruhan : 4,5

 

 

Iklan